Di Balik Pilar Masjid

Di Balik Pilar Masjid
08. DPM "Aku SAntrimu.."


__ADS_3

sejenak Adiba kehilangan dunianya, berbagai bayangan mulai bersliweran di hadapanya, Sosok yang selama 3 th selalu menari nari dalam hayalanya, laki laki yang selama 3 tahun hanya mampu dia kagumi di balik pilar masjid, tokoh cerita yang selama 3 tahun mampu menghabiskan setiap lembaran dalam buku diary ya, dan Nama yang tanpa disengaja sering kesebut dalam lantunan doanya, tanpa dia sadari sedari tadi sedang menatap penuh kebingungan..


"dek...dek..."


Gus Al memanggil sambil melambaikan tanganya


"dek..."


sekali lai Gus Al mencoba mengambil kesadaran Adiba


"eh... ngapunten Gus...eh pak..."


Adiba kelabakan, wajahnya memerah,menahan malu,...


"duduk..eh...wajahmu kaya ngga asing...kamu???"


"maturnuwun..."


Adiba duduk di kursi yang tepat berada di hadapan Gus Al..


"anu Gus...saya salah satu santri Gus Al di Pondok Pesantren Darrul Muttaqin."


"ooh pantesan...kaya pernah liyat tapi rada lupa dimana tempatnya, wong kamu santri Abah jadi mungkin kita tiyap hari ketemu, tapi saya kurang nggeh....maaf ya."


"kamu kuliyah ambil jurusan apa dek...?


"disain grafis Gus..."


Adiba menjawab sambil menundukan wajahnya, ada perasaan yang tidak mampu Adiba tata saat ini, getaran yang seakan meloncat dari asalnya, kalau adiba memaksa untuk menatap wajah yang saat ini sedang memperhatikannya, bisa bisa segala yang ada di balik dadanya akan keluar dan terbang entah kemana. sebelum itu semua terjadi dan membuat Adiba kewalahan untuk mengembalikannya, Adiba memilih untuk menghindarinya.


"oh desain grafis...


oke mulai besok kamu sudah bisa mulai magang disini,..kamu nanti tanya mba Retno untuk meja dan tugasmu.."


"njihn Gus... maturnuwun..."

__ADS_1


Adiba berdiri dan hendak meninggalkankan ruangan itu...


"Tunggu dek..."


Adiba menoleh kembali ke arah Gus Al...


"siapa namamu...."


"Adiba Gus..."


"Adiba...kalau di kantor jangan panggil saya Gus.."


"oh... ngapunten Gus...eh pak.."


Adiba menundukan wajahnya sambil menutup mulutnya..


"hehehehe...ya udah ..hati hati...langsung kepondok..."


"ha...."


"tadi Gus Al tertawa...Gus Al ngomong apa tadi..hati hati.....apa ini ya Alloh..."batin Adiba terus kegirangan, mendengar apa yang baru saja Gus Al ucapkan, sebenarnya itu hal biasa, tapi tidak bagi Adiba, ketika orang yang Selama ini di kagumi memberikan perhatian nya, seakan dunia terlalu indah untuk tidak dihentikan.


"iya hati hati,langsung pulang kepondok jangan mampir mampir,.."


"eh nggih pak... assalamu'alaikum"


"wa'alaikum salam"


Adiba melangkah keluar dari ruangan Gus Al, ada perasaan aneh yang sekarang menghampirinya, kaya ada rasa jeruk yang di campur es batu..menyejukkan.


***


sepeninggalnya Adiba dari ruangannya, Al mencoba membaca data diri yang di serahkan Retno kepadanya dan belum sempat Al baca tadi.


"Adiba Hanania Khairunnisa...wanita cantik yang berpengetahuan dan dikasihi Alloh....nama yang cantik..." tanpa disadari kalimat pujian keluar dari bibir Al..

__ADS_1


Al menenggelamkan wajahnya dalam lipatan tanganya.."ya Alloh...apa ini jawaban atas segala doa ku...menjauhkan yang bukan menjadi jodohku..dan mendekatkan yang akan menjadi ma'mumku...Jika memang dia yang Engkau ijinkan untuk menggantikan seseorang yang pernah aku sangka akan jadi pasanganku, permudah jalanya."


Al meletakan data diri Adiba dalam lacinya, kemudian melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda tadi


***


Adiba turun dari tangga dengan perasaan yang berkecamuk,,wajah Gus Al masih saja memenangkan dalan deretan hayalanya


"bug"


tubuh Adiba terpental dan jatuh tersungkur di tangga..


"ya Alloh maaf mba...saya ngga sengaja"


seorang laki laki dengan setelan jas hitamnya mencoba membantu Adiba berdiri


"nda papa mas...lagian saya yang tadi berjalan NDA liyat liyat"


Adiba berdiri dan merapikan bajunya


"Beneran ngga papa mba...apa kerumah sakit aja mba untuk mestiin...??"


"nda papa mas...beneran...permisi.."


Adiba berlalu meninggalkan seseorang yang tetap teguh memperhatikannya sampai tubuh mungil Adiba tak mampu lagi di jangkau lagi oleh pandanganya.Setelah perempuan yang di perhatiannya sudah hilang di balik tembok, laki laki itu meneruskan langkahnya ke lantai dua bangunan itu.


"assalamu'alaikum Al "


"wa'alikumsalam....."


"Gantar........"


*bersambung


**😊😊😊komentarnya ya.....

__ADS_1


__ADS_2