Dia Atau Aku

Dia Atau Aku
Warung pinggir Jalan


__ADS_3

Angin malam sangat kencang membuat semua orang ngilu nusuk tulang.


Hanna berjalan di pinggir jalan menuju gang rumahnya,meera menurunkan hanna di ujung jalan,akan susah parkir mundur kembali ke jalan utama kalo mobil meera sampe ke depan rumah hanna.


tit...tit...!!


Hanna di kagetkan dengan klakson mobil di belakangnya,hanna melipir lebih minggir agar tidak menghalangi mobil lewat.


mobil berhenti saat melewanti hanna,kaca mobil terbuka ada suara memanggil dari dalam mobil.


" Hanna...!!" yudha


" Pak yudha...mau ke mana" tanya hanna.


" Mampir ke rumah kamu boleh??" yudha


Hanna tidak langsung menjawab pertanyaan pak yudha,ia merasa bingung mau jawab apa,tapi gak enak juga kalo harus menolak.


" Mmm...bo...leeh.." hanna mengangguk ragu.


Yudha turun dari mobil ikut berjalan kaki menemani hanna hingga sampai di depan pintu rumah hanna.


yudha ragu untuk masuk ketika sudah sampai di depan pintu.

__ADS_1


hanna pun mengerti keraguan pak yudha,pasti pak yudha akan merasa tidak nyaman di tempat sempit seperti rumahnya.


"Mm..Rumah saya di dalam lagi berantakan pak,bagai mana kalau kita jalan² kaki saja cari makanan ke depan" hanna bicara dengan hati-hati takut salah ngomong.


"Boleh" jawab yudha semangat dari pada harus masuk ke dalam,pasti panas pikirnya.


Yudha dan Hanna berjalan keluar dari gang kecil,di terangi remang-remang lampu jalanan.di jalan raya besar masih banyak mobil yang berseliweran entah pada kemana tujuan mereka.


yudha berjalan dengan kedua tanganya masuk ke dalam kantong celana,sementara hanna masih menenteng tas kerja,karna hanna belum sempat nyampe rumah.


" Awas...pak..!!!" Hanna menarik tangan pak Yudha yang hampir ke serempet mobil.


Badanya tertarik hanna hingga menabrak tubuh hanna terpepet tembok pagar ruko pinggir jalan.


Yudha tidak langsung menghindar melainkan menikmati kedekatan tubuhnya,matanya pun menatap hanna dalam.


Jantung hanna berdetak lebih kencang dari sebelumnya,dia bingung harus menghindar dengan cara bagai mana.


Duuuh...kenapa jadi gini sih,bagai mana kalo pak yudha bisa merasakan detak jantungku yang makin kencang,rasanya nih jantung mau loncat, Bapak minggir dong...jangan bikin saya salting, Hanna bicara dalam hatinya.


" Bapak gak papa?" *hanna bertanya sekaligus menghindar.


" ouh iya*,tidak apa - apa hanna" Yudha tersadar Ambyar.

__ADS_1


Hanna mengajak pak Yudha duduk di bangku warung pinggir jalan,beberapa orang melirik melihat dengan tatapan aneh.Pria Tampan memakai setelan jas lengkap dengan dasi duduk di warung kecil.


" kenapa mereka melihat saya seperti itu?" tanya yuda pada hanna heran.


" Mungkin karna bapak terlalu rapih untuk berada di tempat seperti ini" jawab hanna.


Yudha segera melepas jas dan dasinya menaruh di meja warung,ia merasa melepaskanya lebih baik .


" Abang..Baksonya dua porsi ya" Hanna berteriak pada pedagang Warung.


" Baik bu" balas pedagang itu.


Abang tukang warung membawakan bakso dua porsi beserta saos sambal dan bumbu tambahan lain,ia juga menawarkan menu minuman,beperapa pilihan jus buah,teh manis dan teh tawar pun ada.


Pak yudha hanya memilih air mineral hanna memilih lemontea.


Hanna lahap menyantap Baksonya tanpa harus jaga imez,tidak seperti cara makanya wanita- wanita lain yang jaim ketika di hadapan pria tampan.


Yudha hanya mengaduk - aduk baksonya sembari memperhatikan hanna yang asyik makan bakso,sesekali mengusap jidatnya yang mulai berkeringat.


" Kenapa gk di makan pak,Baksonya enak lho" Hanna bertanya kemudian menambahkan sambal sesuka hatinya ke dalam mangkok yudha.


" Ayo makan" hanna bicara lagi melihat yudha yang masih terdiam,

__ADS_1


hanna langsung meraih sendok yang di pegang yudha menyendok dan menyuapkanya ke mulut yudha,yudha pun meminta sendoknya kembali lalu makan sendiri,sampai akhirnya bakso habis tak tersisa.


* * *


__ADS_2