
Hanna berpamitan pulang di hantar amar,ia mencium tangan ibu hilda dan pak yusman bergantian.
" Hanna pamit pulang dulu ya Om...tante...terimakasih makan malamnya "
" sering - sering main ke sini ya" ucap ibu hilda.
Yudha cuma melambaikan tangan ke arah hanna,masuk mobil yang sudah di tunggu amar sembari menekan klaksonya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang,amar nyetir sembari menatap lekat hanna.
hanna mendorong pipi amar agar fokus kedepan,namun kembali menoleh ke arahnya,di dorongnya lagi pipi amar berulang- ulang.
" Tampanku...lihatlah ke jalan,nanti nabrak" Hanna memeluk tangan amar manja di sambut amar mencium pucuk kepala hanna lembut.
" Kamu manis seh,jadi saya gak puas - puas memandang" ucapnya sembari mengemudi.
"Tampanku, hanna boleh bertanya gak?" ucap hanna ragu.
" tanya apa honey" amar
"seberapa besar tampanku menyayangi pak yudha"
" hei...kenapa kamu tanya itu sayang,ada apa?" amar kembali menatap dengan penuh heran.
"Jawab aja,sebesar apa" hanna penasaran.
" sebesar tak terukur,Besarnya bumi ini pun tak cukup untuk menggambarkan rasa sayangku padanya" jelas amar.
__ADS_1
" kalo sama saya sebesar Apa??"
cckriiit....!!!
Amar ngerem mendadak,kaget dengan pertanyaan hanna,di pegangnya kedua pipi hanna bertanya balik " Apa kamu meragukan ku??"
"Saya tidak ragu sayang,cuma ingin memastikan" Hanna.
" itu sama saja ragu namanya hana" amar sedikit kesal.
" apa semua milikmu akan kamu kasih kalo pak yudha meminta" hanna semakin bertanya yang aneh - aneh." kalo saya di ambil orang kamu mau apa??"
" Hanna...itu tidak akan terjadi sayang"
" Bisa saja terjadi" Hanna.
" Siapapun itu" hanna
" siapapun itu orangnya,manisku hanya milikiku" amar.
" kenapa kita tidak jujur saja pada pak Yudha tentang hubungan kita" ucap hanna mulai gak nyaman sembari mengusap tangan amar.
" tidak hanna...tidak sekarang" Amar masih enggan mempublikasikan hubungan mereka.
" lalu kapan??," hanna sedikit meninggikan nada bicaranya,ia merasa takut.
saya takut,terlalu lama kita tidak jujur,membuat pak yudha semakin mendekati saya,saya tidak punya keberanian untuk menghindar darinya, pekik hanna dalam hati.
__ADS_1
" Ayolah sayang....jangan bebani pikiran kamu dengan hal - hal yang merusak hubungan kita,rileks hanna...rileks" amar bicara dengan mulai menjalankan lagi mobilnya.
hanna menunjukan raut wajah cemberut,kesal dengan amar yang tidak mau jujur perihal hubunganya.
Amar menyadari kalau hanna mulai gak nyaman,diraihnya tangan hanna dengan menyatukan jari² mereka dan saling genggam.
" Hei...you are my life,I will make sure you are happy beside me" ucap amar meyakinkan.
"promise??" Hanna mengangkat kelingkingnya minta janji.
" I won't break my promise " amar melingkarkan kelingkingnya di kelingking hanna.
Hanna sudah yakin dengan sedikit tenang,pasalnya ungkapan amar menjanjikan bahwa dirinya patut di perjuangkan.
Setelah mobil tiba di depan rumah hanna,amar membukakan pintu mobil untuk hanna ala pelayan setia pada tuan putrinya.
amar hanya berdiri mematung bersender pada mobilnya,melihat hanna berjalan menuju rumahnya,hanna berbalik kembali berlari memeluk amar.
"I cant be far from you" ucap hanna setengah berbisik.
" Iya hanna saya tidak akan jauh- jauh dari kamu" amar membalas pelukan hanna.
Amar melepaskan pelukan hanna,menyuruhnya segera masuk.
" masuklah hanna ini sudah larut,kamu istirahat saja,jangan berpikiran yang berat - berat,kalo kamu sakit saya yang akan merasakan sakitnya" amar mulai menggombal lagi.
Hanna pun masuk,amar tidak langsung pergi,ia masih memandangi hanna yang sudah tak terlihat lagi,ia merasa ada yang aneh pada hanna hari ini,terlalu banyak pertanyaan.
__ADS_1
* * *