Dia Atau Aku

Dia Atau Aku
Rindunya Amar


__ADS_3

sore Hari pesawat sudah mendarat, Yudha hanna dan meera datang di bandara keluar dari pintu kedatangan luar kota.


yudha melihat lihat,tidak ada tanda² amar menjemput.


" Meera,telpon Amar,sudah di mana dia???"perintah yudha


" Baik pak" meera.


meera segera mebuka ponselnya dan mencari kontak pak amar,langsung di telponya setelah menemukan kontak yang di tuju.


nuut...nut...nut...


" gak di angkat pak" ucap meera ragu.


" ulangi lagi" tegas yudha gk terima.


" Baik pak"


meera pun kembali menelpon.


nut...nut...telpon masih tersambung.


" Hallo pak amar" Bapak di mana??,


ouh...iya pak,baik pak,iya...iya...nanti saya sampaikan sama pak yudha,iya terimakasih pak" sambungan sudah terputus.


" Apa katanya"yudha langsung penasaran


" Pak amar gak bisa jemput katanya pak Yudha,Ada urusan di kantor cabang yang belum selesai katanya pak.tapi sudah ada sopir yang jemput,sebentar lagi sampai" meera menjelaskan.


Ada raut kecewa di wajah Hanna begitu tau pak amar tidak bisa menjemput.


"Apa bapak butuh minum?" tawar meera.


"boleh deh,kopi hangat ya jangan panas" pinta Yudha.


"Baik pak"meera segera memesan 3 kopi hangat,dan membawa nampan sendiri


" ini kopinya pak,nona Hanna...silahkan" meera


meera memang ramah dan baik,selalu mengerti keadaan dan maunya boosnya itu.


meera pergi mengembalikan nampan.


" Auuh..." teriak hanna pelan yang hendak meminum kopinya


"kenapa nona hanna??" tanya yudha panik


" kopinya masih panas pak" hanna


" pelan² dong nona hanna..."yudha meraih gelas Hanna meniup perlahan kopi panas tersebut.


hanna jadi gak enak hati dan merasa malu,


" ah..gak usah pak,makasih" Hanna segera menarik kembali gelasnya.


meera sudah datang menghampiri.


"pak sopir sudah datang,dia menunggu di pintu utama" jelas meera yang baru datang.


meera segera meraih koper² dan menariknya menuju mobil,


"nona hanna..masuk duluan saja"perintah yudha..


hanna menurut.

__ADS_1


" meera,cari tau nomer hanna,dan cari tau juga apa dia sudah punya pacar" perintah yudha..


meera mengangguk paham.


meera membukakan pintu mobil untuk boos mudanya,di susul dia masuk duduk di samping supir.


* * *


" Antarkan nona hanna ke rumahnya dengan selamat"perintah yudha pada supir setelah dia turun yanf lebih dulu sampai


" Baik pak" sopir


"nona hanna,sampai jumpa besok,selamat beristirahat,hati- hati ya" yudha melambaikan tangan.


hanna membalas lambaian yudha.


" mah...pah...yudha pulang" teriaknya yang baru sampai depan pintu.


"eee...anak papah udah dateng" pak yusman menyambut antusias di susul hilda mamahnya menyambut tak kalah anrusiadnya.


" Amar ke mana?? ada di rumah gak??" yudha langsung menanyakan Amar.


"Masih ada Urusan di luar,tadi dia pamitan sama mamah"jawab bu Hilda.


"hah..kenapa dia gak jemput,gak kangen apa sama gw" gerutu yudha yang langsung masuk kamar


* * *


sepanjang perjalanan hanna kepikiran pak Amar,hanna berharap pak amar menjemputnya tadi di bandara.


" nona sudah sampai,apa perlu saya bawa koper nona masuk ke rumah"sopir menawarkan diri.


"Gak usah pak..saya bisa sendiri,bapak langsung pulang aja.


hanna menggeliat meregangkan tangannya yang sedikit pegal-pegal.


Hanna kaget pak amar sudah berdiri bersandar di depan rumahnya.


"pak amar,bapak ngapain di sini" Hanna menghampiri.


"menyambut kedatangan kamu lah"jawab amar dengan santainya.


hanna kerepotan dengan jaget,koper yang di pengangnya di tambah lagi mencoba membuka kunci pintu rumah yang masih belum juga terbuka.


"sini saya bantu" Amar langsung meraih koper dan jaket hanna.


hanna tersenyum dan menyerahkan pasrah.


pintu pun sudah terbuka.


"silahkan masuk pak amar" hanna


" terimakasih" amar masuk langsung duduk di sofa dan menyalakan televisi.


"nona hanna mandi aja dulu,sepertinya nona lelah"amar memerintah "saya buatin teh hangat ya" amar menuju dapur mini di ujung ruangan.


dengan cekatan dan gak canggung lagi amar menyalakan kompor masak air,mecari teh dan gula di lemari kecil.


seketika aktifitasnya terhenti setelah melihat gelas cantik bergambarkan layang-layang.


Amar langsung tersenyum dan menaroh gelas ke tempatnya kembali,amar juga menuangkan makanan ke piring yang di bawanya tadi.juga beberapa makanan ringan di siapkan amar di meja.


amar duduk kembali menunggu Hanna selesai mandi.


setelah hanna keluar dengan rambut yang basah di balut handuk kecil,amar langsung terpesona.

__ADS_1


ya ampun hanna...bahkan kamu masih kelihatan manis walau tanpa makeup,


amar sedikit menganga terkesima kecantikan hanna.


" sini...duduk..".amar menepuk- nepuk sopa di sebelahnya


hana pun langsung duduk menurut.


"Wah...makananya banyak banget pak amar,kitakan cuma berdua" ucap hanna


"gak papa,ayo makan" Ajak amar pada hanna


mereka makan malam berdua di rumah hanna yang lumayan sempit,amar mulai terbiasa dan nyaman di rumah hanna


saat hanna makan,rambutnya terkurai mengenai pipi dan menganggu makanya,dengan sigapnya amar meraih rambut hanna dan mengikatnya ke belakang memakai karet.


hanna hanya membalas dengan senyuman.


"nona hana.." amar bicara pelan


" iya pak??" hanna menghadap amar


"kalo pergi jangan lama - lama,rindu ini sudah menumpuk" amar menatap dalam mata hanna


hanna langsung menyuapi amar dengan sendoknya.


setelah makan malam,amar dan hanna berbincang-bincang tak terasa waktu semakin larut,pada akhirnya mereka berdua tertidur duduk di sofa,hanna menyandarkan kepalanya di bahu amar.


kliring...kliring...!!


handphon amar berdering,ada panggilan masuk.


hanna terbangun dengan suara handphonya amar,amar segera mengangkatnya.


"hallo..." amar


" loe di mana ?ini udah larut malem,pulang gak?" tanya yudha di sebrang telpon


"iya...bentar lagi pulang,"


"di mana seh" yudha penasaran


" di jalan" jawab amar ngibul.


" ya udah gw tunggu"


amar langsung menutup panggilan.


"nona hanna..saya pulang dulu ya,ini udah larut banget,nona juga harus istirahat masih capek kan"


hanna mengangguk


Hanna kaget amar langsung menggendongnya tanpa izin,membawanya k tempat tidur yang masi di situ² aja ruanganya.


amar membaringkan hanna perlahan dan mengecup kening hanna.


hana tersenyum


"saya pulang dulu ya"


saat amar beranjak hanna menarik kerah baju amar hingga amar demdekat,wajahnya berdekatan hanya berjarak beberapa senti,


"terimakasih sudah menyambut ke rumahku" hanna berbisik perlahan.


Amar langsung pulang menuju rumahnya,jalana mulai sepi karna memang sudah larut.

__ADS_1


* * *


__ADS_2