
"allohuakbar... allohuakbar"
Suara adzan berkumandang menggema di seluruh lorong Darrul Muttaqin, seakan menjadi magnet yang menarik seluruh penghuni Pondok Pesantren untuk segera mendekat kesumber suara, menghentikan segala aktifitas dan kesibukanya, untuk segera memenuhi kewajibannya, melepas rindu dengan sang pencipta.
terlihat banyak santriwan dan santriwati berdatangan, ada yang terlihat berjalan sambil bercerita, ada yang berlarian seakan tak mau tertinggal. di tengah keramaian itu terlihat dua santriwati berjalan dengan sedikit tergesa gesa, mengenakan mukena terusan yang di tarik sedikit keatas bagian bawahnya.
"Dib,...kamu udah betahkan di sini???udah nga kepengin pulangkan?"
Mia bertanya sambil membetulkan mukena yang seakan menggagu aktifitas jalanya.
"Alhamdulillah, sudah sedikit betah, insyaallah lama lama juga betah,,,"
Adiba menjawab sambil masuk kemasjid.
setelah melaksanakan sholat isya, para santriwan dan santriwati tetap setia duduk di tempatnya, sesuai jadwal yang telah di tetapkan oleh pengurus pondok pesantren, setiap santri wajib mengikuti pengajian bada isya, dan untuk jadwal malam ini adalah kajian kitab safinah.
__ADS_1
"assalamu'alaikum..sebelumnya maaf mengganggu, sebelum pengajian di mulai ijinkan saya memperkenalkan diri, nama saya Muhammad Khalilulintang as-sidiq, biasa di panggil Al,untuk kedepannya saya yang akan menggantikan Abah kyai Sidiq mendampingi kalian semua Delam mempelajari kitab safinah dan yang lainya."
Gus Al yang sekarang duduk di samping kyai Sidiq itu memperkenalkan diri dengan begitu sopanya, meskipun lama tinggal di Kairo, tapi tidak menjadikan Gus Al lupa akan unggah ungguh ketika berbicara di depan orang yang lebih tua.
"deg..."
ada hati yang tiba tiba mengeras, jantung yang tiba tiba berdetak tidak pada iramanya, seakan berlari tanpa arah, mata yang tadinya menunduk memperhatikan kitab yang ada di depanya, tiba tiba terperanjat mengawasi sosok yang terlihat sedikit dari celah pembatas yang ada dihadapannya, ya....lewat celah yang ada didekat pilar masjid itu Adiba bisa mengawasi sosok yang memakai Koko putih, sarung dan kopyah hitam itu, sekilas terlihat tarikan bibir yang begitu menyejukkan,sambil sesekali menundukan kepalanya,Entah mengapa sikap sopannya itu menambah rasa kagum Adiba.
"ya Alloh perasaan apa ini???
jangan pernah Engkau membiarkan rasa kagumku pada Makhluk_Mu melebihi rasa kagumku pada Nabi_mu, jangan pernah Engkau biarkan getaran Jantungku lebih dahsyat ketika aku melihat senyum Ciptaanmu, melebihi Getaran yang muncul ketika aku menyebut nama_Mu."..
Adiba kembali memperhatikan kitab yang ada dihadapannya, memperhatikan apa yang sedang di jelaskan Gus Al, meski sulit untuk bisa konsentrasi, tapi Adiba mencoba sebisa mungkin untuk bisa mengikutinya,..karena sungguh, suara Gus Al menambah rasa kaguh adiba,..
"andai saja Gus Al bukan putra kyai Sidiq, andai saja Gus Al bukan sosok yang gurunya, andai saja......"
__ADS_1
"astaghfirullah..."suara Adiba terlihat lirih, mencoba membuang segala fikifan yang sedang bermain liar di otaknya.
"hai kenapa Diba???...kamu sakit?.."Mia bertanya kepada Adiba dengan suara yang sangat pelan, karena takut mengganggu konsentrasi santri lainya...
"tidak, cuma ngantuk"Adiba menjawab sambil menggelengkan kepala.
setelah satu jam lebih ahirnya kegiatan itupun berahir.
***
pukul 20.45 suasana pondok sudah terlihat sepi, para santri sudah beristirahat dari aktifitasnya, tapi ada sebagian dari mereka yang terlihat sedang saling bercengkrama di depan kamar masing masing.di salah satu kamar ndalem terlihat satu sosok laki laki yang sedang tenggelam memperhatikan benda pipih yang ada di genggaman nya, memperhatikan satu gambar yang ada di galeri hp.a
"maaf..Aku tau menyimpan fotomu adalah suatu kesalahan dan dosa bagiku...tapi bukankah kita Takan mampu menolak rasa yang tiba tiba hadir dalam diri kita...kalau aku mampu untuk menolak, sebelum rasa itu datang dan mendarah daging dalam diriku, Aku sudah menolak perasaan itu...mengusirnya untuk tidak pernah menyapa ku, apalagi harus singgah dalam hidupku.."
Gus Al meletakan kembali handphonnya di atas meja, kemudian merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
*bersambung
**☺️☺️☺️☺️☺️.komentarnya yaaaaaaaa