
Hari minggu pagi cuaca cukup cerah Hanna masih tiduran di atas kasurnya meski matanya terbuka,menurutnya hari ini hari untuk bermalas - malasan.
berulang kali hanna cek ponselnya berharap ada pesan masuk.
Hanna mulai menurunkan kakinya dari kasur berjalan menuju dapur membuka kulkas mencari-cari bahan makanan utuk di masak,namun kulkasnya kosong,hanya ada air putih dan telor saja.
tok...tok..tok!!
Pintu rumah hanna ada yang ketuk dari luar,hanna pun segera membukanya.
"selamat pagi hanna"...
"meera...silahkan masuk" sambut hanna ramah.
meera masuk dan melihat-llihat dan merasa terkejut,melihat tempat tinggal hanna begitu sempit dan sederhana.
"duduk meer..mau minum apa?? teh apa kopi??" tawar hanna
"teh aja deh" meera
" kamu sendirian di sini han??,"
hanna mengangguk ringan.
antara hanna dan meera berkomunikasi lebih santai menggunakan kata (aku,kamu) karna di rasa mereka hanya rekan kerja saja,tidak harus pormal memanggil bu,mbak,ataupun nona.
"meera tau dari mana aku tinggal di sini??" tanya hanna menyeruput teh hangat yang di buatnya,hanna masih menggunakan pakaian santai dan celana pendek,bahkan belum mandi.
lain dengan meera yang sudah rapih wangi,dan anggun dengan rok selutut di padukan dengan kemeja polos nampak anggun dan peminim.
__ADS_1
"Dari supir,kebetulan aku lgi bosan sendiri,mamahku dan adeku lagi ke surabaya berkunjung ke sodara" jelas meera memutar-mutar gelas berisi teh.
"kebetulan juga dong ya...aku juga gak ada acara,gimana kalo kita jalan,sekalian belanja kulkasku kosong,kalo masih ada persediaan aku masakin kamu" Hanna lebih semangat di banding meera.
"kamu bisa masak" meera
"sedikit...aku memang lebih suka masak sendiri,m...aku mandi dulu ya??"
"0k,aku tunggu" meera
"anggap aja rumah sendiri seperti pa...." hanna hampir keceplosan dang langsung menarik kata-katanya lagi.
" pa...apa?? pacar??" meera penasaran karna memang tujuan utamanya untuk mencari tahu.
"ouh...bukan siapa-siapa,lupakan" hanna mengibaskan tangan lalu masuk kamar mandi.
tidak lama hanna sudah berpakaian rapih tapi
dengan rambut yang di gulung lalu di ikat tinggi.
mereka masuk mobil meera menuju mall tempat yang di anggapnya cukup ramai dan dekat.
tadinya meera hanya sekedar menjalankan tugas untuk mencari tahu tentang hanna,tapi berhubung hanna orangnya asyik meera jadi merasa nyaman dan akrab.
Hanna dan meera selpi di depan loby mall dengan senyum yang mengembang,nampak ada air mancur di bekroun belakang.
meera mengirimkan foto tersebut ke email Yudha,di susul foto hanna yang sedang asyik memilih sayuran.
hanna tida sadar kalau meera memotretnya dari samping.
__ADS_1
selesai berbelanja hanna dan meera makan escream di bangku dengan setumpuk barang belanjaan di sebelahnya.
"Hanna..kamu udah punya pacar??"tanya meera
langsung terlintas sosok pak amar di benaknya hanna,hanna tersenyum langsung menggelengkan kepala.
"kamu sendiri??" tanya hanna balik
"udah,namanya Revan," meera langsung menujukan foto Revan di ponselnya
hanna mendekat melihatnya.
"Duh...kalian manis banget seh" hanna merasa iri melihat foto Revan dan meera memeluk boneka besar.
meera tersenyum bangga,
"ini kan weekend,kenapa kalian gak jalan" tanya hanna menyendok escream memasukan ke mulut lalu menggigit sedoknya lama.
"Revan lagi di luar kota,ada acara pameran karya lukisanya" meera
"0ouh...jadi dia pelukis,mmm..sweet buanget" hanna memeluk kedua pikinya sendiri.
"ngomong² bagai mana tipe cowo yang kamu suka han" meera mulai menyelidik.
"mmm...kaya gimana ya?...,yang pasti baik,romantis,ngertiin maunya aku,kerenlah,sama...jenius" hanna bicara sambil membayangkan pak amar yang berputar² bak model memamerkan pesona di angan²nya,dan hilang langsung gambaran itu seketika dengan kedipan mata dan datang alam sadarnya.
"repot sekali ya..sepertinya laki² yang mau jadi pacar kamu" ledek meera" harus kaya nggak?"lanjut meera.
"kalo kaya bonus lah ya..." hanna langsung tertawa dan meera pun ikut tertawa,dari sejak itu hanna dan meera makin akrab dan saling tukar nomer ponsel dan berbagi cerita masing².
__ADS_1
* * *
jangan lupa tinggalin jejak,komen dan saranya ya...