Dia Atau Aku

Dia Atau Aku
Kecemasan Hilda


__ADS_3

Sesampai Di Rumah yudha yang di antar Hanna di sambut kedua orang tuanya,


Kedua orang tuanya memang tidak bisa menemani atau sekedar berkunjung ke rumah sakit saat anaknya di rawat,Amar yang melarangnya.


Umur orang tuanya sudah tak muda lagi,akan rentan terkena virus² di rumah sakit.


Apalagi virus covid 19 menyerang orang - 0rang yang sudah sepuh juga yang kekebalan tubuhnya berkurang.


Di masa pandemi seperti ini semua rumah sakit melarang orang yang berkunjung dengan jumblah yang banyak.


" Terimakasih ya hanna,sudah aterin anak saya" ibu hilda berterimakasih.


Ibu Hilda mengajak hanna masuk dan berkeliling - keliling rumahnya,hanna nampak Ttegun dengan bangunan rumah yudha yang luas,besar dan bertingkat,


dengan tangga yang melingkar di hiasi beberapa barang dan pernak- pernik yang berkelas,pasti arsitek handal yang mencang rumah ini nampak mewah.


ini pertama kalinya hanna melihat rumah sebesar ini.


waaah...rumahnya besar sekali,ini seh istana namanya,gk ke bayang kalo harus bebersih rumah ini sendirian,,ucap hanna dalam hati.


Hanna langsung akrab dengan Ibu Hilda,tidak sulit baginya untuk beradaptasi,meski Ibu hilda dari kalangan atas.


"Hanna jangan sungkan,anggap aja rumah sendiri,Ibu tinggal dulu ya" Ibu hilda perki masuk ruangan lain.


Yudha memanggil hanna dari lantai atas,Dia berdiri di pinggir tralis tangga.


hanna berjalan menaiki anak tangga perlahan,dengan mendongak ke atas melihat yudha.

__ADS_1


mereka berdua berbincang - bincang di kamar Yudha dengan pintu di biarkan tetep terbuka,


Bi amah asisten rumah tangganya membawa jus jeruk dan camilan kentang goreng,menaruh makanan di meja lalu langsung undur diri.


Hanna memandang ke luar kamar menatap pintu yang di sebrang kamar yudha bertulisan nama AMAR.mungkin itu kamar amar pikir hanna,terlihat jelas dari tulisanya.


" Pak yudha saya minta maaf ya,gara² saya bapak masuk rumah sakit" hanna bicara ragu.


"Eeeh...udah,gak usah di bahas,saya senang bisa Makan bareng kamu" yudha mendekat.


hanna lagi - lagi bingung cara menghindarinya,Apa lagi posisi Hanna mepet tembok,jadi semankin susah untuknya menghindar.


" Hanna...,Jujur saja dari pertama kali kita bertemu saya tertarik sama kamu,Matta...kamu,bibir...kamu....rambut...kamu..saya tidak bisa lupa" ungkap yudha memainkan rambut hanna.


Tangan dan kaki Yudha masih mengunci tubuh hanna,tambah di pepetnya lagi tubuh hanna.


Hati ibu hilda langsung resah bercampur gelisah,dia tidak mau ada perpecahan di antara keduanya.


" Mah....,yudha mana" amar mengejutkan inunya


ibu hilda langsung menghampiri amar sebelum amar yang menghampirinya.di ajaknya amar turun ke bawah guna mengalihkan amar dari yudha dan hanna.


" yudha mana mah??" amar bertanya ulang yang di giring terus berjalan menjauh,ibunya masih belum menjawab.


" Temani mamah siapin makan malam dulu yuk" Hilda beralasan.


Di dapur amar sibuk membantu mamahnya dan Bi amah.

__ADS_1


amar menuangkan air ke gelas,dia merasa haus, amar terhenti mamahnya menyentuh tangan amar lembut dengan bertanya.


" Bagai mana hubunganmu dengan hanna nak??"


" Amar sudah jadian mah" jawab amar santai lalu meneguk air minum.


mamahnya memejamkan matanya cemas,yang di takutkanya terjadi.


" Kenapa mah?" amar menatap balik cemas.


" Gak papa nak" hilda menutupi kecemadanya dengan kembali membereskan piring.


" Hmmm....mamah mulai bohong ya sama amar" Di peluknya ibu hilda dari belakang sembari menyandarkan dagunya di bahu hilda.


" sebenernya ada apa" masih memeluk belum melepaskan.


" Duh...anak mamah,selalu gelendotan,gak di mana gak di mana,gak malu sama tamu" Yudha bicara dari belakang yang baru datang bareng hanna.


Amar melepaskan pelukanya,lalu melempar jeruk ke arah yudha yang segera di tangkap sigap oleh yudha.


" Banyak- banyak makan buah loe,biar gak gampang sakit,udah jarang olah raga makanya bakso lagi yang gak sehat" amar melirik hanna menyindir.


Makan malam di rumah yudha nampak tenang tanpa ada ribut - ribut saling ledek dari yudha dan amar,mungkin itu karna merada gak enak karna ada hanna.


mereka makan dengan ngobrol santai.


* * *

__ADS_1


__ADS_2