Di Balik Pilar Masjid

Di Balik Pilar Masjid
07.DPM "magang...'


__ADS_3

Seoarang santriwati terlihat menunggu seseorang di dekat pintu gerbang, sambil sesekali melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tanganya, cuaca yang cukup panas cukup membuat tetesan air keringat keluar dari persembunyiannya.


"Diba....Adiba...."


Mia memanggil Adiba yang terlihat keluar dari area pondok


"lama banget kamu ih...muka aku dah gosong nih,,ga tau apa skincara itu mahal..."


"iya maaf, tadi nyariin surat keterangan yang di kasih Bu Ifah, taunya ada di bawah baju...emang kamu pakai skincara apa mi???"


"ga ada sih...cuma air wudhu aja kok...hahaha.....tapi bagus kan...mulus kaya jalan aspal"...Mia mencoba menunjukan wajahnya ke arah Diba.


"huhhhh...katanya mahal...ayo buruan...keburu kantornya tutup."


"assiap"Mia menjawab sambil meletakan tanganya di jidat.


Hari ini Adiba berencana mencari tempat untuk magang, sekarang Adiba sudah semester 6, tiga tahun sudah Adiba menjalani kuliahnya, dan Tiga tahun sudah Adiba hidup di lingkungan Pondok dengan berbagai cerita, tapi tidak dengan cerita asmara, karena sampai sejauh ini, rasa kagum Adiba masih tertuju pada satu orang, ya,,,Gus Al, sosok Gus Al tetap setia menjadi seseorang yang Adiba kagumi.


"kamu yakin Dib kamu bisa magang di kantor pusat percetakan itu,..apa kamu kenal dengan orang dalamnya" Mia bertanya kepada diba yang sedang menikmati pemandangan dari jendela angkot yang mereka tumpangi.


"bismillah aja mi, ga perlu orang dalam, kan kita punya Alloh, jika Alloh sudah berkehendak, bukankan Kun fayakun"


"nggih ustadzah..."Mia mencoba mengganggu adiba

__ADS_1


"apaan si mi,...ga lucu" Adiba memukul lengan Mia


**


setelah Adiba bertemu dengan mba Retno untuk menyerahkan lamaran magangya, Adiba disuruh untuk menunggu pemilik percetakan, karena nantinya yang akan menentukan diterima tidaknya Adiba magang adalah pemilik percetakan itu.


"mba Adiba...ditunggu pak Khalil di ruangannya" mba Retno memanggil Adiba yang sedang menunggu di salah satu Pojok ruangan.


"iya mba...terimakasih" Adiba berdiri sambil merapikan pakainya


"doain ya mi, semoga aku diterima, jadi ngga perlu repot repot lagi cari tempat magang"..Adiba memegang tangan Mia, karena untuk saat ini Adiba benar benar merasa gerogi.


"bismillah ya Alloh, permudah urusan Adiba hari ini, segala yang Engkau takdirkan kepada adiba pasti itu yang terbaik" doa Adiba dalam hati


tok tok tok


"masuk.." terdengar suara seseorang dari dalam


kreeeekkkk ..


Adiba membuka pintu dengan perasaan yang luar biasa, jantungya berdebar tiga kali lebih cepat, tanganya yang tiba tiba dingin di sertai keinginannya untuk buang air kecil.


"assalamu'alaikum..." Adiba melangkahkan kakinya mendekati meja yang didepannya terdapat seseorang yang sedang menundukan kepala, sibuk dengan pena dan kertas kertasnya.

__ADS_1


"wa'alikumsalam..." laki laki itu menjawab dan menengadahkan kepalanya, mengarahkan pandanganya pada sosok wanita yang berdiri diri di hadapanya.


bukanya maju, Adiba malah terlihat berdiam di tempatnya, memandang sosok yang sekarang duduk, meyakinkan apa yang baru saja dia lihat.


"Gus Al....percetakan ini milik Gus Al...jadi pak Khalil adalah Gus Al???..."


**bersambung


********


assalamu'alaikum


maaf jika banyak kekurangan dan typo di mana mana, heee...ini karya pertama ya, jadi masih jauh dari kata sempurna๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


untuk mempermudah imajinasi pembaca, author mencoba kasih visualnya ya...maaf kalau ngga pas sama bayangan kalian๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™



Gus Al



Adiba

__ADS_1


__ADS_2