
siang itu sangat panas terik,namun acara peresmian toko tetap berjalan lancar,
yudha memotong pita tanda resminya toko di buka.
di dampingi meera dan hanna yudha merasa tidak kesulitan meski tidak adanya amar.
maklum yudha sudah ketergantungan amar.
acara di hadiri banyak petinggi- petinggi perusahaan ternama.
acara di sambung dengan pesta meriah,para tamu undangan saling menyapa dan bebagi cerita tentang perusahanya.
Hanna nampak pucat dan lemas.di tambah banyak kerumunan orang membuat Hanna jadi sesak napas.
"pak yudha..sepertinya nona hana sedang sakit,wajahnya nampak pucat" meera memberi tahu.
yudha langsung menghampiri Hanna yang duduk di kursih sendirian.
" Nona hanna baik - baik saja??" tanya yudha cemas.
"kepala saya sedikit pusing pak,tekanan darah saya rendah,saya juga tidak bisa berada di tengah - tengah banyak orang."hanna mulai berkunang - kunang.
"Kalo gitu,Kita pergi saja dari sini,mari saya bantu" yudha meraih tangan Hanna." lagi pula acara yang penting sudah selesai,tinggal sambutan-sambutan dari pengisi acara.
Hanna menurut mengikuti langkah yudha dengan tangan yang masih di gandeng.
"meera,kalo ada yang cari saya,bilang saya ada acara lain tidak bisa di ganggu" yudha memerintah.
"Baik pak" meera mengangguk paham
* * *
yudha dan hanna duduk di taman teras kota tidak jau dari acara peresmian tadi.
"sekarang bagai mana?? sudah enakan??" Yudha bertanya penuh hawatir.
"Berkat bapak mengajak saya kesini,jadi lebih baik,di sini banyak pohon dan ada anging yang sejuk saya jadi bisa bernapas lega" hanna merasa lebih baik
__ADS_1
yudha menyodorkan botol air mineral,hanna meraih dan segera meminumnya.
"Terimakasih pak" ucap hanna.
"Sama-sama" nona hanna kenapa bisa sakit??apa nona hanna belum sarapan??"tanya yudha lagi.
"saya tidak sakit pak,saya memang tidak biasa berada di tengah² orang banyak,bawaanya pusing,sesak napas,tidak bisa kena hawa panas,kalo di biarin bisa mimisan pak" jelas hanna.
"mimisan?? apa itu??" yudha penasaran langsung menghadap ke arah hanna,yang masih duduk berdampingan.
"mimisan itu keluar darah dari hidung" hanna memperjelas.
"Sakit!??" yudha
"enggak sakit,tidak berasa sama sekali malah,hanya saja pembuluh darah di hidung mudah pecah karna cuaca panas" Hanna
"ouh..." yudha mengangguk.
hanna menatap langit,ada layangan putus,langsung bangkit mengejar layangan tersebut.
"nona..hati - hati jangan berlari,nona masih sakit" Yudha penuh khawatir
meski yudha ikut berlari dengan hanna namun pandanganya masih ke wajah hanna belum berpaling.
dilihatnya rambut hana yang berhamburan kesana kemari terkena angin,betapa manis dan cantiknya hanna dengan ekspresi polos yang masih menatap langit sambil berlari menarik tangan yudha,
yudha tersandung dan terjatuh,bahkan hanna hampir terjatuh pula karna tangan mereka saling menggandeng.
meski yudha terjatuh dan berguling di rumput dia masih tersenyum dan tidak berpaling pandang dari hanna,namun hanna masih tidak menyadari.
" hahaha...ha..." hana tertawa terpingkal memegangi perutnya
Hanna ikut duduk dan berbaring di sebelah yudha di atas hamparan rumput tebal seperti lapangan.
mereka berdua menatap langit melihat layangan yang semakin menjauh.
"Apa bapak suka layangan??" tanya hanna yang masih menatap langit.
__ADS_1
yudha langsung mengarah menghadap hanna.
lagi lagi yudha tak bisa memalingkan pandanganya dari hanna,mendengar dan melihat hanna bercerita panjang lebar.
"Dari kecil saya suka banget sama layangan,dulu saya punya temen yang sering menemani saya bermain,entah di mana dia sekarang,sejak saya di adopsi orang dari panti asuhan,kami sudah terpisah dan gak pernah bertemu lagi" hanna tenggelam dengan ceritanya.
yudha tidak medengar jelas cerita hanna,dia hanya fokus memandangi wajah hana.
trrring...!!
ada pesan masuk di handphon hanna
"nona manis,kapan balik??'" chat dari Amar
"Besok pak"
"Rindu ini sudah menumpuk" amar menggombal.
"hemmm😊😊" hanna
"serius nona hanna"
di lanjut Amar mengirim potret tanganya yang menggenggam sapu tangan hanna.
hanna tersenyum mengembang bak roti pake permipan.
hanna pun mebalas dengan memotret lagit berwarna biru.
" Dari siapa??" tanya yudha...
yang masih merhatiin hanna.
" oh...dari teman" hanna mengangkat handphon kemudian mengantonginya lagi.
* * *
Langit,,apa coba,gk ngerti gw" amar bingung.
__ADS_1
tapi amar langsung menjadikan gambar langit itu sebagai layar utama.