Di Balik Pilar Masjid

Di Balik Pilar Masjid
10.DPM "Takzir.."


__ADS_3

tatapan mengintimidasi seorang santriwan sekarang mengarah ke dua tubuh mungil yang sedang berdiri di tengah tengah pondok Darrul Muttaqin.Lurah pondok yang terkenal ketegasannya sekarang berdiri tepat dihadapan Adiba dan Mia.


"sedang apa kalian disana?..menunggu pacarmu atau ..."


"ngapunten kang...kami tadi tidak sedang menunggu siapapun...demi Alloh..."


Adiba memberanikan diri menyerukan suaranya.


"Terus ngapain kalain disana...kami sudah terlalu hafal dengan tingkah anak yang diam diam pergi ke Belakang sana..jika bukan untuk menemui lawan jenis, mau apa lagi?"


santriwan yang biasa di panggil kang Agung itu meninggikan suaranya


"Tadi kami baru pulang untuk cari tempat magang kang....terus ada suatu hal yang harus aku jelaskan ke Mia,..dan tanpa sengaja aku bawa Mia kesana"


"alasan...nanti akan saya pertimbangan dengan pengurus lainya mengenai takzir yang harus kalian terima"


"Takzir kang??...tapi...kang....demi Alloh kami tidak melakukan apapun" Mia mulai menatap tubuh yang dari tadi dihadapannya


"kitab Aqidatul Awam siapkan buat nanti malam.."


kang agung berlalu meninggalkan dua santriwati yang sedang menatap tajam paving paving di bawahnya...


"ha...Aqidatul Awam???"teriak mereka berdua


***


"abdaubismillahi wa Rohmani


wabirrohiimi daaimii ihsaani.."


samar samar Gus Al mendengar seseorang sedang melantunkan isi dari salah satu kitab yang jadi hafalan para santri, demi untuk memperjelas pendengarannya perlahan Gus Al menghampiri sumber dari suara, langkahnya tertahan ketika menyaksikan tiga orang santriwati sedang duduk dihadapannya.


"Adiba...kenapa dengan adiba...kesalahan apa yang di diperbuat sehingga dia harus kena Takzir " batin Gus Al sambil melangkahkan kembali kakinya


"assalamu'alaikum.."


"wa'alikumsalam..."


ketiga santriwati itu bebarengan menjawab salam dari suara yang sangat Khas, dan tidak lain suara itu adalah milik seseorang yang jadi idola mereka.

__ADS_1


"komandan?..."


tanpa di sengaja setu kata keluar dari bibir Mia, dan dengan cepat Adiba mencubit perut Mia.


"eh... ngapunten,...anu itu tadi ada cicak di dinding" Mia menundukan kembali pandangan nya, mengutuk kebodohannya, kenapa sampai berani dia memanggilnya komandan.


Gus Al terlihat mengerutkan keningnya, sebenarnya dia mendengar dengan pasti apa yang di ucapkan santrinya, tapi tidak mau memperpanjang, karena itu bukan hal yang penting baginya.


"Ada apa ini...malam malam ko masih di sini..?"


Gus Al mencoba mencairkan suasana yang terasa mulai kaku semenjak kehadirannya.


"ini Gus ..tadi siang mba Adiba dan mba Mia ketahuan ada di di belakang pondok, padahal sudah ada aturan bahwa setiap santri dilarang keras untuk mendatangi tempat itu, karena selama ini tempat itu banyak di salah gunakan sama para santri Gus.." seorang santriwati yang mendapat tugas dari kang agung untuk mendampingi Adiba dan Mia untuk hafalan itu mencoba menjelaskan kepada Gus Al...


Gus Al mengagukan kepalanya, Gus Al sudah Tau akan peraturan itu, karena selama ini memang banyak dari santrinya yang menyalah gunakan tempat itu, Gus Al tidak pernah bisa melarang santrinya Jatuh cinta, karena Gus Al paham jatuh cinta itu perasaan yang muncul tanpa mampu dikendalikan dan tanpa bisa diketahui kapan datang dan kapan pergi, hanya saja seharusnya para santri bisa untuk mengatur dan menempatkan rasa itu sesuai dengan tempatnya, karena ada waktu dan cara yang tepat untuk menyambutnya.


"Siapa yang akan kamu temui di belakang Diba??" seulas senyum mampu menerobos keluar dari bibir Gus Al


"Dalem... ngapunten...???" Adiba terlihat gugup, tidak menyangka pertanyaan itu akan di tanyakan oleh Gus Al, sedangkan dari Gus Al duduk dihadapannya, wajahnya terus menatap ubin ubin yang terlihat sedang menertawakannya, mendengar pertanyaan itu wajah Adiba secara tiba tiba terangkat menatap manik indah milik Gus Al


"siapa yang mau kamu temui, sampai kamu harus sembunyi di belakang sana"Gus Al tersenyum sambil menunjukan arah pohon yang dimaksud


Adiba menarik pandanganya, ada rasa malu luar biasa yang dia rasakan, karena dengan bodohnya Adian terlihat menikmati ketampanan Gurunya.


"tidak ada Gus..kami tadi sedang membicarakan sesuatu, karena takut santriwati lainya terganggu dengan pimbacaraan kami, jadi kami memilih untuk kebelakang pondok"


"Rahasia Sepenting apa yang mengharuskan kalian harus berbicara jauh dari teman kalian??"Gus Al masih mengarahkan pandangan pada santriwati yang terlihat menundukan pandanganya itu


"anu...'.


suara Adiba tertahan, Adiba tidak mampu menceritakan hal yang sebenarnya, karena hal rahasia yang mereka bicarakan adalah sosok yang sekarang sedang bertanya.


"ya sudah...selesaikan tugas kalian, jangan ke belakang lagi, habis ini pergi ke kamar kalian, jangan tidur kemalaman, untuk Adiba jangan sampai besok kesiangan, besok hari pertama kamu magang"


"assalamu'alaikum"


Gus Al berdiri kemudian berlalu meninggalkan Adiba yang masih mengutuk kebodohannya.


"sosok luar biasa, terlalu tinggi untuk aku raih, terlalu indah untuk aku miliki, terlalu besar untuk aku genggam,,cukup mengagumi dalam diam, karean menyebut namamu dalam doa ku saja adalah bahagia yang luar biasa"

__ADS_1


"komandan makin hari makin gagah ya dib"?


pertanyaan Mia sontak mengalihkan pandangan Adiba..


"Hust...jangan keras keras...mau d tambah lagi hafalanya?"bisik Adiba


"apa yang kalian bicarakan?"


santriwati yang sedari tadi memperhatikan Adiba dan Mia itupun bertanya.


"nda ada mba...maaf"


"lanjutkan hafalan yang tadi"


"iya mba..."


Adiba dan Mia kompak menjawab


***


Ada senyum yang terus berkembang dari bibir laki laki yang sedang menatap sosok wanita yang sedang berjalan menuju Pondok putri itu, ya..wanita yang dari tadi adalah Adiba, Adiba baru selesai dari Takzir yang diterimanya.


"biarkan skenario Gusti Alloh yang akan menuntun jalan kita, karena jika memang kamu jawaban atas doaku, aku menunggumu disini tanpa ragu"


"sayang...."


tiba tiba satu suara mengambil kesadarannya..


#bersambung dulu yaaaaa


🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭🙏🙏🙏🙏🙏


ada kelapa


dimakan buaya


jangan lupa


komentarnya yaaaaaa

__ADS_1


(ehhh...buaya doyan kelapa ngga ya🤭🤭🤪🤪🤪🤪)))


__ADS_2