
Harun yang mendapatkan Informasi dari ponsel milik Widya segera menghubungi Rian.
Ia meminta Rian untuk kembali memeriksa Kos-kosan SURGA.
Dan sore nanti ia bersama rekan polisinya akan datang untuk melakukan pencarian pada Widya.
Karena Orangtua Widya pun sudah melaporkan atas hilangnya Widya.
Di kesempatan itu Rian menceritakan jika saat ini ia tengah berada di tempat pemilik CCTV yang ada di Gang sempit.
Dan Rian pun menceritakan pada Harun isi dari rekaman CCTV di sana.
Jika dari kemarin pagi sampai hari ini, sosok Widya tidak terlihat melintasi jalan itu.
Gang sempit adalah jalan satu-satunya.
Akses keluar masuk ke Kos-kosan.
Jadi jika Widya benar-benar keluar dari Kos SURGA, ia sudah pasti melewati jalan itu karena sudah tidak ada jalan lain lagi di sana.
Dari CCTV terlihat jelas jika Widya tidak melintasi jalan itu dan mereka bisa menyimpulkan bahkan memastikan Jika gadis itu benar-benar masih berada di Kos-kosan.
Tapi ke mana dia?
Apa Gadis itu tersesat di Kos-kosan?
Tapi tersesat di mana! Kos-kosan itu bukanlah Kos-kosan besar yang memiliki beberapa lantai, Kos SURGA hanya memiliki dua lantai.
Dan masing-masing lantai hanya memiliki 5 Kamar,
tidak ada ruangan khusus selain Rooftop yang biasa dipakai anak-anak Kos untuk mengobrol dan bercengkrama sambil melihat pemandangan Kota.
Jadi mana mungkin Widya bisa tersesat!
Ruang bawah tanah!
Apa mungkin Gadis itu berada di sana?
☠️☠️☠️☠️
Tio dan Rian kembali ke Kos-kosan dengan mengantongi barang bukti rekaman dari CCTV yang akan Ia berikan kepada Harun sore nanti.
Ketika kembali di Kos-kosan, Rian dan Tio mendapati Orangtua Widya ada di sana.
Bahkan pria Tua yang tempo hari pernah mendatangi Kos-kosan itu tengah berdebat dengan Bu Saidah.
Pria itu memaksa masuk ke Kos-kosan untuk mencari putrinya.
Tapi Bu Saidah bersikeras menahan Pria itu.
"Ada apa ini?"kata Tio.
__ADS_1
"Pria ini ingin memaksa masuk untuk menggeledah Kos-kosan, dengan alasan ingin mencari Widya! Padahal ibu sudah mengatakan jika Kos-kosan ini sudah digeledah dengan Detektif Harun dan beliau tidak menemukan apapun di sini, kau sendiri saksinya kan!"kata Bu Saidah seraya menunjuk Tio.
"Tio mengangguk membenarkan apa yang dikatakan Bu Saidah, tapi ia juga memahami posisi ayah Widya.
Tentu pria Tua itu Syok dan panik ketika mendapat kabar jika Widya menghilang di Kos-kosan tempatnya tinggal.
Ia segera meluncur ke Kos-kosan Setelah melapor pada Polisi, dan polisi hanya bisa melakukan pencarian setelah 1x 24 jam.
Oleh karna itu ia memutuskan untuk mencari putrinya sendiri.
☠️
"Tapi saya ingin masuk dan mencari putri saya sendiri! Jika saya sudah menelusuri tempat ini dan Widya benar-benar tidak ada di sini, baru saya akan mempercayainya jika Widya memang tidak hilang di Kos-kosan ini,"kata pria tua itu.
Namun seperti apapun Pria Tua itu meminta bahkan dengan memaksa, Bu Saidah tetap tidak mengizinkannya, dengan alasan orang luar tidak boleh sembarangan masuk di Kos-kosannya.
Ayah Widya seketika murka!
Ia tentu tidak terima dihalangi seperti itu padahal Ia hanya ingin mencari putrinya.
Dengan kekuatan yang ia miliki, Pria Tua itu menerobos masuk dengan cara mendorong Bu Saidah sampai wanita itu membentur tembok.
Tio dan Rian yang panik segera menghentikan pria yang sepertinya tengah marah besar itu.
Di saat yang bersamaan.
Karim tiba. Entah dari mana lelaki itu, tiba-tiba ia muncul dari balik pagar dengan membawa satu kantong plastik berwarna hitam.
"Ada apa ini!"kata Karim, lalu pandangannya beralih pada Bu Saidah yang tengah meringis memegangi bahunya yang sakit akibat terbentur tembok.
"Apa Ibu baik-baik saja! Apa yang terjadi?"tanya Karim.
Bu Saidah menceritakan jika ayah Widya ingin memaksa masuk ke Kos-kosan untuk mencari Widya, lalu mendorongnya.
Sebenarnya Karim tidak marah jika Pria Tua itu ingin masuk ke Kos-kosannya untuk mencari Widya.
Tapi yang membuat Karim marah adalah, Pria itu mendorong Ibunya sampai bahu Ibunya membentur tembok dan kesakitan.
Dengan cepat Karim meraih kerah baju Pria Tua itu lalu menghimpitnya di tembok.
"Kau berani berbuat kasar pada Ibuku!"bentak Karim seraya melotot di depan Wajah Pria tua itu.
Rian yang terkejut melihat Karim bisa marah seperti itu segera menghentikannya.
Sungguh ia belum pernah melihat Karim Marah seperti itu, karena selama ini Karim di kenal sebagai lelaki penyabar dan baik.
"Sudah Karim! Hentikan, kau tidak boleh kasar dengan Orangtua,"kata Rian yang coba menghentikan Karim.
"Kata-kata itu lebih cocok untuk Pria Tua ini, agar dia tidak kasar pada wanita,"sahut Karim.
Mata Karim memerah, otot-otot di lehernya sudah menonjol.
__ADS_1
Ia benar-benar sangat marah pada Ayah Widya yang sudah berani membuat ibunya kesakitan.
Karim sudah mengepalkan tangannya ingin memukul Wajah Pria Tua itu meskipun Rian tengah berusaha menghalanginya.
"Hentikan Karim!"
Hingga suara dari Bu Saidah mampu menenangkan lelaki yang tengah murka itu.
Dengan kasar Karim menghempaskan tubuh Ayah Widya sampai tersungkur di lantai.
Rian yang melihat itu, segera membantu Ayah Widya untuk bangun.
Ayah Widya pun tak kalah menatap Karim dengan murka,
ia semakin yakin jika putrinya hilang di Kos-kosan itu.
Lalu secara spontan, Ayah Widia mengucapkan kata.
"Apa kalian yang menyembunyikan putri saya?"
Seketika membuat mata Bu Saidah membelalak menatap Ayahnya Widya.
"Apa maksud anda?"
"Jika kalian tidak menyembunyikan anak saya di Kos-kosan ini, untuk apa anda melarang saya mencari anak saya di sini."
"Saya sudah bilang, jika orang lain yang tidak berkepentingan dengan Kos-kosan ini, tidak diizinkan masuk,"kata Bu Saidah.
"Saya memang orang lain. Tapi saya di sini untuk mencari putri saya, karna dia tinggal di sini, jika bukan karena putri saya, tentu saya tidak akan sudi menginjakkan kaki di Kos-kosan ini."
Karim yang masih emosi tambah emosi karena Pria itu memaki Ibunya, dan ia ingin kembali meraih bahkan menghajarnya.
Namun dengan cepat Rian menghalanginya.
"Biarkan saja dia masuk untuk mencari putrinya!"kata-kata dari Tio menghentikan pergerakan Karim yang memberontak dari cegahan Rian.
"Kenapa kau malah menyuruhnya masuk?"protes Bu Saidah.
"Bu Saidah tenang saja, ini cara satu-satunya untuk membuktikan bahwa Widya benar-benar tidak ada di Kos-kosan ini, dan jika Bu Saidah yakin bahwa Widya tidak ada di sini, tentu Bu Saidah tidak perlu khawatir kan! jadi biarkan bapak ini mencari Widya di sini?"
Bu Saidah terdiam.
Lalu Karim membuka suaranya.
"Baik! Silakan anda cari sepuas hati anda di ruangan dan sudut manapun."
☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Mohon dukungannya ya 🙏
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️😘🤗😘