
Assalamualaikum š
Marhaban Ya Ramadhan.
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.
šššš
Selamat! Membaca š¤
Dan semenjak hari di mana Jalal mendengar hinaan Hakim, ia menjadi benci dengan sahabatnya itu.
Namu Jalal tidak menunjukkan kebenciannya secara langsung, ia memilih untuk memendamnya.
"Bagaimana! Apa semua pintu kamar sudah kau ganti?"tanya Hakim, ketika ia datang ke Kos SURGA untuk melihat hasil kerja Jalal.
"Sudah!"sahut Jalal.
Hakim tersenyum puas, ketika ia melihat hasil dari Jalal.
"Kau benar-benar hebat, aku tidak menyangka jika kau bisa membuat pintu secantik ini."
Jalal tidak mengatakan apapun selain mengangguk.
"Besok Kos-kosan ini akan aku buka kembali. Untuk merayakannya, aku akan mentraktirmu makan enak."
Jalal hanya mengangguk, dan tatapan matanya teralihkan pada Map berwarna biru yang ada di tangan Hakim.
"Ayo kita ke Restoran dekat sini, aku akan mengajakmu makan di sana."
Ajak Hakim, tapi sebelum ia melangkahkan kaki menuju pintu, Hakim melihat kemejanya yang sedikit kotor, dan ia memutuskan untuk pergi ke kamar mandi terlebih dahulu.
"Kau pegang ini."Ujarnya, sambil menyerahkan Map yang ia bawa pada Jalal.
Jalal yang sejak tadi memang sangat penasaran dengan Map itu, serasa diberi kesempatan untuk mengetahui apa isi di dalam Map tersebut.
"Sertifikat!"gumam Jalal, ketika melihat apa isi di dalam Map itu.
__ADS_1
Entah setan apa yang merasuki Jalal, hanya karena melihat Map, tiba-tiba ia memiliki niat buruk, niat untuk memiliki Kos SURGA dengan cara yang salah.
Sudah satu Minggu lebih Jalal tinggal di dalam Kos, semenjak ia mengerjakan tugas dari Hakim, dan ia hanya tinggal sendiri di sana, karena Hakim tidak menerima penyewa saat sebelum renovasi selesai. Dan di waktu itulah Jalan jadi terobsesi dengan Kos-kosan milik Hakim, di tambah lagi rasa benci yang timbul untuk sahabatnya itu membuat Jalal semakin gelap mata.
Sebelum Hakim keluar dari kamar mandi, Jalan menuju pintu keluar dan menguncinya lalu secepat kilat ia kembali.
"Untuk apa kau membawa sertifikat Kos ini?"tanya Jalal, ketika Hakim keluar dari kamar mandi, namun, nada suaranya terdengar sangat berbeda dari yang biasanya.
"Apa kau membukanya?"
Hakim menunjukkan raut tidak suka, karena Jalal lancang membuka barang miliknya.
"Aku hanya melihatnya sedikit."
"Aku baru saja menebus sertifikat itu dari pegadaian."
Sahut Hakim, tanpa melihat perubahan Ekspresi dari Jalal.
Dan Ia mengambil Map yang ada di tangan Jalal.
"Jalal! Apa-apa ini?"
"Ini milikku!"dan itulah kata yang keluar dari Jalal.
"Ha! Kau jangan bercanda Jalal."
"Apa aku terlihat seperti tengah bercanda?"
Hakim menatap Jalal. Memang ada yang lain dari lelaki itu, tapi Hakim tentu tidak tau apa yang lain itu.
Dan ia malah mengeluarkan kata-kata yang membuat Jalal semakin muak dan membencinya.
"Jalal, aku tau kau tidak memiliki apa-apa. Tapi kau juga jangan bermimpi terlalu tinggi untuk memiliki Kos-kosan seperti ini, dengan keadaan mu yang seperti ini sangat tidak mungkin kau bisa mendapatkannya." Ujar, Hakim diiringi kekehan kecil.
Jalal meremas kuat-kuat Map yang ada di tangannya.
"Jalal, apa yang kau lakukan. Apa kau berniat merusaknya?"
__ADS_1
BUG!
Jalal menjawab pertanyaan Hakim dengan sebuah pukulan tepat di wajahnya, dan hal itu sontak membuat Hakim tersungkur.
Belum sempat Hakim bangkit Jalal sudah kembali memukulnya dengan sebuah balok yang berada tidak jauh darinya.
BUG!
BUG!
BUG!
Bukan hanya satu pukulan, tapi Jalal melayangkan benda keras itu secara bertubi-tubi di tubuh Hakim sampai membuat lelaki itu tidak berdaya, tapi tidak sampai membuatnya mati. Karena Jalal tidak cukup tega untuk melakukan itu pada sahabatnya.
Setelah memastikan korbannya tidak sadarkan diri, Jalal menyeret Hakim ke ruang bawah tanah.
Untuk sesaat ia duduk sambil menatap Hakim yang sudah berlumuran darah, di saat ini Jalal bingung harus melakukan apa! ia takut jika tindakannya diketahui orang lain.
Dan secara bersamaan Saidah menghubunginya.
Karena gugup, Saidah mengetahui jika terjadi sesuatu pada suaminya. Dan wanita itu terus meneror Jalal untuk mengatakan apa yang terjadi di sana. Dan mau tidak mau, Jalal mengatakan apa yang baru saja ia lakukan pada Hakim.
("Apa dia mati?")
"Tidak!"
("Kalau begitu, amankan dia, aku akan segera kesana")
Bersambung...
ššššš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Minta dukungannya ya š¤
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini š
__ADS_1
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø