
Hanna sedang bersiap - siap.dan membereskan barang yang mau di bawa.
Sedangkan Amar membuka bajunya yang basah tadi, di keringkanya menggunakan hairdrayer.
pak amar tampan sekali,meski tanpa menggunakan baju,,Hanna..hanna...apa yang ada di otak mu,sadar sadar hana.
umpat hanna dalam hati.
amar fokus pada baju basahnya,ia tidak menyadari hanna sedang merhatikan dari tadi.
"pak Amar,klo bapak gak keberatan bapak boleh pake baju saya untuk sementara waktu" hanna menawarkan.
amar menggangguk setuju,karna lebih baik dia setuju ketimbang harus bertelanjang dada di depan seorang gadis gak nyaman juga kan jadi canggung.
padahal setelah memakai baju hanna tak sedikit pun dia merasa lebih nyaman,sesekali dia menarik bafian lengan jaju yang terlalu ketat di tubuhnya.
"Bhaa. haa ha.." hanna tertawa terpingkal - pingkal melihat Pak amar memakai bajuanya.
"nona hanna kenapa tertawa,ini kan gara- gara nona juga" Amar sedikit kesal melihat tingkah hanna.
"iya iya. maaf pak"
kini Antara Amar dan Hanna mulai saling dekat,dan tidak canggung lagi
"nona tinggal sendiri di sini??" tanya Amar
__ADS_1
"mm...iya,sejak masih kuliah" hanna menjawab ragu.
"orang tua nona??" amar
"udah gk ada sejak saya masih kecil,saya sempet di adopsi sama orang tua angkat saya,tpi mereka berniat menjual saya,ketika saya tau niat mereka,saya kabur,lompat lewat jendela.
sejak saat itu saya kerja keras,dari jualan koran,semir sepatu,sampe akhirnya saya kerja membersihkan sekolahan,dan di izinkan ikut belajar di sana,dan di kasih tempat sama kepala sekolah.
saya cukup giat belajar nilai saya juga bagus,sampai akhirnya saya mendapatkan beasiswa sampai SMA.
saya kuliah sambil kerja,gk mungkin saya masih harus tinggal di tempat yang pak kepala sekolah sediakan.akhirnya saya cari kontrakan,yah...ini lah tempatnya.di saat wisuda..teman-temanku di hadiri orang tua dan keluarganya,saya hanya seorang diri.
tapi...yah ini lah hidup,,saya gk boleh rapuh,saya harus kuat" cerita hanna panjang lebar tak terasa butiran air mata jatuh tak kuat di bendung lagi.
Amar menyentuh pipi hanna yang mulai basah dan mengapusnya lembut.
amar langsung menjauh dan membuka matanya,dengan refleks hanna menarik diri mendekat dan tepat mencium bibir Amar,amar melotot kaget atas tindakan hanna.
"ma'af pak..saya udah lancang" hanna malu sendiri.
suasana jadi canggung kembali karna itu...tuh...tadi.
ya ampun...bodoh banget sih,ngapain coba tdi aku cium pak amar,pasti pak amar jadi mikir yang bukan bukan deh tentang aku,uuuuh...bodoh bodoh bodoh" maki hanna sendiri dalam hati.
" Hanna...apa kamu sudah siap semuanya" amar mencairkan suasana.
__ADS_1
" Sudah pak" hanna mengangguk
"sini saya bantu bawa barangnya" amar membawa barang dan memasukan ke bagasai mobil.
amar membukakan pintu mobil mempersilahkan hanna masuk
"Makasih.." hanna tersenyum manis
di perjalanan menuju rumah Tuan besar Yusman firamdhani,
suasana kembali canggung,,tidak ada yang memulai pembicaraan di antara mereka berdua.
tpi akhirnya amar yang mengalah bertanya lebih dulu
"Hanna..." Amar
"ya..." hanna
"tadi...." amar menatap hanna dan menyentuh bibirnya sendiri
uuuu...knapa mesti di tanya sih pak amar,,kan jadi bingung mau jawab apa?? kesel sendiri dlam hati hanna.
"Hanna..kamu melamun??" amar bertanya lagi
"ouh..tidak"
__ADS_1
"Maaf kalo bikin kamu sedih lagi" amar langsung fokus ke jalan.
* * *