Dia Yang Berasal Dari Neraka!

Dia Yang Berasal Dari Neraka!
BAB 21. Akhir Dari Hidup Lestari.


__ADS_3

"Si...Si... Siapa kau!"tanya Lestari dengan suara terbata-bata.


Namun sosok yang ada di hadapannya itu enggan menjawab karena ia tengah menikmati makanan yang ada di piringnya.


Lestari tak bisa melihat dengan jelas wajah orang yang berpakaian serba hitam itu karena ia juga menutup wajahnya dengan sebuah Topeng yang memiliki motif aneh sekaligus mengerikan.


"Siapa kau?"dan Lestari memberanikan diri untuk bertanya, dengan suara yang sedikit ia tinggikan.


Tapi naas.


Volume suara yang ia tinggikan sungguh berakibat sial untuknya, karena sosok hitam itu menjadi terganggu dan menghentikan pergerakan tangannya yang tengah menyantap hidangan di piring.


Ia menatap lekat Lestari.


Dan sepertinya Lestari memiliki Stok kesabaran ekstra untuk meladeni sosok mengerikan itu, atau Lestari mengira Jika dia hanyalah orang biasa yang ingin bermain-main dengannya.


"Cepat lepaskan saya! Dan cepat katakan kau ini siapa? Apa kau seorang pencuri, atau perampok! Cepat lepaskan saya!"bentak Lestari yang tak mempunyai rasa takut sedikitpun.


Namun baru saja ia selesai membentak


SLEEP....


AAAKKH....


Terdengar suara teriakan dari gadis itu menggema ke seluruh Ruangan,


Karena sosok hitam itu menancapkan Garpu di lengan gadis itu,


dan sampai sini Lestari mulai menyadari Jika ia berhadapan dengan sosok yang tak biasa.


AAAKKH..


Lestari kembali berteriak ketika sosok hitam itu mencabut Garpu dari lengannya.


Dari luka di lengan Lestari mengalirkan darah segar, yang membuat Gadis itu meringis kesakitan.


Tanpa merasa berdosa dan jijik sosok hitam itu kembali melanjutkan makannya dengan menggunakan Garpu yang terdapat bercak darah milik Lestari.


Gadis itu sampai memejamkan matanya melihat pemandangan yang sangat menjijikkan baginya.


Setelah menunggu selama 3 menit,


sosok hitam itu selesai menyantap makanan yang ia masak sendiri di Rumah korbannya.


Dan dengan santainya ia menyodorkan satu piring nasi putih pada Lestari dan mengisyaratkan agar Gadis itu mau memakannya.


"Bagaimana aku bisa memakannya! Jika tanganku diikat seperti ini,"sepertinya Lestari ingin memanfaatkan keadaan,"buka ikatannya dan aku berjanji akan memakan makanan itu sampai habis,"kata Lestari dengan penuh harap.


Namun tentu sosok itu tidak mau membukanya.


Ia hanya membalas permintaan Lestari dengan senyum di ujung bibir.


Ia memilih meraih sendok yang tergeletak di meja.


Dan sosok itu berperan seperti seorang Ibu yang menyuapi anaknya.


Lestari menggelengkan kepalanya, ia ketakutan dan sama sekali tak mau membuka mulutnya.


Karena kesal dengan tingkah korbannya yang tak mau makan makanan yang ia berikan, sosok hitam itu kembali menusukkan garpu di luka Lestari yang sebelumnya.


AAAKKH...


Dan Gadis itu kembali berteriak.


Sosok yang mengerikan itu menadah darah yang mengalir dari luka lengan Gadis itu dengan sepiring nasi yang ia sajikan untuk Lestari.


Lestari sudah meneteskan air matanya, ia sangat berharap jika ada seseorang yang akan menolongnya malam ini.


Apakah itu mungkin?


*


*


Sosok hitam itu kembali memaksa Lestari untuk makan, namun sudah pasti Lestari tak mau memakannya karena nasi itu sudah bercampur dengan darahnya sendiri.


"Lepaskan! Ummmph....!"sosok itu menjejalkan makanan yang sudah bercampur darah pada gadis itu, dan memaksa untuk menelannya.


UEK..!


UEK..!


Lestari memuntahkan semua makanan yang masuk di perutnya.


Sosok hitam murka! karna gadis itu memuntahkan makanannya.


Ia mendorong Lestari sampai terjungkal beserta kursi yang terikat dengannya.


Lestari berteriak histeris meminta tolong.


TOLONG.....


TOLONG......


Namun sekeras apapun Gadis itu berteriak bahkan sampai urat-urat di lehernya menonjol tak ada satupun yang mendengarnya.


Sementara itu,


sosok hitam sudah meraih pisau yang ada di meja makan.


Dan.

__ADS_1


SREEET.....


SREEET......


Ia menyayatkan pisau itu di wajah Lestari, bukan hanya di wajah di anggota tubuh yang lain pula tak luput dari sayatan pisau tajam itu.


Gadis yang sudah berlumuran darah itu berteriak histeris dan terus berusaha melepaskan diri dari Psikopat yang berasal dari Neraka itu.


"Tolong lepaskan aku! Tolong jangan bunuh aku! Jika kau merampok, ambillah semua yang ada di rumah ini tapi tolong jangan bunuh aku."


Dan pada akhirnya Lestari memohon pada sosok itu.


Permohonan itu membuat Psikopat tersenyum lebar.


Apakah dia akan melepaskan Gadis itu?


Tentu saja tidak!


Iya tidak akan pernah melepaskan korbannya dengan alasan apapun.


Karena saat ini ia tengah Prepare untuk Fatality gadis yang tengah memohon itu.


Ia mengambil seutas tali yang ada di kostum serba hitamnya dan tanpa belas kasih ia melilitkan itu pada leher Lestari.


"AKKH..!"


Lestari berteriak kencang dan terus memberontak.


Tapi perlahan teriakan itu mulai melemah dan dalam hitungan detik sudah tak terdengar lagi.


Bersamaan dengan tubuh Lestari yang melemah tak bergerak sama sekali.


Setelah memastikan Gadis itu sudah tak bernyawa, sosok jahat itu melepaskan jerat tali di leher Lestari, dan ia tersenyum puas lalu melepas Topengnya.


Dengan raut wajah yang datar sosok Hitam itu menarik Lestari yang sudah tidak bernyawa dan mendudukkannya kembali di bangku kemudian ia lepaskan semua ikatan di tubuh Lestari.


Dengan telaten, layaknya seperti orang yang sangat menyayangi Gadis itu, sosok Hitam membersihkan darah yang ada di tubuh dan wajah Gadis itu.


Bukan hanya itu, ia juga menyisir rambut Lestari.


Dan mengobati luka yang ada di wajah Gadis itu, lalu memberi sedikit Riasan pada wajah Gadis itu.


Ia bahagia dan puas melihat Lestari yang kembali cantik.


Ia juga menata meja makan dengan sangat rapi dengan dua piring di sana beserta Lilin di tengah meja.


Dan terakhir,


sosok Hitam itu meraih tangan Lestari dan ia juga mengeluarkan sebuah alat yang berukuran kecil dari saku kostum hitamnya.


Lalu ia mencabut kuku di jari manis Gadis itu sambil berucap.


"Terimakasih! Ini akan saya anggap sebagai Hadiah darimu, karena saya sudah membantumu pergi ke Neraka terlebih dahulu."


*


*


*


☘️☠️☠️☠️☠️☠️☘️


Keesokan harinya.


Riana bangun lebih awal dan saat ini ia tengah menjemur beberapa pakaiannya di Rooftop.


"Ri! Apa kau tidak bersiap-siap untuk pergi bekerja? Biasanya kau berangkat pagi sekali,"tanya Tami yang tengah melakukan hal yang sama seperti Riana.


"Tidak! Karena aku sudah tidak bekerja lagi di sana."


Tami terkejut!


"Kenapa bisa begitu?"


"Aku dipecat!"Sahut Riana memasang wajah sedih.


"Astaga!"


"Tapi tidak apa-apa aku bisa mencari pekerjaan yang lain kok."


"Jika kau mau ikutlah denganku, di Swalayan tempatku bekerja tengah membutuhkan Karyawan baru, kau bisa mencoba melamar di sana."


"Benarkah!"antusias Riana.


Tami mengangguk.


"Tentu saja."


Kalau begitu aku mau bersiap-siap dulu.


"Iya kita akan berangkat bersama,"sahut Tami.


*


*


*


☘️☠️☠️☠️☠️☘️


Di tempat lain.

__ADS_1


Harun yang masih enggan beranjak dari kasurnya mendapat Telepon darurat dari Kantor.


"Ada apa?"


(....)


Harun langsung beranjak dari baringnya ketika mendapat kabar yang mengejutkan dari rekan kerjanya di Kantor.


"Pembunuhan! Di mana?"


(.....)


"Baik! Saya akan segera ke sana."


Dengan kecepatan super!


Harun bergegas menuju Kamar mandi dan segera mengganti pakaiannya.


*


*


*


☘️☠️☠️☠️☠️☠️☘️


Tiba di Lokasi kejadian!


Dan ternyata itu adalah Rumah Lestari.


Satu jam lalu.


Warga melaporkan jika ada Pembunuhan dan penyekapan di sana, Polisi segera meluncur dan memeriksa Rumah itu.


Mereka tercengang ketika melihat sosok wanita di meja makan dengan satu lilin yang masih menyala di meja itu, dan mereka juga mendapati jika Wanita itu sudah.


Bukan hanya itu,


di Gudang juga ada dua korban yang disekap Ia adalah! ART dan Satpam Rumah itu.


Rupanya sosok Hitam itu menyekap mereka berdua di Gudang, tapi anehnya si pembunuh Misterius tak membunuh bahkan tak melukai sedikitpun dua orang itu.


Dengan teliti dan penuh hati-hati Polisi memeriksa TKP,


begitu juga dengan saksi yang pertama kali menemukan korban yaitu rekan kerja Lestari.


Saat itu ia ke Rumah Lestari untuk mengambil berkas yang sudah mereka bicarakan semalam, dan Lestari berjanji akan membawa berkas itu ke Kantor pagi-pagi sekali.


Tapi saksi tak mendapati Lestari di kantor di Jam yang sudah mereka janjikan, bahkan rekannya itu tidak mengangkat panggilannya Teleponnya.


Karena berkas itu sangat penting Ia pun memutuskan untuk mendatangi Rumah Lestari.


Namun itu malah menjadi pilihan sial baginya.


Karena sesampainya di sana ia mendapati hal yang sangat mengerikan dan tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.


*


*


*


Polisi menghubungi keluarga Lestari.


Dan Harun dengan seksama memeriksa jasad korban yang masih berada di posisi semula.


Karena Harun meminta untuk jangan memindahkan dulu jasad korban, ia ingin mengamati dan memeriksa posisi korban secara langsung ketika di tinggal pelakunya.


Karena pada tiga korban sebelumnya Harun selalu mendapati posisi korban sudah berubah bahkan, sudah berada di kantong jenazah.


Korban keempat ini sama seperti sebelumnya kehilangan kuku di jari manis mereka.


Tapi kondisi korban satu ini sangat baik dan rapih.


Bahkan darahnya dibersihkan dan rambutnya serta wajahnya dirias dengan baik, sangat berbeda dengan ketiga korban sebelumnya.


Itulah yang Harun dapatkan dari pengamatannya saat ini.


Dan ia menyimpulkan jika pelaku sangat mengenali korban bahkan memiliki hubungan yang sangat dekat.


Dan sepertinya si pelaku ingin menunjukkan bahwa ia sebenarnya sangat menyayangi korban, itu sebabnya ia memperlakukan dengan baik jenazah korban keempat ini.


Hal ini semakin membuat Harun pusing dan bingung.


*


*


*


Setelah olat TKP selesai dan jenazah di bawah ke Rumah sakit, para Polisi dan Harun meninggalkan tempat yang tentu sudah dipasang garis Polisi itu.


Tugas Harun sekarang adalah meminta keterangan dari saksi sekaligus korban yang masih Hidup.


☘️☠️☠️☠️☠️☠️☘️


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya ya 🙏


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2