Dia Atau Aku

Dia Atau Aku
pernyataan cintanya amar


__ADS_3

flashback..!


Amar duduk menggeliat meregangkan otot-nya yang kaku,di pandangnya jam tangan di susul tangan menutup mulutnya menguap.


pandanganya beredar keseluruh ruangan dilihatnya ruangan sudah kosong,amar merapihkan mejanya dan melipat laptop di masukan ke dalam tas.


langkahnya terlihat lesu menuju pintu keluar,di luar masih ada beberapa OB yang masih bebersih.


amar menuju parkiran kemudian keluar menyapa security dengan kaca mobil di buka.


" Malam pak,selamat malam" amar ramah menyapa,secirity membalas dengan anggukan sekaligus memberikan aba² menyuruh langsung karna tida ada mobil lain yang melintas di jalan raya depan Gedung kantor milik Yusman firamdhani Ayahanda dari Yudha rismawan firamdhani pewaris utama perusahaan.


mobil amar melaju bukan arah pulang melainkan ke arah rumah hanna,pikirnya ingin mampir sebentar karna tak kasih kabar atau berkirim pesan semejak kemarin.


Amar turun dari mobil lalu duduk di depan mobil sambil mengeluarkan ponselnya dari kantong celana.


di ketiknya pesan pada kontak bertulisan (Nona manis).


" *apa sudah tidur??" chat amar pada hanna.


menunggu balasan dari hanna amar mengadarkan pandangan melihat cuaca malam yang sepi di gang sempit,mungkin penghuni di sekitar sudah tidur terlelap menghadiri mimpinya masing- masing.


triiing.!!

__ADS_1


Balasan hanna masuk.


" Belum"


"keluar lah...saya di depan rumah" amar memberi tahu.


hanna langsung terkejut menghampiri jendela dan menyingkab gordeng mengintip,memastikan amar tidak berbohong.


tanpa membalas chat lagi hanna langsung keluar menemui amar*.


" Bapak dari tadi??" tanya hanna yang ikut duduk di depan mobil tepat di samping amar.


"yah...lumayan cukup lamalah menikmati angin malam di sini" jawab amar tersenyum memandang hanna dengan hangat.


"mau kopi??" tawar hanna dengan beranjak menuju dapur,namun langkahnya terhenti ketika amar menarik tangan hanna duduk di pangkuan amar.


dengan persiapan yang sudah matang menurut amar ini waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanya pada hanna,tatapanya bertemu dengan mata hanna


semakin dalam amar menatap matanya semakin yakin untuknya untuk menyatakan.


" well you be lover??! hanna" amar bicara dengan suara yang berat


hanna terbelalak dengan ucapan amar,dia tidak percaya dan harus jawab apa.bibirnya berasa kaku tidak dapat bicara hanya pandangan hangat yang penuh cinta terpancar dari matanya.

__ADS_1


amar mempertimbangkan kembali ucapanya melihat exfresi hanna yang membisu.


"ya...saya tidak memaksa kamu untuk jawab sekarang,saya masih bisa menunggu kamu satu.....jam.....dua...jam....atau tiga" jelas amar sambil tersenyum.


hanna menahan tawa mendengar penjelasan amar,bisa menunggu tapi ungkapan yang memaksa,ada juga menunggu satu bulan atau satu tahun ini malah cuma hitungan jam.


hanna memukuli bahu amar kesal namun langsung memeluknya dan mengangguk tandanya mau menerima cinta amar.


amar meraih kedua pipi hanna mencium bibirnya dengan lembut,hanna pun membalas ciuman amar,hingga mereka larut semakin dalam memadu kasih yang selama ini di bendung.


amar melepaskan ciumanya karna hanna gelagepan tidak bisa bernapas,bi usapnya lembut bibir hanna yang merah merona meski tanpa menggunakan lipstik.


" kenapa bapak hanya menjadikan saya pacar bapak,?? bahkan kalau bapak mengajak saya nikah pun saya akan jawab iya" tanya hanna dengan polosnya.


"tidak hanna,tidak sekarang.!!" jawab amar.


" saya gak mungkin mendahului Yudha, dia kaka saya,papah sama mamah memang ingin segera menimang cucu,tapi cucu dari anaknya,bukan saya hanna" amar meminta pengertian dari hanna


sontak hanna pun bingung dengan ucapan amar barusan,apa maksud dari kata-katanya,bukankah amar juga anaknya Yusman firamdhani. hanna ingin bertanya tapi di urungkanya dia tidak berani menangakanya melihat amar yang mulai nampak murung dengan menggenggam tangan hanna.


* * *


jangan lupa vote,like,atau saranya ya ka..

__ADS_1


__ADS_2