Dia Atau Aku

Dia Atau Aku
Masalalu amar


__ADS_3

Amar tiduran dengan menaruh kepalanya di pangkuan hanna,hanna mengelus rambut amar lembut,amar mulai bercerita.


" waktu itu saya berumur 6 tahun,saya tinggal di pantiasuhan.saya berjualan gorengan di siang hari ketika tidak ada kegiatan di panti,ibu pengurus yayasan menyuruh anak² panti untuk berjualan berusaha sendiri,agar ketika tidak ada dana yang masuk dari donatur kami masih bisa hidup tanpa kelaparan,panti kita memang pantiasuhan yang kecil,bukan yayasan besar.


saya kadang ngiri melihat anak-anak lain seusia saya bisa bersekolah,tanpa harus banting tulang seperti kami.


saya berjalan menuju sekolahan sambil berdagang,melihat-lihat halaman sekolah yang luas,saya melihat anak- anak bermain,tertawa,berlarian di saat jam istirahat sekolah.


Teeng..!!


bel sekolah berbunyi tanda jam pelajaran sudah di mulai,anak-anak berhamburan masuk ke keladnya masing -masing.


mata saya masih beredar di halaman sekolah dengan berpegangan pintu gerbang sekolah.


saya melihat ada anak yang terisak menangis di sudut kelas paling ujung,dia menangis dengan memeluk kedua kakinya yang di tekuk.


ada rasa tidak tega melihat anak itu menangis,saya memberanikan diri menghampirinya.

__ADS_1


ku tanyai dia kenapa menangis dengan menghapus air mata yang mengalir deras di pipinya.


tatapan matanya kosong,seperti tidak ada harapan,saya ajak dia duduk di bangku taman sekolah,saya menawarkan diri utuk mendengarkan kegundahan di hatinya.


Dia menceritakan mamahnya masuk rumah sakit,mengalami keguguran saat mengandung adiknya.dia sangat terpukul karna dia benar-benar ingin memiliki sodara,di tambah lagi saat tahu dokter berkata mamahnya tidak bisa hamil lagi,Rahimnya rusak ketika kena benturan keras saat kecelakaan.


Dia tidak terima dan merajuk pada orang tuanya,mamahnya sangat terpukul ketika putranya tidak mengerti keadaanya.


Isak tangis anak itu sedikit berkurang,ada rasa lega di hatinya bisa berbagi cerita dengan saya.


Dari sejak itu saya selalu berkunjung ke sekolah hanya sekedar ingin bertemu anak itu,hari ke hari kami semakin akrab dan anak itu selalu mencari-cari saya kalau saya tidak bisa datang ke sekolah,anak itu mulai tergantung dengan saya.


satu minggu dua minggu sampai satu bulan anak itu belum kunjung sembuh,orang tuanya sangat hawatir dan mencari keberadaan saya,setiap hari orang tuanya menulusuri jalanan di sekitar sekolah sampai akhirnya menemukan saya di panti asuhan.


mereka meminta saya untuk ikut ke rumahsakit menemui anak itu yaitu Yudha rismawan firamdhani anak tunggal dari kedua orang tuanya.


setelah saya menemui yudha di rumah sakit kesehatanya berangsur-angsur mulai membaik,dia sudah mau makan,minum obat teratur di temani saya tiap hari,orang tuanya bolak balik antar jemput saya di panti.

__ADS_1


yudha tidak mau masuk ke sekolah lagi kalau saya tidak sekolah di tempat yang sama,yudha merajuk pada orang tuanya agar menyekolahkan dan mengadopsi saya.


Dan akhirnya saya pun di adopsi resmi jadi anak angkat mereka,mereka menyayangi saya seperti anak kandungnya sendiri,bahkan mereka tidak pernah membeda - bedakan kami karna sayapun begitu menyayangi yudha.


kami sering berebut hal sepele,dari rebutan mainan,makanan,atau pun mamah sama papah.


tapi selalu berujung dengan Yudha mengadu ke papah dan saya mengadu ke mamah" Amar bercerita dengan jelas pada hanna,hanna memahami cerita amar dan kembali memeluk amar,


Amar tertidur di sofa,hanna menghampiri amar dan menyelimutinya sama persis saat Yudha tertidur di rumah meera.


hanya lainya hanna menemani ammar tidur atas kemauanya sendiri tanpa di perintah seperti meera.


mereka tidur saling memeluk,ammar berakhir bermalam di rumah hanna.


* * *


Jangan lupa tinggalin jejak ya,vote,like komen dan saranya,

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2