
meera segera memangil pembantunya yang sedari tadi sembunyi ketakutan karna ulah papah tirinya.
seisi rumah berantakan,kursi² geser dan terbalik semua,pecahan gelas,vas bunga beserta barang² berceceran di mana².
" mbak...!!! tolong bawa adi tidur ke kamarnya ya" meera meminta tolong pada pembantunya.
" iya non" mbak yani menurut.
meera mematung melihat isi rumahnya,bingung harus dari mana dia mulai membereskanya,sementara malam mulai larut,dan meera merasa lelah seharian sudah kerja di kantor di tambah membereskan seisi rumahnya.dia sampai lupa tujuanya mengajak pak yuda kerumah untuk makan malam.
"ya ampun pak..maafkan saya,saya ngerepotin bapak" meera minta maaf.
" gak papa,gak usah sungkan" yudha.
meera mulai membereskan rumahnya di bantu yudha,dari yang membesihkan pecahan² kaca,kursih yang terbalik,menyapu lantai lalu mengwpel.
ternyata pak yudha orangnya peduli gak gengsi ikut bebenah rumah,bertolak belakang dengan sikapnya kalau lagi di kantor,kekanakan,angkuh dan doyan memerintah ucap meera dalam hati,bengong mematung,memandang ke arah pak yudha yang sedang ngepel,meera masih memegang sapu di tanganya.
* * * *
__ADS_1
setelah selesai dah beres semua meera menyiapkan makanan yang sudah di hangatkan.yudha sudah duduk menghadap piring kosong di meja seperti anak kecil yang menunggu bagianya.
meera menuangkan nasi di piring yudha lalu menyodorkan mangkuk sayur serta beberapa lauh,meera dan yudha makan bersama.
"meera,papah kamu kenapa bisa begitu" yudha memulai pembicaraan sambil menyendok makananya.
" Papah tiri saya memang begitu,semejak adik saya baru lahir papah sering minum² dan berjudi,papah tidak pernah menang dan berhutang sama temanya,tiap malam selalu pulang larrut kadang bahkan tidak pulang.
mamah mulai kesusahan karna papah tidak kerja lagi hanya mengandalkan judi,dari situ saya mulai kerja jadi sekertaris papahnya pak yudha,sampai tuan besar menyerahkan jabatan sama pak yudha tuan besar maunya saya tetap jadi sekertaris di perusahaanya bapak,sampai saat ini" meera bercerita sambil makan hingga suapan demi suapan makanan habis.
yudha masih belum selesai makan,karna tadi terhenti saat mendengarkan cerita meera,sementara yudha menghabiskan makanan meera memotang buah apel untuk cuci mulut.
yudha sudah enggan untuk pulang,sudah terlalu capek untuknya yang harus nyetir mobil menuju rumahnya yang masih jauh.
yudha memutuskan untuk bermalam di rumah meera,yudha juga sudah ngabarin orang rumah bahwa dia tidak pulang agar mamah papahnya tidak hawatir.
yudha tidur di sofa ruang tanmu,ia masih berpakaian kerja yang sudah lusuh.yudha tertidur dengan televisi yang masih menyala.
meera menghampiri yudha yang sedang tidur membawa selumut dan menelimutinya pelan agar tidak mengganggu tidurnya.
__ADS_1
sepelan itu pun yudha terbangun saat meera menyelimutinya ada sesuatu yang hangat menempel tubyhnya.
yudha meraih tangan meera yang masih menyentuh selimut,lalu menariknya hingga meera jatuh di dada yudha,yudha mendekap,memeluk meera menyuruhnya naik ke sofa.
" temani saya tidur" yudha bicara dengan mata masih terpejam.
meera menurut,toh itu cuma menemaninya tidur saja tidak akan terjadi apa² pikir meera.
" maaf saya sering merepotkanmu di kantor meera,saya tidak tahu kali kamu semenderita ini kalau di rumah" lanjut yudha dengan mempererat pelukanya.
cuaca dingin menusuk hingga tembus ke tulang,sesuatu yang keras mengganjal menyentuh meera,meera merasa aneh.
"maaf pak,,itu..." meera ranggu untuk bicara
" iya,itu juniorku,saya laki-laki normal meera itu hal yang biasa terjadi,tapi kamu tenang aja meera,aku gak akan ngapa-ngapain kamu,hanya ingin di temani tidur saja." jawab yudha santai dengan mata tertutup.
meera pun mulai tertidur merasa nyaman di pelukan tudha.
* * *
__ADS_1