
Jam 6 pagi meera sudah terbangun lebih dulu,dia sudah rapih mandi dan berpakaian kantor,dengan rok selutut di padukan kemeja yang di masukan rapih di hiasi gesper yang kecil cantik,rambut lurusnya di ikat rapih.
meera membangunkan yudha mengelus-elus dada yudha.
" pak...bangun sudah siang,hari ini banyak jadwal buat bapak" meera mengingatkan yudha sebagai sekertarisnya.
yudha pun terbangun,berpamitan pulang sama mamahnya meera dan langsung masuk mobil melaju pulang.
Dengan waktu yang bersamaan mobil yudha terparkir di garasi mobil amar pun tiba.
mereka sama-sama keluar dari mobilnya dengan pakaian yang di gunakan dari kemarin.
Ibu Hilda firamdhani menyambut kedua anaknya yang baru datang dengan wajah yang pada lusuh.
"Kenapa kalian bisa kompak sama-sama gak pulang semalam,apa kalian sudah melupakan mamah" Bu hilda mencium kening anaknya satu persatu.
Amar Dan Yudha saling pandang Tajam menandakan tanya satu sama lain.
tanpa ucapan pun mereka paham arti tatapan mereka.
" Gw nginep di rumah meera,semalam papah tirinya ngamuk²,gw gk tega ninggalin dia sendirian" Jelas yudha dengan dilangsukan bertanya balik " loe sendiri dari mana??"
"Gw ketiduran di kantor,mau pulang keburu capek" Amar bicara berbohong.
" Eeeh...kalian berdua ini,kalo berjauhan aja saling cari giliran ketemu berantem mulu" Derai mamahnya.
" Buruan mandi loe,harus balik lagi ke kantor" yudha mendorong pundak amar sembari jalan masuk rumah.
__ADS_1
"loe aja duluan,situ yang ada jadwal banyak meeting" balas amar dengan meninju perut yudha pelan.
mereka masuk rumah dengan saling toyor saling memukul satu sama lain,memang itu bentuk dari saling menyayangi dan saling peduli,mamahnya hanya tersenyum melihat tingkah kedua putranya.
Amar dan Yudha terburu-buru balik lagi ke kantor,kali ini mereka berangkat dengan satu mobil.
seperti biasa amarlah pegang kemudi,Yudha sarapan roti berisi selai di jalan yang di siapin mamahnya dari rumah,sesekali yudha menyuapi amar dengan potongan roti yang besar,hingga mulut amar penuh dan kesusahan mengunyah.
* * *
Yudha langsung menuju ruanganya,sementara amar menyapa meera yang sudah standby di meja kerjanya.
amar melihat ada dua meja kosong di belakang mejanya.
" meera..Dua meja kosong itu utuk siapa?"amar bertanya
Meja hanna tepat di belakang meja amar jaraknya cuama dua meter,posisinya saling membelakangi. semakin mudah untuk amar menggoda hanna.
"pagi semua...!!?" Hanna datang bersapa langsung cipika cipiki dengan meera.
"Sama saya enggak cium pipi kiri kana hana" Amar meledek penuh harap.
"yeh...mau nya situ,itu mah" meera yang menjawab dengan memukul tangan amar.
"ya...siapa tau,dapat keberuntungan" amar memandang hanna genit.
Hanna langsung duduk membelakangi amar di mejanya,ia langsung menata tempat kerja barunya.
__ADS_1
"Hanna kalau butuh bantuan tanya saja saya: jelas meera.
"saya juga" amar melanjutkan cepat.
"saya tinggal dulu ya,ada yang perlu di urus di ruangan pak Yudha" meera pergi
amar mengibas-ibaskan kedua tanganya menyuruh meera segera raib di telan pintu,
amar muali menggeser kursihnya mendekat hingga nempel di kursih hanna.
"Ada yang bisa saya bantu nona manis??" Goda amar menatap layar komputer dengan tangan memegangi pipi hanna dan tangan satunya memeluk sandaran kursih hanna.
" Adanya bapak di sisi saya sudah sangat membantu pak" Hanna menoleh dekat ke wajah amar yang menempel dibahunya lalu memencet hidung amar dengan kuat.
"Aau...!!" Amar teriak kesakitan.
" kenapa pak amar??" mera mengagetkan yang tiba² muncul di belakang.
Amar langsung mengadu pada meera menunjukan hidungnya yang sakit lalu di usap mera lembut sambil di tiup perlahan,matanya melirik hanna sengaja supaya hanna cemburu.
sontak hanna menujukan eksfresi wajah yang kesel tidak suka amar di sentuh meera.
amar selalu sengaja meledek hanna agar cemburu sekedar ingin tau seberapa besar cinta hanna padanya.
* * *
gak bosan bosan,jangan lupa tinggalin jejak,vote atau komen saranya.🙏🙏
__ADS_1