Di Balik Pilar Masjid

Di Balik Pilar Masjid
21.DPM "Gantar'


__ADS_3

Di bawah terik matahari yang begitu panas, terlihat Adiba dan Zifa melangkahkan kaki memasuki sebuah kafe, Sesuai dengan rencana yang telah disepakati mereka berdua hari ini mereka akan bertemu dengan Pak Gantar untuk membicarakan kelanjutan desain iklan mereka.Mereka berjanji bertemu pukul setengah dua, dan sekarang kurang sepuluh menit dari waktu yang ditentukan. Untuk memanfaatkan waktu yang ada Adiba dan Zifa mengecek kembali desain iklan yang akan mereka tunjukan nantinya, bagi Zifa situasi seperti ini adahal hal yang biasa dia hadapi, ini berbeda dengan Adiba, bagi Adiba ini pengalaman pertama, banyak rasa yang dia rasakan saat ini.


"Maaf terlambat" Sosok ganteng dengan setelan jas hitam itu berdiri di depan Zifa dan Adiba, senyum yang seakan tak mau ketinggalan menghiyasi wajah gagahnya. Adiba dan Zifa berdiri, kemudian mempersilahkan Gantar untuk duduk di tempat yang telah disediakan. " Ngga papa pak, memang kami yang terlalu awal,. " Zifa terdengar menjelaskan keadaanya. sedangkan Adiba hanya mampu memberikan senyumanya kearah Gantar. "Kok ngga pesen makan si" tanya Gantar setelah melihat meja yang hanya terdapat air putih saja.


"Nanti sekalian aja pak," Zifa kembali menjawab pertanyaan lawan bicaranya, kemudian Gantar terlihat melambaikan tangan kesalah satu pelayan, Pelayan itu mendekat kemudian memberikan daftar menu yang ada. " Adiba mau makan apa?" Gantar bertanya kearah Adiba yang memang dari awal kedatangan Gantar sudah mampu mengalihkan fikiranya. Adiba terperanjat, di tatapnya mata Gantar, kemudian menyuarakan suaranya." Terserah Pak Gantar saja" Gantar mengangguk "Kalau kamu mau pesen apa?" pandangan Gantar mengalih kearah Zifa yang terlihat heran dengan situasi didepanya.Zifa menelan salivanya, ada kata yang terbata, fikiran yang tadinya sedang melayang menerawang jawaban atas pertanyaan yang banyak berseliweran dalam otaknya, kemudian di paksa kembali menjawab pertanyaan laki laki yang sedikit terdengar samar oleh telinganya. "ma-af pak, terserah bapak aja" Zifa menormalkan raut wajahnya.


"kalian Nda usah terlalu formal, kita nikmati aja dulu makan siang, baru kita bahas kelanjutan proyek kita" Gantar menyerahkan buku menu kembali ke pelayan yang tetap setia berdiri di sampingnya, ditunjukan kepadanya beberapa menu yang telah dipilihnya.


Setelah menunggu beberapa saat ahirnya makanan yang mereka pesan kini hadir di meja mereka, ada keheningan ketika mereka menikmati makanan mereka, pikiran mereka fokus dengan santapan mereka tetapi tidak dengan pikiran Gantar, untuk saat ini pikiran Gantar masih dipenuhi dengan sosok perempuan yang ada di hadapanya, sosok sederhana yang terlihat istimewa, hingga tanpa Gantar sadari matanya terpaku beberapa saat ke arah depanya, dunianya seakan terlalu indah untuk sekedar dilewati, raut wajahnya terlalu manis untuk sekedar dialihkan.


Uhuk


Suara batuk dari Zifa menyadarkan Gantar, Gantar menarik pandangan matanya, Sedangkan Adiba yang tidak paham dengan apa yang terjadi menoleh ke arah Zifa, di ambilnya gelas yang ada di depanya, kemudian disodorkan kearah teman kerjanya itu.


"Minum mba" Ada raut kehawatiran di wajah Adiba. Zifa mengambil alih gelas yang disodorkan Adiba " Makasih Dib" Diminunya air itu, kemudian pandangan Zifa diarahkan kedepan, ditatapnya wajah laki laki yang membuatnya harus berpura pura tersedak, karena Zifa terlalu canggung untuk berada di antara Adiba dan pak Gantar, yang menurutnya ada hal yang tidak wajar terjadi. Zifa meletakan kembali gelas yang digenggamnya ke atas meja.


"Aduh"


Zifa menoleh kearah Adiba, dilihatnya gelas yang diletaknya tadi berada di pangkuannya Adiba." maaf Adiba, maaf" Zifa mengambil beberapa tisu yang ada diatas meja kemudian di keringkan pakaian Adiba yang basah karena kecerohanya. fikiran Zifa belum kembali sempurna ketika meletakan gelas yang berada di tanganya, sehingga gelas yang seharusnya di letakan di atas meja kemudian malah jatuh di pangkuan Adiba.


"Nda papa mba" Adiba berdiri mengambil tasnya kemudian digunakan untuk menutupi pakain yang basah." Diba ke toilet dulu mba" Adiba hendak beranjak dari tempatnya tiba_tiba Gantar dari sebelahnya menyodorkan jas yang tadi dikenakannya ke arah Adiba.


"Pakai ini buat nutupi pakaianmu, Insya Alloh aman" Gantar tau apa yang di takutkan Adiba, pakain yang basah akan membentuk tubuhnya.


"Makasih pak, tapi ini sudah cukup" Adiba menundukan wajahnya, ada rasa tidak nyaman yang iya rasakan saat ini.

__ADS_1


"Apa mau saya temenin cari pakain ganti"


Gantar mencoba menawarkan solusi ke Adiba, walaupun Gantar tau akan jawaban Adiba.


"Nda Usah pak, ini aja Nda papa, nanti juga kering"


"Nanti masuk angin loh dek, tunggu bentar kamu duduk aja dulu ,biar Kaka telfon temen dulu" Gantar tidak sadar dengan kalimat yang baru di lontarkan, Gantar lupa dengan keberadaan Zifa yang terlihat semakin bingung dengan situasi yang terjadi.


setalah beberapa menit menunggu ahirnya seseorang yang dihubungi Gantar tiba di depan mereka." Maaf pak Gantar ini pakain yang pak Gantar pesan tadi" wanita yang terlihat cantik itu menyerahkan satu paper bag ke arah Gantar." Terimakasih tita, kamu boleh kembali ke kantor" Gantar menerimanya, kemudian dilihat sekilas benda yang ada di dalamnya."Terimakasih pak, permisi" Perempuan itu menganggukan kepalanya kearah Gantar dan tersenyum ke arah Zifa dan Adiba, kemudian berlalu dari hadapan mereka.


"Ini buat ganti pakaianmu, ganti dulu baru nanti bisa kita lanjutkan pembahasan kita" Gantar memberikan paper bag yang di tanganya." Tapi pak.......ini juga sudah kering" Adiba berniat menolak pemberian Gantar karena tidak enak dengan kondisi mereka, dimana saat ini Gantar adalah klien VIP mereka.


"Kalau kamu tolak, bararti kita tidak bisa melanjutkan pembicaraan kita saat ini" Gantar sedikit menggertak Adiba, karena jika bukan dengan cara ini Adiba tidak akan menerima pemberian nya.


***


Satu jam sudah berlalu sejak presentasi yang disampaikan oleh Zifa yang hanya di iyakakan oleh Gantar, sepanjang satu jam itu Gantar hanya mengangguk-anggukan kepalanya, hanya ada beberapa hal saja yang dapat iya tangkap di otaknya, selebihnya perhatiannya terpusat pada perempuan yang terlihat begitu anggun dengan gamis berwarna biru yang terlihat sangat pas ditubunya, ya...sejak Adiba keluar dari toilet untuk mengganti pakainya, perhatian Gantar tidak bisa dialihkan dari sosoknya.


"Ini yang bisa kami sampaikan pak, semoga bisa memuaskan dan sesuai dengan harapan pak Gantar " Zifa menutup presentasinya.


" Terimakasih, semoga kerjasama kita berjalan lancar dan sesuai rencana" Gantar mengulurkan tangan ke arah Zifa, setalah selesai dengan Zifa tanganya di arahkan ke Adiba, meski terlihat ragu ahirnya Adiba menerima uluran tangan Gantar. Senyum mengembang di wajah Gantar, meski hanya berjabat tangan dengan Adiba hatinya sudah meronta, ada bahagia yang terlalu di dalam dirinya.


"Kalian mau langsung pulang atau Gimana?"Gantar bertanya ke arah Adiba tapi kemudian di jawab oleh teman sebelahnya.


"Kita kembali ke kantor pak, melaporkan hasil pertemuan kita dan juga ini masih jam kantor, ngga enak kalau langsung pulang."

__ADS_1


"Oh gitu" Gantar kembali tersenyum " Adiba tidak pegang Hp ya"


"Ngga pak, tidak diperbolehkan sama pengurus Pondok"


"hemm." Gantar memainkan jarinnya pada meja di depannya.


"Kalau nomor telepon ruangan mu ada? takutnya nanti ada hal hal yang saya mau tanyakan terkait desain."


"Ada pak" Zifa menjawab pertanyaan yang sebenarnya tidak dimaksudkan untunya. Zifa memberikan nomor telefon Yang ada dalam selembar kartu nama, Gantar menerimanya.


" Ok terimaksih untuk hari ini, saya permisi dulu ya, sampai jumpa lain waktu, Assalamu'alaikum" Gantar meminta izin kemudian berlalu dari tempatnya.


"Wa'alikumsalam" jawab Adiba dan Zifa.


"ehem" Zifa berpura pura batuk "Ada yang mau kamu ceritain Adiba" Zifa menopang dagunya, menatap wajah Adiba.


"Nanti mba, pulang dulu Yuh" Adiba berdiri kemudian mengambil tas yang digantung di tempat duduknya.


"Janji loh...awas kamu hutang penjelasan ya"


"iya mba..."


Mereka pun meninggalkan kafe itu dengan hasil kerja sesuai dengan keinginan mereka.


*BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2