
Yudha sedang bersiap² untuk pergi k pertemuanya dengan pak hasan.
meera membantu yudha memakaikan dasi yg sedari tadi blm selesai bercermin
sementara amar sibuk dengan berkas² yg menumpuk yg akan di bawa.
"bagai mana??udah siap?" tanya amar pada kedua orang yg masih di depan cermin.
"baik pak" meera menjawab dan menyelesaikan tugasnya memasang dasi.
meera sangat cantik dan pintar,,sebanding dengan ketampananya yudha.
hingga banyak yang mengira kalo mereka sepasang kekasih yg cocok dn sempurna.
seperti biasa amar yg memegamg kendali mobil dan di sebelahnya meera yg duduk.
yudha duduk di belakang yg memang boos muda yg gk mau di ganggu kenyamananya.
jalanan cukup lancar tidak banyak mobil yg berlalu lalang,hingga amar mengemudi dengan cepat untuk memburu waktu,
ckriiit....!!!!
amar rem mendadak di kagetkan orang yg di depan mobil hampir tertabrak.
"ya ampun....gw nabrak apaan tadi" Amar bertanya sendiri.
meera mngusap dadanya kaget.
sementara yudha terpental kepalanya membentur jok kursih depan.menggerutu kesal "loe bisa nyetir gk sih mar,ad orang main tabrak aja" yudha marah²
"sorry yud..gw gk lihat, lagian tuh orang nyebrang mendadak,ya udah gw lihat ke luar dulu ya" amar keluar mobil melihat keadaan luar.
di lihatnya seorang gadis membungkuk memegangi kakinya yg sedikit lecet,
sebenernya gk k serempet sih,dia kaget hingga kepeleset dn sepatunya yg tinggi mendukung untuk terkilir.
"ma'af nona? nona gk papa?" amar mencoba meraih tas gadis itu yg tergeletak d jalan dn menolongnya untuk berdiri tegak.
__ADS_1
"sepertinya nona terluka?? apa perlu ke rumah sakit??" amar merasa bersalah
"gk usah pak,saya cuma terkilir sedikit,dn lecet kaki saya kena sepatu bukan karna mobil bapak" ucapnya yg masih memegangi kakinya yg sakit.
"ouh....nona mau k mana? biar saya antar sekalian"tawar amar
"gak usah pak,saya udah di tunggu di mobil itu sama boos saya" ucapnya sambil menunjuk mobil di sebrang jalan.
"saya bantu nyebrang ya" amar memapah gadis itu dan di repotkan dngan tas beserta sepatu sang gadis yg rusak.
anginya cukup kencang..hingga mengibaskan rambut gadis itu dan berhamburan k wajah amar,tapi anehnya amar tidak merasa risih dan malah menikmati aroma wanginya dan memandangi wajah meringis yg menahan sakit di kaki.
di dalam mobil meera dan yudha cuma melihat kejadian di luar,,dn gk bisa melihat jelas apa yg terjadi.
"amar ngapain lagi pake gadeng² tuh perempuan,mau k mana seh dia" yudha kesal menunggu.
"mungkin pak amar cuma membantunya nyebrang pak" jawab meera meredakan emosi boosnya.
***
"oh,tidak juga pak yudha,kami juga baru datang.karyawan terbaik saya juga sedang ke toilet sebentar,silahkan duduk pak"
yudha dan meera langsung duduk setelah d persilahkan oleh pak hasan.
Amar lebih memilih tempat yg jauh dari meja yg d tempati mereka.
brruuk..!!
sesuatu menabrak badan Amar yg kekar,
amar langsung membatu orang yg terjatuh d depanya.
"nona!! anda d sini??" amar melihat gadis yg sama yg hampir tertabrak mobilnya.
"duh...ma'af pak lagi² saya merepotkan bapak" ucapnya sambil membetulkan bajunya yg sedikit terbuka.
wwwiih...mulus buamget tuh cw,,gumam amar dalam hati.
__ADS_1
"eeeh..enggk nona saya yg minta ma'af,ke dua kalinya nona celaka karna saya".
"gk papa"
"mm...kenalin saya Amar,nona??" amar menyodorkan tanganya.
"hanna"jawabnya singkat"ma'af saya buru²"
"ouh iya..silahkan..."ad rasa aneh saat amar menjabat tangan hanna,rasanya tidak asing seperti sudah bertemu sebelumnya,
amar melihat punggung gadis itu yg mulai menjauh dan di kagetkan ketika duduk bergabung di meja yg sama dengan yudha.
"kenalkan pak yudha,ini hanna...karyawan k banggaan saya,dia pintar,jenius dan propesional" pak hasan mengenalkan.
"hanna pak"
"yudha"
kemudian hanna pun menjabat tangan meera.
pertemuan dan meeting mereka lancar tanpa hambatan sesekali ad canda tawa kecil d antara mereka.Amar hanya merhatikan dari jauh..lebih tepatnya memandang hanna tanpa berkedip mata,,pandanganya turun mengarah k kaki hanna.
hanna hanya menggunakan sandal jepit,dikarnakan sepatunya rusak saat hapir tertabrak mobil tadi.
Amar jadi merasa bersalah atas itu semua.setelah selesai meeting amar menghampiri mereka dan ikut bergabung
hanna terkejut dngan kedatangan Amar.
"pak amar...anda??" hanna belum selesai bicara yudha sudah memotong
"kalian sudah saling kenal??" tanya yudha "hanna dia amar adik saya" yudha mengenalkan ulang.
dan berjabat tangan pun di ulang lagi.
amar kembali merasa aneh saat bersentuhan dengan tangan hanna.
yuuuk...lanjut....!!
__ADS_1