
Dengan cepat Riana pun segera masuk ke dalam Kamarnya.
Rachel menatap Bastian bingung.
Riana pergi begitu saja ketika Bastian dan Rian datang. Apa mungkin Riana tengah menghindari dua lelaki ini.
Yang jelas lelaki yang dihindari Riana adalah Bastian karena tidak mungkin jika Rian, karena Riana dan Rian sudah saling mengenal sejak lama tapi tidak dengan Bastian.
Dan di kesempatan itu juga Rachel bertanya pada Bastian.
"Apa sebelumnya kau mengenali Riana?"
"Aku tidak ingat, tapi sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat, tapi aku tidak ingat tempat itu di mana."
Rachel tidak mau banyak bertanya lagi karena ia takut dicurigai kalau kedatangannya di sini untuk menyelidiki para penghuni Kos SURGA.
"Kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Rachel mengakhiri perbincangan mereka.
"Baiklah!"sahut Bastian dan Rian secara bersamaan.
ššššš
Keesokan harinya.
Rachel menemui Harun di sebuah Kafe yang menjadi tempat favorit mereka berdua.
"Bagaimana, apa kau sudah mendapat informasi atau bukti dari para penghuni di Kos SURGA?"Tanya Harun.
Rachel menggeleng.
"Belum, tapi aku sudah bertemu dengan semua yang tinggal di Kos-kosan SURGA termasuk Riana."
"Bagaimana menurutmu?"
"Aku sudah bertemu dan bicara beberapa kata dengannya, dan aku merasa ada sesuatu yang aneh dalam dirinya."
__ADS_1
"Maksudmu?"
"Entahlah, aku belum bisa memastikannya. Karena aku ingin Lebih mengenal dia terlebih dahulu."
"Sebenarnya aku sangat mengkhawatirkan kau jika ada di sana, tapi....!"
"Kau tenang saja,"potong Rachel,"aku ini Detektif sama sepertimu, jadi tentu aku akan sangat pandai menjaga diri."
"Baiklah, aku percaya padamu kalau kau benar-benar wanita Strong,"sahut Harun.
Rachel pun tertawa kecil mendengar ucapan Harun.
ā ļøā ļøā ļøā ļøā ļøā ļø
Setelah beberapa jam menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama Harun, Rachel pun memutuskan untuk kembali ke Kos SURGA.
Di saat ia melewati gang sempit, Rachel berpapasan dengan Karim.
"Hay Rachel,"sapa Karim.
"Aku mau membeli makanan."
"Baiklah, kalau begitu hati-hati,"kata Rachel.
Dan Karim pun berlalu dari gang itu.
Tapi tidak dengan Rachel.
Entah kenapa tiba-tiba hati kecilnya, menyuruh Rachel mengikuti kemana Karim pergi.
Dan Rachel pun mengikuti apa kata hatinya, ia mengikuti Karim secara diam-diam.
Dengan jarak yang tidak terlalu jauh, namun karena banyaknya orang yang melintas di trotoar jalan utama membuat Rachel tak terlihat oleh Karim jika gadis itu tengah mengikutinya.
Setelah beberapa menit.
__ADS_1
Rachel terdiam melihat Karim yang ternyata masuk ke sebuah Apotek.
"Bukankah tadi dia bilang ingin membeli makanan. Tapi kenapa dia masuk kedalam Apotek!"gumam Rachel.
Rachel bersembunyi di warung kopi yang letaknya berada persis di depan Apotik. Tujuannya!
Tentu untuk menunggu sampai Karim keluar.
Tak lama.
Karim keluar dari Apotik dengan plastik berwarna putih di tangannya.
Jiwa seorang Detektif bangkit dan menggebu-gebu dalam diri Rachel.
Tapi kali ini Rachel tidak mengikuti Karim, karena ia tahu pasti Karim akan kembali ke Kos-kosan.
Rachel lebih tertarik dengan obat apa yang di beli oleh Karim.
Tidak mungkinkan jika ia bertanya langsung pada lelaki itu, jadi Rachel memutuskan untuk bertanya langsung kepada petugas Apotek yang baru beberapa saat lalu melayani Karim.
Awalnya petugas Apotek tidak bersedia memberi tahu Rachel, karena itu adalah privasi pelanggannya, apa lagi Karim pelanggan setia Apotik itu, karena setiap satu Minggu sekali Karim datang untuk membeli obat yang sama.
Tapi.
Setelah Rachel menunjukkan identitasnya, petugas Apotek tidak punya pilihan lain.
"Pemuda tadi bernama Karim, dia memang sering datang ke Apotik ini untuk membeli obat, dan obat yang di belinya adalah Obat Antidepresan."
ā ļøā ļøā ļøā ļøā ļøā ļø
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Minta dukungannya ya š
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya š¤
__ADS_1
Love banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļøš