
"Meera...kapan peresmian toko yang di luar kota" Tanya Yudha pada sekertarisnya.
" Besok lusa pak yudha" jawab meera yang mengupas buah untuk boosnya.
"Trus kapan kita Berangkat??" yudha bertanya lagi tanpa menoleh dan masih fokus pada laptopnya.
"Besok sore,kita ke bandaranya pak,saya sudah pesan 3 tiket pesawat"
"cuma 3??,Amar gk Ikut??" yudha
"tidak pak,pak amar ada keperluan lain,dia perlu berkunjung ke kantor cabang" jelas meera lagi.
"Apa kamu sudah menghubungi pak Hassan untuk memastikan??" yudha.
"Sudah pak,,tpi hanya tersambung ke sekertarisnya,Beliau tidak bisa hadir,Acara besok di wakilkan pada nona Hanna." meera
"Nona hanna??" yudha mengerutkan dahinya bertanya.
"iya,nona Hanna yang tempo hari menemani pak Hasan di pertemuan malam itu" meera memperjelas.
"ya...saya ingat" yudha pura² baru mengingatnya,padahal gk lupa sama sekali.
bibirnya tersenyum tipis memiliki rencana sendiri.
"meera...atur keberangkatan besok,dan jemput nona hanna sekalian,kita berangkat sama-sama" perintah yudha.
"Baik pak" meera
\* \* \*
triing...!!
handphon Hana berdenting tanda pesan masuk.
" Hai nona Hanna" isi chat yang masuk.
Hanna tersenyum mengetahui chat dari siapa yang masuk
"hai juga pak amar" balas hanna
__ADS_1
"lgi ngapain??" amar
"lagi packing barang buat besok" hanna
"ouh...ke peresmian sama pak Yudha ya??"
"iya" Hanna masih tersenyum mengembang.
" Besok aku anter ke Bandara ya" Amar menawarkan diri.
"Gk usah pak amar,pak yudha udah menyuruh orang untuk jemput saya sekalian" tolak Hanna.
"kalo gitu biar besok saya yang jemput"
"Terimakasih pak Amar" Hanna
"selamat beristirahat" chatting di akhiri amar dengan mengirim emoji tersemyum.
Amar dan Hanna memeluk handphone masing-masing.
Hanna menjatuhkan diri di kasur tempat tidurnya lalu berguling- guling.
sementara Amar lompat-lompat jingkrak-jingkrak di atas kasur,berjoged² asal saking gembiranya.
"Ngapain loe joged² gitu" Yudha bertanya heran.
"Siapa yang joged,gw lagi olah raga,merilekskan otot-otot gw yg tegang" Amar menjawab dengan berpura-pura olahraga ringan.
"Di tunggu mamah papah di meja makan tuh" yudha
"iya,gw nyusul..."amar menjawab sambil mendorong badan Yudha keluar kamar dan langsung menutup pintunya.
kenapa tuh anak!! pekik Yudha dalam hati
\* \* \*
Amar sudah rapih memakai celana jins dan kaos santai,wangi dan nampak segar
.
__ADS_1
"Loe mau kemana mar??" tanya yudha menghentikan langkah amar.
"Jemput nona hana"jawabnya.
"kan udah ada sopir yang mau jemput" yudha
"Udah..biar Gw aja"
"y sudah" yudha tida menaruh curiga.
tok tok tok!!
ketukan pintu di rumah hanna terdengar sampai ke dalam ruangan.
"siapa!!" hanna berteriak dari dalam rumah
"saya...Amar"
"ouh...masuk aja pak,gk di kunci,saya masih di kamar mandi" teriaknya lagi.
Amar langsung membuka pintu dan masuk,melihat lihat ruangan di dalam.rumah hanna sangat sempit hanya satu ruangan yg berisi kasur kecil dan satu sofa dan meja televisi dalam ruangan yg sama,di sampingnya terdapat kamar mandi dan dapur kecil.
aaaaahh....!! hana berteriak keluar kamar mandi tanpa sehelai kain pun.
"Ada apa hanna" Amar kaget dan uuupss...."sorry...sorry...gw cuma lihat sedikit"Amar langsung berbalik badan membelakangi hanna.
"Dasar...!!!" buukk..hana meninju punggung Amar dan langsung mencari -cari handuk.
"kenapa kamu berteriak" tanya Amar.
"Di kamar mandi ada kecoa,ayo ikut aku buang kecoanya"pinta Hanna menarik-narik tangan Amar.
Amar pun ikut masuk ke kamar mandi,kamar mandinya cukup sempit,rada susah memang utuk Dua orang masuk sekaligus.
Amar terpeleset menginjak cairan sabun yang tumpah dan menindih hanna hingga terjatuh berdua,
pandangan mereka langsung menyatu,memburu napas yang tidak beraturan.Amar mendekatkan diri di lebih dekat,seketika hening semua tak terdengar suara apapun,bahkan serasa bumi berhenti berputar dan hanya mereka yang masih memiliki kehidupan,
punggung hanna menyentuh keran hingga Air terjatuh dari soweer membasahi mereka berdua.
__ADS_1
"uuupss...Sorry..." hanna dan amar langsung kendalikan diri masing - masing.
* * *