Dia Atau Aku

Dia Atau Aku
Tugas Di Surabaya


__ADS_3

Ke esokan harinya amar masuk kantor kembali,di dapatinya banyak orang yang berkutat pada komputernya masing - masing.


amar langsung berpacu pada pekerjaanya yang tertunda kemarin.


di kejutkan dengan hanna yang memeluk dari belakann sedikit membungkuk kemudian mencium pundaknya.


" Tampan kuh,apa sudah sarapan" ucap hanna lembut.


" Sudah...manis,tadi di rumah" amarenjawab dengan mengelus tangan yang masih melingkar di lehernya.


" Hanna bawain makanan buat tampan," ucapnya sembari memberikan kotak makanan yang terbungkus rapih.


amar langsung berbalik arah menarik tangan hana menciumnya dan tidak buru - buru di lepaskan,seperti orang yang bergandengan saat mau nyebrang.


" Masak sendiri!!?" Amar.


" Ia dong,husus buat kamu" ucap hanna mencubit pipi amar tidak peduli dengan sekitar.


" Ehem..ehem..!!!" Meera membuyarkan ke romantisan Hanna dan amar,


mereka sontak kaget langsung melepaskan tangan yang masih saja bergandengan kemudian mengatur posisi yang menurut orang akan terlihat wajar.


mata meera melirik kotak makanan yang terletak di meja amar seolah - olah ingin tau apa isinya,amar langsung menggeser kotak makananya ke posisi lain yang tidak terjangkau mata meera.


" kemarin gimana?? Asyik bisa libur sehari" sindir meera.


hanna langsung duduk di mejanya melihat amar mulai sibuk dengan meera.


" kenapa kamu sinis begitu," jawabnya menoleh singkat.


" Gara - gara bapak gak masuk kan kerjaan saya jadi buaaaanyak banget,apa lagi harus menghadapi pak yudha yang apa - apa harus di temenin" adu meera pada amar.


" Sabar ya....." amar mengelus punggung meera.


meera hanya mengangguk ringan.


" Eh....sini deh" amar menjentikan jarinya mera sedikin mencondongkan ke arah badan amar siap memasang telinga baik - baik " Kemaren saya ketemu tasya"bisik amar.

__ADS_1


Dari belakang hana pun sedikit menguping kepo namun tak sedikitpun suara yang dia dapat meski sudah membuka dan menyelipkan rambutnya ke belakang merasa mengalangi pendengaran.


meera melirik sejenak ke arah hanna,ia pun gelagapan seperti orang yang ke tahuan mencuri.


iih..keszel...apa seh yang mereka bicarain' Hanna sedikit cemburu,ia berusaha tak peduli tapi tetap tidak bisa.


" Au....!!!" Hanna berpura - pura cari perhatian.


Amar dan meera sontak berbalik arah langsung mendekat dengan panik.


"kenapa hana??" ucap meera memeriksa hanna yang memegangi tanganya kesakitan.


di susul amar bertanya " Kenapa ada yang terluka"amar lebih panik.


Hana tersenyum penuh kemenangan,ia sedikit kikuk karna memang sebenarnya tidak ada apa - apa


"...Eeeee...ini tangan saya kejepit" Ucapnya sembari menunjukan kelingkingnya.


" Yeh...aku pikir kamu kenapa - napa han?" meera merasa tertipu.


Rriliiing...!!


" Meera tolong masuk ke ruangan saya" Yudha memerintah.


" Baik pak" Dengan singkat meera menjawab langsung perki ke tempat tujuanya.


Seperginya Meera ke ruangan pak Yudha yang tidak bisa di tunda - tunda ketika sudah memerintah hanna langsung pasang wajah cemberut,manyun menunyjukan eksfresi tidak suka.


" Kenapa manis...ko cemberut gitu,cemburu ya...!??" Ledek Amar pada hanna dengan eksfresi menggoda.


" Tidak,siapa yang cemburu" manyunya bertambah level.


" Ah masa seh" Amar menggoda semangkin menjadi,


Saat amar dan hanna mencuri - curi waktu di sela - sela jam kantornya yang selalu ia manfaatkan meski sejenak namun ada rasa kesenangan tersendiri bagi mereka yang sedang di mabuk cinta gila ' love is crazy'


.

__ADS_1


.


.


.


.


Seperti biasa Meera masuk ke ruangan pak Yudha yang memerintah,menyambutnya sopan dan selalu siap apapun tugas yang di berikan padanya.


" Meera duduklah..." ucap Yudha dengan menunyjuk kursih tepat di hadapannya." Ini kenapa ada yang komplain tentang Tender kita yang berbulan - bulan masih belum selesai juga,ada apa?Apa belum surpay lanjutan ke Sana?" yudha membulak - balikan beberapa berkas." Harusnya kan akhir bulan ini juga udah selesai,knapa masih belum juga ada kabar kapan peresmian" ucap yudha panjang lebar,meera berusaha mencerna dan mencari jawaban yang tidak akan membuat Boosnya marah.


" Maaf pak,Akan segera saya selesaikan minggu ini juga Pak,saya janji,Tapi saya butuh satu patner kerja yang sudah handal untuk mempercepat agar tidak terbengkalai lagi" ucap meera mengajukan ke inginanya.


" Kalo gitu kamu Ajak Amar saja,biar semuanya cepat clear" Yudha berpendapat.


" Baik pak,akan segera saya urus keberangkatan kita sore ini juga" meera


" Bagus.!! "


" Kalo gitu saya permisi pak" meera segera undur diri.


Masalah apa lagi ini,Kerjaan jadi tambah banyak lagi saja,meera bergerutu dalam hati.


Setelah menutup ruangan pak Yudha meera menarik napas panjang lalu membuangnya kembali sembari berjalan menuju meja kerjanya.


" Kenapa lagi meer? " Tanya amar mengerti akan suasana hatinya.


"Sore ini juga kita ada tugas di luar kota" meera memberi tahu.


"Apa ada masalah?" Amar bertanya kembali.


" Itu lho...Tender yang ada di surabaya,masih blum kelar juga,kita suruh surfay sekaligus menyelesaikanya" meera menjelaskan.


" Berapa lama?"tanya amar singkat.


" Kurang lebih satu minggu".

__ADS_1


Setelah mereka saling berdiskusi,dan mempersiapakan segalanya sorenya pun langsung berangkat.


* * * *


__ADS_2