
Selamat! Membaca š¤
Riana masih diam seribu bahasa.
"Mengakulah Riana, jika kau kan yang membunuh Lestari?"
Riana menghembuskan nafasnya dengan kasar, sepertinya ia sudah tidak tahan dengan ocehan Harun yang terus menyudutkannya.
Lalu Riana merogoh saku di bajunya untuk mengambil ikat rambut berwarna merah pekat, dan ia pun mengikat rambutnya tinggi-tinggi sampai memperlihatkan semua wajahnya. Ya, selama ini Riana tidak pernah mengikat rambutnya, ia membiarkan rambut itu terurai bahkan menutupi sebagian wajahnya, orang mengira jika ia pemalu sampai tidak percaya diri menunjukkan semua wajahnya.
Ketika rambut itu sudah rapi Harun dan Rachel semakin melihat jelas jika gadis yang ada di hadapannya ini adalah Nadira.
"Kenapa! Kenapa kalian terkejut seperti itu! Apa penampilanku berbeda, pasti kau ingin mengatakan jika aku sangat mirip dengan gadis yang ada di foto itu kan,"kata Riana yang seketika berubah drastis.
Dari cara bicara dan gesture tubuhnya pun berubah, tidak seperti Riana yang mereka kenal.
"Kau!"
"Suuuuuttt..!"
Riana meletakkan jari telunjuknya di bibir, menandakan agar Harun diam!
"Kau tidak perlu membuang-buang tenagamu untuk bertanya! apa aku yang membunuh Lestari, dan apa aku pelaku teror selama ini! Dan apa aku pembunuh Misterius itu! Dan jawabannya adalah IYA, AKU YANG MELAKUKAN SEMUA ITU!"
__ADS_1
Riana secara terang-terangan mengatakannya.
Dan hal itu tentu membuat Rachel dan Harun terkejut setengah mati, mereka kira, akan susah membuat Riana mengaku tapi ternyata! Gadis itu dengan sukarela mengakui perbuatannya.
Sebelum rasa terkejut Rachel dan Harun hilang, Riana mengeluarkan sesuatu dari tas yang melingkar di pundaknya.
Itu adalah sebuah kotak, benda yang selama ini Riana sembunyikan dari semua orang dan saat ini ia mengeluarkan secara terang-terangan di hadapan Rachel dan Harun.
"Kau lihat ini!"ujar Riana sambil menunjukkan kotak itu di hadapan Rachel dan Harun.
Dan saat itu juga Ia membuka kotak tersebut!
Harun dan Rachel saling pandang, ia tidak begitu jelas melihat isi di dalam kotak, tapi setelah Riana mengeluarkan satu benda yang ada di sana seketika mata Harun dan Rachel membulat sempurna.
Melihat gelagat yang lain dari Riana, diam-diam Harun mengeluarkan senjata api yang ia bawa.
"Turunkan senjatamu Detektif Harun, kau jangan takut, aku tidak melakukan apa-apa padamu. Aku hanya membantumu untuk mengungkap siapa pembunuh yang sebenarnya, bukankah itu yang kau inginkan!"kata Riana yang menyadari aksi Harun.
Rachel melirik rekannya, dan mengisyaratkan Harun untuk menyimpan kembali senjatanya.
Riana kembali menutup kotak tapi ia sudah mengeluarkan beberapa benda yang ada di sana.
"Ambil ini, apa kalian tidak ingin memeriksanya sendiri, ini asli atau palsu?"kata Riana sambil menyodorkan benda yang ada di dalam kotak itu kepada Harun.
__ADS_1
Perlahan Harun meraihnya dan ia memastikan jika yang ada di tangannya itu adalah benda asli.
Di saat Harun fokus meneliti, Riana berkata.
"Itu asli Harun, kau pasti bisa membedakannya kan. Itu adalah kuku manusia yang sengaja aku kumpulkan sebagai barang bukti, jika aku sudah memusnahkan orang-orang yang tidak berguna di muka Numi ini,"kata Riana. Dan di akhir katanya diiringi dengan tertawa terbahak-bahak.
"Dasar Gila!"umpat Harun.
"Hey, Kenapa kau mengumpat seperti ini, bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku karena aku sudah membantumu menghilangkan orang-orang sampah itu."
"Harun tenangkan emosimu, saat ini kita menghadapi seseorang yang tidak biasa. Dia bukan seperti tersangka yang kita hadapi selama ini, dia adalah seorang psikopat yang akan menyerang mental lawannya. Hanya dengan ucapan yang keluar dari mulutnya,"bisik Rachel pada Harun yang sudah terpancing emosinya.
Bersambung..
šššš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Minta dukungannya ya š¤
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini š
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø
__ADS_1