
Amar dan Yudha sarapan pagi d meja makan,
beberapa buah,Roti,jus dan makanan lainya berjejer di meja.
mereka menikmati makanan masing² dan sesekali bercanda dngan saling lempar benda kecil,ato makanan ringan.
"Pagi anak² papah...." sapa Yusman firamdhani yg turun dari kamarnya.
"Papah udah bangun,Kapan papah ke kator lagi,"Tanya Yudha yg masih mengunyah makananya.
"Papah Udah tua yudha...,papah percayakan semuanya sama kalian berdua saja,toh selama ini aman² saja kan,papah ingin menikmati masa tua dengan santai menemani mamah kalian" jelasnya panjang lebar.
meski orang tua mereka sudah tak muda lagi tpi mereka masih tetep romantis dan harmonis,anak muda jaman sekarang masih bisa d imbanginya.
Yudha dan Amar hanya tersenyum melihat kemesraan mereka.
"Baiklah tuan Ratu...anda saya culik dulu dari samping Raja mu,ayo kita joging dulu" Amar menarik lembut tangan mamah nya untuk ikut menemaninya lari pagi d jalanan komplek.
Memang cuma amar yang merhatikan kesehatan mamahnya agar tetap vit,dari mengajaknya olahraga,menngingatkan makananya...juga lain lain nya.
sementara amar dan mamahnya lari pagi,Yudha masih sarapan di barengi papahnya.
"Pah....Yudha...lagi suka sama gadis" ceplosnya pada papahnya.
"ouh...ya...siapa?meera?" yusman firamdhani antusias mendengarkan anaknya.
__ADS_1
"Bukan pah, aku baru bertemu denganya semalam,Dia begitu cantik,pintar,manis dan cara kerjanya juga sepertinya bagus" jelas Yudha dengan membayangkan wajahnya di angan²
"wooW..menantu idaman dong ya,masalahnya dia suka kamu gk??" papahnya berbalik tanya
"gk tau pah" Yudha melanjutkan suapan berikutnya.
"hmmm...jangan² dia akan suka sama km karna Amar juga,sama seperti halnya cara kerjamu dan prestasi kamu yang selalu di bantu Amar". Ledek papahnya.
"Jangan gitu dong pah...,,papah ko gk dukung anaknya seh.tolongin aku pah,papah kan paling pintar dalam merayu wanita," Yudha tertawa kecil.
"eeeetss...jangan Salah,papah cuma merayu mamahmu" Yusman gk terima.
pembicaraan mereka berlangsung sampai Amar dan mamahnya kembali.
Amar berlari-lari kecil mengimbangi mamahnya yg sudah tidak muda lagi.
"Mah...Amar ketemu Gadis,dia persis Aiyra,cara dia bicara,cara dia berjalan..pokonya semuanya mah" jelas amar pada mamahnya yang berjalan mundur di hadapan mamahnya yg masih berkari kecil.
Hilda firamdhani langsung berhenti dan memeluk Amar.
"Akhirnya....kmu menemukan dia" mamahnya begitu gembira mndengar berita itu,ya...karna mamahnya yg selalu setia mendengarkan cerita masa lalunya Amar.
"Tapi amar belum yakin itu dia ya mah..,ini udah 20 tahun,siapa tau amar salah,amar masih menyelidiki" amar ragu dan menatap mamahnya dengan menggenggam tangan wanita paruh baya itu.
Ibu Hilda firamdhani yg selalu di sebut ibu ratu oleh kedua anaknya mengusap pucuk kepala amar dengan lembut dan meciumnya.
__ADS_1
"Sabar nak...klo memang gadis itu jodoh kamu,pasti ketemu,dengan cara yg di tentukan Allah" nasehat mamahnya meyakinkan.
Amar menggangguk antusias dan sudah menampakan lagi senyumnya..
dan melanjutkan berlari.
"Ketemu di mana sama dia??,siapa namanya??gimana sikapnya??" rentetan pertanyaan di lontarkan pada Amar
"Namanya hanna mah,dia Manis banget,dia juga ramah"
"ouh ya...." mamahnya melotot meledek.
" Dan parahnya mah..Aku hampir nabrak dia mah,untung dia gk kenapa-napa,
uuuuh....mah....rambutnya wangi banget, bla bla bla bla.."Amar semangat bercerita
Hilda firamdhani masih setia mendengarkan dan membalasnya dengan anggukan-anggukan ringan dan tersenyum.
* * *
NeeX!!
Jangan lupa like ato komen ya..
kasih saran
__ADS_1