Dia Atau Aku

Dia Atau Aku
keakraban meera dan amar


__ADS_3

Yudha memandangi potret Hanna di layar ponselnya yang di kirim meera kemaren.


hanna...gw gk punya keberanian hanya sekedar untuk mengajakmu makan malam


rasanya bibir ini kelu tak mampu bicara saat bersama denganmu..


meera masuk ruangan Yudha dengan membawa berkas-berkas yang perlu di tanda tangani dan data-data tentang hanna.


"permisi pak yudha selamat siang,ini ada berkas yang perlu bapak tandatangani,


dan ini data-data yang bapak minta kemaren,juga nomer ponselnya" meera menyerahkan semua yang dia bawa.


"iya,Terimakasih meera,bagai mana kemarin apa nona Hanna curiga?" tanya yudha ingin tau.


"sepertinya nona hanna tidak curiga sama sekali pak,kemarin pembicaraan kita memang ngalir gitu aja,dan nona hanna orangnya asyik jadi gampak untuk saya adaptasi" meera menjelaskan semua dengan detail kejadian kemaren sampe hanna yang hampir keceplosan pun meera ceritakan semua.


"Trus kapan dia mulai masuk kantor kita" yudha


" mulai besok pak,tadi saya sudah hubungi pihak kantor pak hasan dan katanya hanna sudah tidak masuk untuk mempersiapkan,karna ada beberapa data yang harus di pindahkan ke pihak kita" jelas meera.


" saya permisi ya pak, masih ada tugas yang belum saya selesaikan" meera undur diri.


meera keluar ruangan menuju meja kerjanya sendiri yang bersebelahan dengan meja Amar


amar sedang sibuk dengan kompyuter di hadapanya hingga tida menyadari meera sudah tepat di belakanya.


Buuuk...!!


meera memukul bahu amar,sontak amar pun kaget hingga menyenggol ponselnya jatuh.

__ADS_1


meera memang lebih akrab pada amar ketimbang Yudha.


"Eh..sorry sorry.." meera segera meraih ponsel amar dan di lihatnya foto sapu tangan berinisial 'H'


amar langsung menarik ponselnya dari tangan meera " Dari mana??" tanya amar tanpa noleh pada meera masih fokus pada kompyuter.


" Dari ruangan pak yudha,saya suruh persiapkan meja kerja buat hanna besok" meera menjawab yang masih berdiri di samping amar dengan tangan masih menempel di bahu amar.


amar langsung menoleh dan menggeser kursih menghadap meera.


" Besok!!" amar


" iya,ternyata hanna orangnya asyik lho pak,saya kemarin seharian bersamanya" meera bercerita.


" ngapain??" amar langsung heran


"yah...ko ngapain seh pak,biar tambah akrab aja kan besok hanna mulai disini,jadi mulai besok saya ada temenya" meera merasa senang.


"bosen lah ketemunya bapak lagi bapak lagi" jawab meera sambil menepuk pundak amar yang mulai fokus lagi ke kerjaanya.


" Awas kamu ya..,jangan minta bantuan saya kalo mau pamit ketemu pacarmu" amar mengancam.


"yah...ko gitu seh pak,maaf deh...saya bikinin kopi deh,yah..yah...jangan marah," meera menarik kursih yang di duduki amar kembali menghadap dirinya.


meera berjalan menuju dapur kantor,di susul amar mengikuti sambil menarik rambt meera jahil.


Amar duduk di sebelah mesin pemanas air sementara meera mulai meracik kopi,tanpa bertanya lagi meera memasukan gula dua sendok ke gelasnya amar.


meera memang sudah paham dengan selera cita rasa yang di suka amar.

__ADS_1


" gimana hubunganmu sama Revan??" amar memulai pembicaraan.


" Udah jarang komunikasi,dia sibuk terus,saya juga gak punya waktu hanya sekedar menemaninya jalan atau makan,bapak juga kan tau sendiri kemana² saya harus selalu ada di samping pak yudha,kapan pun pak yudha butuh saya,saya harus selalu siap dan ada." meera sedikit mengeluh


" sabar ya meera.." amar menggenggam tangan meera tanda peduli


"ya saya juga sedikit-sedikit mulai mengurangi kemauanya yudha,supaya yudha bisa mandiri,gak mungkin kan saya di sampingnya terus,agar kalau saya pergi yudha gak kehilangan saya" amar bicara masih menggenggam tangan meera dan menatap hangat.


kedekatan amar dan meera membuat orang sekelilig jadi canggung,sampai - sampai OB yang mau masuk balik lagi gk enak sama mereka berdua.


Buukk!!


meera meninju lengan amar, " Auu..!! sakit tau" amar mengusap-usap bagian lenganya yang sakit.


" memangnya Bapak mau pergi kemana??" meera sedikit jengkel


" kemana !!? gak ke mana - mana" amar jawab dengan santainya.


meera cemberut dengan melipat kedua tanganya merajuk memalingkan wajahnya ke arah lain.


" heei...jangan cemberut dong,jelek tau" bujuk amar dengan menyisipkan anak rambut meera ke belakang telinga.


seseorang masuk ke dapur memberi tahu meera di tunggu pak Yudha di ruanganya.


" Tuh kan,baru di tinggal sebentar udah di cari-cari lagi,bagai mana saya menghadapi pak yudha yang banyak maunya kalau bapak mau pergi" meera mengadu


"ssuutt..udah sana gih urus bayi Besarmu,udah di tungguin tuh" amar menggiring meera keluar dapur dengan membawa dua gelas kopi.


meera menju ruangan pak yudha,sementara amar langsung duduk kembali ke meja kerjanya dan meletakan gelas kopi di meja meera yang bersebelahan dengan mejanya.

__ADS_1


* * *


__ADS_2