
Dua anak kecil berlarian main layangan pandangan mereka mendongak ke langit di lihatnya layangan yang mulai meninggi,seorang anak gadis kecil berteriak kegirangan dengan bangganya merasa layanganya lebih tinggi dari temanya,ia sesekali meledek menjulurkan lidahnya.
"Week...!! ,aku selalu menang,kamu kalah,kamu...kalah...kamu kalah..." ucap gadis itu.
Anak itu mulai kesal dan tidak mau kalah di Tarik ulur lagi benang layangan yang tergulung di tanganya.
suasana sore hari yang tenang di hamparan sawah yang asri,padi - padi yang mulai menguning belum sempurna,nampak burung - burung kecil berterbangan terusik oleh langkah ke dua anak itu,suara kodok yang bersautan bak melantunkan sebuah irama lagu beberapa orang - orangan sawah bergerak terkena angin menjadi saksi kebersamaan mereka.
Selepas bermain - main mereka berdua duduk di saung kecil yang beratapkan jerami,saling berbagi cerita tentang keinginan mereka masing - masing setelah dewasa nanti.
" Aiyra...Setelah dewasa nanti kamu mau jadi apa??" Kata anak laki - laki yang selalu membelanya ketika di ledek atau di jahili teman - temanya.
" Aku ingin jadi Tuan putri,menikah dengan pangeran,bisa Tinggal di istana yang megah tidak seperti sekarang ini,kita selalu berebut tempat tidur sama anak anak lain" ucpapnya Dengan rasa Optimis namun langsung menurun ketika teringat keadaanya sekarang.
" Susah ya...aku gak bisa kabulin keinginanmu aiyra.
__ADS_1
" Tapi aku ingin kamu yang jadi pangeranya" airya berkata sedikit memohon dengan mengguncang - guncangkan tangan amar.
" Aku janji akan jadi pangeran itu" ucapnya membalas.
Tidak terasa waktu sudah mulai petang,matahari mulai surut hanya sedikit cahayanya yang terlihat,mereka berjalan menghitung setiap langkah kakinya,tiba - tiaba ada seorang anak laki - laki lain yang menarik tangan aiyra ke jalan yang berbeda
Amar merasa sedih melihat aiyra bergandeng tangan dengan anak laki - laki lain,ia tersenyum melambaikan tangan ke arah amar,namaun amar nampak murung mematung di tinggal seorang diri.amar tidak bisa melihat dengan jelas wajah anak yang sudah merebut aiyra dari dirinya.
" Aiiiiiyraaaaaa....!!!" Amar teriak tak sadar terbangun dari tidurnya,di usapnya keringat yang membasahi dahi dan lehernya,di lihatnya jam nampak pukul 03.30 dini hari.
Pintu kamar terbuka,masuklah ibu hilda yang sedikit panik mendengar teriakan amar lalu berlutut di samping tempat tidur amar anak angkatnya namun kasih sayangnya tak pernah berbeda dengan Yudha anak kandungnya sendiri.
" Kamu kenapa nak,apa mimpi buruk" Ibu hilda menyentuh kedua pipi amar dengan hangat lalu memberikan gelas berisikan air putih di meja kecil.
Amar hanya mengangguk ringan,dan mendongak ke arah yudha yang menyusul masuk kamarnya mengikuti hilda.
__ADS_1
yudha menepuk bahu amar pelan lalu keluar kembali tanpa menutup pintu kamar.seperginya yudha amar memeluk ibu hilda kemudian bergeser meberi isyarat agar ibu hilda duduk di sampingnya.
Menaruh kepalanya di pangkuan dan memeluk erat pada hilda seorang wanita yang sudah menggantikan peran ibunya yang meninggal ketika melahirkanya dulu,ia adukan isi mimpinya dengan suara sedikit pelan karna mulai tertidur kembali merasakan nyaman di belai kasih seorang ibu yang tak pernah kurang.
Ibu hilda tak terasa meneteskan air mata yang jatuh tepap di rambut amar,amar mendongak menyadari wanita yang di sayanginya sedang menangis,
" Mamah kenapa??" ucap amar menyentuh pipi Ibu hilda.
" Gak apa - apa nak,mamah cuma seneng bisa melihat anak - anak mamah tumbuh dewasa,kalian tetap akur dan saling sayang,mamah berharap akan selamanya kalian seperti ini."
Amar langsung bangkit dan duduk menghadap mamahnya sembari memeluk dan mengusap punggungnya.
" Mamah sama papah yang sudah merawat aku mah,tanpa Yudha aku gak akan ada di sini,Aku pun gak akan bisa punya rasa benci sama Yudha mah" Amar ingat betul dengan kejadian 20 tahun silam ketika pertama kalinya menginjak rumah ini atas permintaan Yudha.
Meski se isi bumi ini ia berikanpun rasanya masih kurang tuntuknya mebalas budi keluarga ini,keluarga yang mau memberi nama belakangnya,keluarga yang mau memberikan kasih sayangnya,keluarga yang tak pernah menyakitinya dan keluarga segalanya baginya.
__ADS_1