Dia Atau Aku

Dia Atau Aku
keberangkatan


__ADS_3

" Kalian lama banget,,ngapain Aja??" yudha sudah menunggu


" maaf pak Yudha tadi saya yang salah, saya yang belum bersiap - siap ketika pak Amar sampai di rumah saya" jelas Hanna dengan menatap pak Amar,Amarpun menatap balik.


"Pah...mah...kenalin ini Hanna"


"Hanna om...tante..."sapa hanna ramah.


" ouh...jadi ini yang namanya hanna" ucap pak yusman firamdhani meraih tangan hanna" kamu cantuk ya"


"Ah..enggak om,biasa aja" hanna tersipu malu.


pak yusman langsung menggoda Yudha dengan lirikan nakal.


"Apaan sih pah" yudha kikuk.


begitu juga dengan bu hilda firamdhani langsung tersenyum pada Amar,dan amar berkedip mengiyakan.


"ya udah...ayo masuk k mobil,nanti ketinggalan pesawat,ini udah terlambat" jelas bu hilda firamdhani


semuanya langsung berpamitan dan bergegas masuk k mobil,yudha dan Hanna duduk di kursi belakang,


meera di depan di samping Amar yang mengemudi.


amar membuka pintu mobil dan kembali keluar,memghampiri bu hilda dan memeluk dan menciumnya.


"Do'ain Amar ya mah" amar kembali memeluk bu hilda


"Iya nak...mamah pasti do'ain kalian,hati hati sayang" bu hilda mengusap pucuk kepala putranya.


di dalam mobil.


"Selalu ini amar,Manja banget seh nih anak samaMamah,padahal kan cuma mau nganterin kita ke bandara doang nanti juga balik lagi,kaya yang mau berangkat perang aja" gerutu yudha kesal.


meera dan hanna hanya tersenyum.


" Udah..sayang- sayangan sama peluk pelukanya" sindir Yudha ketika Amar sudah masuk lagi ke mobil.


"iya...sabar kenapa seh" Amar membela diri.


di perjalanan semuanya terdiam,Yudha sibuk dengan handphonnya,meera melihat jalan dari jendela mobil,


sementara amar sesekali curi-curi pandang lewat kaca pada Hanna,hanna pun membalas senyuman.


tidak ada yang sadar kalo ada dua anak manusia yang saling jatuh cinta di dalam satu mobil.


"hem..hem.."Yudha berdehem.


amar dan hanna sontak kaget dan saling berpaling


padahal yudha berdehem ingin mencairkan suasana bukan karna sadar pada dua anak manusia itu.


"Hanna??" yudha

__ADS_1


"iya pak yudha"


"mmm...gimana kabar nona??"


"alhamdulilah...baik pak"


"mulai kapan nona hanna akan di pindah tugaskan ke kantor saya??"tanya yudha


"kata pak hasan setelah peresmian toko selesai saya langsung di pindah tugaskan,itu pun atas permintaan pak yudha sendiri" jelas hanna.


ouh...jadi hanna akan di pindahkan ke kantor kita,atas dasar apa yudha memintanya??


aku rasa di kantor tidak kekurangan orang,atau pun butuh staff baru.


apa jangan - jangan yudha suka lagi sama hanna.


amar bertanya dalam hati sambil mengemudi.


"hei amar..jangan ngelamun,nanti nabrak lagi"yudha membuyarkan pikiran amar.


"ya...kali gw nabrak lagi,memangnya nabrak itu hobby" amar menjawab dengan melirik hanna dari kaca.


hanna pun langsung tertunduk malu.


" mana ada nabrak hobby,kalo gk jatuh ya sakit,jangan ngaco kamu" yudha bingung dengan ucapan aneh amar


bukan jatuh sakit,tapi jatuh hati.pekik hanna dalam hati dengan menahan senyum


cuaca rada dingin,karna hujan juga mulai turun,


"yah...hujan,alamat di tunda neh keberangkatanya" ucap meera


"ya...tunggu aja"amar menjawab.


yudha meperhatikan hanna yang yang menyantap makananya.


ada sedikit makanan yang tersisa di ujung bibir hanna.


yudha dengan lembut membersihkan dengan jarinya.


amar menatap geram tingkah yudha,dia mulai mencium ketertarikan yudha pada hanna,amar mengepalkan tanganya di bawah meja,


entah dia marah sama siapa yang jelas dadanya terasa sesak,dan ingin menggebrak meja.


tapi amar berhasil mengendalikan emosinya.


"saya..ke toilet dulu ya"Amar berpamitan.


hanna pun sama langsung berpamitan ke toilet,tidak ada yang curiga sama sekali entah yudha maupun meera.


hanna berdiri di depan pintu toilet,,menunggu amar keluar,karna memang toilet pria dan wanita berbeda.


"amar" panggil hanna saat melihat amar keluar dengan wajah yang basah habis di bersihkan.

__ADS_1


"hanna"amar


hanna menyodorkan sapu tangan ke amar,amarpun meraihnya dan mengeringkan wajahnya.


"saya lihat tadi pak amar merasa tidak nyaman saat pak yudha..." hanna belum selesai bicara jari amar mendarat di bibir hanna


"ssstts..jangan di teruskan,saya gk akan sanggup mendengarnya" ucap amar mendekat.


"tapi kenapa pak??" hanna.


"tidak apa-apa"


"ayo...hujan sudah reda,pasti yudha dan meera sudah menunggu" jelas amar


amar mendorong strolly barang² menuju pintu keberangkatan.meera dan hanna saling bergandengan mulai akrab,hanya yudha yang berjalan dengan gagahnya memakai kacamata hitam tak melihat keadaan sekitar,padahal cuaca masih gelap karna habis turun hujan yang ada tambah gelap kale.


amar melambaikan tangan pada mereka ber tiga,Yudha,meera dan hanna.


di dalam pesawat yang masih belum lepas landas hanna duduk bersebelahan dengan yudhha,sementara meera di belakanya.


tring...!!


bunyi pesan masuk ke handphone hanna


" hati-hati manis,jangan lama - lama nanti rindu"


Hanna tersenyum membaca pesan dari amar


di kagetkan yudha yang memningatkan hanna.


"nona hanna matikan telpon anada,"


hanna hanya menggangguk


dan segera memablaas chat dari amar


"*iya"


dan langsung mematikan telpon genggamnya.


"apa..!!!, cuma balas (iya) gak ada kata - kata romatis gitu buat aku"amar kesal dengan balasan hanna*.


amar mengeluarkan sapu tangan dari katong celananya,ya..saputangan milik hanna,di ciumnya sapu tangan berkali- kali.


"haa...aromanya hanna banget"


amar langsung menuju mobilnya dan berlalu pulang.


amar melihat baju hanna yang di pakainya tadi ada di jok belakang.amar meraihnya dan memeluknya dengan tangan satu,karna yang sartunya pegang setir.


Hanna...kamu manis banget,,


teringat lagi adegan hanna yang mencium dirinya.

__ADS_1


__ADS_2