Di Balik Pilar Masjid

Di Balik Pilar Masjid
26.DPM " Bingung"


__ADS_3

Adiba menunduk ketika sosok komandanya tiba tiba berjalan ke arahnya.


"Gantar...ngapain disini?" Gus Al bertanya kearah Gantar yang ikut diam disamping adiba


"Kepo..." Gantar menjawab sambil berlalu meninggalkan Adiba dan Gus Al .


"Ngapain disini" Suara Gus Al terdengar datar, tapi ada nada kekesalan yang terlontar didalamnya.


"Anu tadi ka Gantar ngajakin Diba makan Gus..." jawab Adiba.


"Kaka?" Nada suara Gus Al semakin penuh penekanan.


"Iya, Ka Gantar" jawaban yang terlontar dari mulut Adiba seperti orang bodoh, Adiba tidak tau betapa meradangnya hati Gus Al saat ini.


"Jadi sedekat itu kamu sama Gantar, sudah main Kaka ade segala?" Al menatap tajam perempuan yang ada dihadapnya saat ini


" Bukan seperti itu Gus, tapi bukankah tidak sopan ketika Diba hanya memanggil nama ke orang yang lebih tua dari Diba" Diba mengangkat wajahnya, ditatapnya wajah Gus Al yang masih terlihat mengeras itu.


"Terserah kamu Dib, yang jelas saya ngga suka kamu terlalu dekat dengan laki laki yang bukan mahram mu" Gus Al mengusap wajahnya dengan telapak tanganya.


"Maaf Gus," jawab Diba, ada penyesalan dalam hati Diba, memang tidak seharusnya Adiba berlaku seperti itu, tapi bukankan Adiba hanya perempuan biasa, Santri yang baru mondok 3 tahun tidak menjadikan Adiba menjadi perempuan yang begitu membatasi pergaulan dengan lawan jenisnya. Hal itulah yang kadang jadi pertimbangan hati Adiba ketika harus membayangkan menjadi pendamping seorang Gus Al, sosok religius yang sudah tidak lagi diragukan ilmu agamanya.


"Adiba..."


Suara Gantar membangunkan keduanya dari kebisuan yang terjadi saat ini.Adiba menengok ke arah Gantar yang sedang berdiri di pintu salah satu Gazebo.


"Iya ka.."


"Kamu mau berdiri terus di situ, aku dah jamuren nih nunggu kamu"


"iya ka, sebentar.." Adiba melirik kearah Gus Al yang masih membisu di posisinya.


"Diba permisi dulu Gus,.." Adiba masih memastikan jawaban dari Gus Al, tapi sosok komandanya itu masih kekeh dengan bisunya.


"Assalamu'alaikum Gus"


Adiba memutuskan meninggalkan Gus Al yang tidak merespon ucapan Adiba kali ini.

__ADS_1


Adiba duduk di depan Gantar, karena tempat itu menyediakan tempat makan lesehan, jadi saat ini Adiba duduk lesehan sambil menikmati suana sore di tepian sawah dengan ditemani warna jingga yang dihasilkan dari biasan warna mentari yang mulai meninggalkan peraduanya.Makanan yang mereka pesan atau Gantar pesan lebih tepatnya sudah berjejer di atas meja mereka, dari pepes ikan bawal, pecel, nasi liwet dan berbagai macam makanan lainya yang tampak begitu menggugah selera bagi mereka yang memang sudah menghabiskan tenaganya untuk beraktifitas, tetapi tidak dengan Adiba saat ini, rasa laparnya hilang karena saat ini yang ada dalam pikiran Adiba adalah Gus Al yang tadi ditinggalkan dalam kondisi membisu.


" kenapa bu Nyai? ngga enak makanannya, apa perlu aku pesanin yang lain?"


"Nda usah ka, ini juga sudah banyak banget ka"


"Trus kenapa dikacangin makanannya, ga enak tau kalau di kacangin,,sakitnya tuh disini" Gantar menunjukan posisi hatinya


"Apaan si ka, lebay..."


"Biarin yang penting kan kamu dah senyum, kamu tau ngga, senyum mu itu mengalihkan duniaku"


"Iklan bang..."


"He...iya kaya pelembab ya, "


"Paham benget ka..." ledek Adiba.


"Kaka mah gitu de, iklan aja Kaka paham, apa lagi hati Ade.." Gantar masih melanjutkan becandaanya.


"Becanda terus ga jadi makan nih.." Adiba menunjukan muka ngambeknya.


"Hmmm"...


" Jangan manyun de,...tambah jelek.."


"Beneran nih ka, dilanjutin becandaanya Adiba pulang"


"Hee, ya udah kita makan dulu,..Monggo Bu Nyai"


"Siap ndral.."


Mereka menikmati makanan yang ada dihadapan mereka, Gantar terlihat sesekali memandangi wajah perempuan yang sudah beberapa hari menempati hatinya, dan Adiba tidak menyadari bahwa sosok laki laki yang ada dihadapnya itu adalah sosok yang selalu menyebut namanya dalam doanya.


"Pulang Yuh ka, dah mau malam, Adiba nanti ada jadwal ngaji" Adiba memulai percakapan yang sempat terjeda oleh kegiatan makan mereka.


"Ok, makasih ya De udah mau nemenin kaka."

__ADS_1


"Diba yang harusnya makasih ma Kaka, dah di traktir makan"


"Apaan si de, Kaka seneg kalau ada yang nemenin makan, soalnya Kaka sering makan sendirian kalau di rumah, maklum jomblo si ya...hee"


"makane buruan cari pendamping ka, Ben kalau makan ada yang nemenin"


"OTW de, lagi di usahakan di sepertiga malam"


"Semangat ka, semoga jawabannya segera ya ka"


"Aamiin de,.."


"Monggo Bu Nyai, "


Gantar mempersilahkan Adiba keluar dari gazebo mereka, mereka melangkah menuju tempat palkir setelah Gantar menyelesaikan pembayaranya. ketika mereka sampai di tempat palkir, ada sosok yang menunggu mereka di depan mobil berwarna hitam, tatapanya sakan mengintimidasi kedatangan mereka.


"Kenapa masih di sini Al?" tanya Gantar


"Biar Adiba pulang bareng aku aja, ini udah sore ngga enak kalau pulang harus diantar laki laki yang bukan mahramnya" Gus Al menjawab pertanyaan Gantar.


"Bukankah kamu juga bukan Mahramnya Al"


"Tapi mereka tau siapa aku, aku satu tempat kerja dengan Adiba, jadi tidak akan ada yang berfikiran aneh aneh" Gus Al membuka pintu mobilnya.


"Masuk"


Gus Al memberikan perintah ke Adiba, Adiba tidak berani menolak, Adiba langsung masuk kedalam mobil milik Gus Al itu.


"Ati ati Bu Nyai, mimpiin aku ya" Gantar masih saya bercanda, Gantar tidak tau bahwa ada hati yang terbakar mendengar becandaanya. Sedangkan Adiba hanya mampu memberikan senyumanya kearah Gantar, tidak berani menjawab becandaanya Gantar, karena saat ini Adiba tau bahwa Raut wajah Gus Al menunjukan bahwa Gus Al tidak suka dengan situasi yang terjadi.


***


Adiba sudah sampai di pondoknya, sepanjang perjalanan dari tempat makan sampai pondok tidak ada suara yang keluar dari mulut Gus Al maupun Adiba, mereka terjebak dengan pikiran masing masing.


"Masuk kamar langsung mandi," Perintah Gus Al.


."nggih Gus" jawab Adiba

__ADS_1


Adiba meninggalkan Gus Al, yang masih setia menatap punggung nya.


"Maaf jika aku harus egois memaksamu untuk seutuhnya hanya miliku, maaf Adiba"


__ADS_2