
Keesokan harinya setelah makan bakso di pinggir jalan Yudha bolak balik ke kamar mandi buang air besar.
sampai di rasa badanya lemas tak bertenaga,wajah yudha semakin pucat,ia berkeringat dingin badanya gemetar,penglihatanya mulai kabur,di lihatnya sekitar berubah-rubah dari warna merah,kuning berganti hijau trus hitam dan ...Brruuk!!! Yudha jatuh pingsan.
meera berteriak minta tolong ketika masuk ke ruangan pak yudha tergeletak di lantai.
" Pak amar....help me,help..." teriaknya keras sembari memangku kepala pak Yudha yang pingsan.
Amar pun berlari mendengar teriakan meera,di lihatnya meera kebingungan sembari minta tolong.
" Kenapa bisa begini seh" Amar mondar - mandir bolak balik melangkahi badan Yudha saking paniknya mau ngangkat badan yudha dari arah mana.
Plaak...!!
" Bapak nih gimana seh malah di langkah - langkahi begitu,buruan tolongin" meera memukul kaki amar yang kebingungan.
sempat - sempatnya mereka berdua berdebat di saat kondisi yudha sudah tak sadarkan diri,hanna memegangi tangan dan daki satu begitu pun amar,amar memberi aba - aba agar mengangkat berbarengan namun belum berhasil dan mereka memutar bertukar posisi berharap akan berhasil terangkat.
meera geram melepaskan yudha ke lantai kembali langsung memukul Amar tepat di tangan bagian atas.
" Bapak ini gimana seh,salah...bapak angkat badanya pak yudha saya angkat kakinya " meera memberi intruksi.
__ADS_1
Amar memang suka rada lola kalau lagi panik,terutama yang menyangkut Yudha sodaranya.
Kini yudha pun sudah berpindah ke sofa di baringkan perlahan.Meera membuka sepatu dan kaos kakinya yudha mengusap - usap kan minyak angin di kakinya namun belum juga siuman.
" ini gimana dong pak,masih belum siuman juga" meera masih panik.
" kita bawa kerumah sakit aja yuk" ajak amar memberi solusi.
" siapa yang mau ngangkat pak yudha ke mobil" meera bingung tadi aja hanya mindahin ke sofa banyak drama,apalagi harus ke mobil yang jauh di parkiran.
" meera kamu buka pintu mobil masuk duluan aja,jangan lupa ajak hanna,biar pak yudha saya yang gendong"
Dengan terburu - buru amar menggendong yudha masuk ke mobil di baringkan di jok belakang di temani meera.
sepanjang perjalanan amar menyalip mobil - mobil lain dengan zeg zag ceroboh,hingga kepala yudha terbentur kursih depan.
" Pak amar hati - hati dong" ucap meera " tuh sampe pak yudha sadar kan.
" Auuh...sakit tau Yudha memegangi jidatnya sadar"
" Hou...udah sadar dia,tau gitu mah udah aja tadi saya pentok kepalanya pake Botol,gak usah repot - repot gendong badanya yang berat " ucap amar sembarangan sembari nengok ke kursih belakang melihat keadaan yudha.
__ADS_1
Buuk..!!
lagi - lagi meera memukul kepalanya amar geram,bisa - bisanya bercanda di situasi genting begini.
sesampainya di rumah sakit Yudha di beri chairan infus melalui selang beserta jarum.
sementara waktu yudha di suruh beristirahat di rumah sakit.
amar berdiri di samping ranjang tempat yudha berbaring yang sudah sadar dan sedikit segar.
" gimana ceritanya seh yud,ko loe bisa pingsan gitu" amar bertanya.
" Perut gw sakit,bolak - balik kamar mandi,mungkin dehidrasi,gara - gara semalam makan bakso pedas bareng hanna.
Hanna kaget namanya di bawa - bawa,di tambah lagi amar menoleh ke arahnya dengan tatapan kesal.hanna meremas jari - jarinya yang bergemetar takut di salahkan
" Maaf pak amar,ini memang salah saya...saya yang terlalu banyak memasukan sambal ke mangkoknya pak Yudha,tapi saya tida ada maksud membuat pak yudha sakit" ucap hana gemetar.
" Sudah seh pak Amar,gak usah marah - marah yang penting pak yudha sudah baik - baik saja.
Amar dan hanna balik lagi ke kantor,sementara yudha harus di rawat inap di rumah sakit di temani meera.
__ADS_1
meera dengan sabar mengurus segala keperluan yudha selama di rumah sakit.
* * *