
Selamat! Membaca š¤
Setelah mendengar cerita dari neneknya Lestari dan menemukan beberapa fakta di sana, Rachel dan Harun memutuskan untuk kembali ke kota.
"Rachel, apa kali ini kau memiliki pemikiran yang sama denganku?"tanya Harun yang saat ini tengah berada di belakang kemudi.
"Sepertinya iya, tapi kita harus tetap membuktikannya terlebih dahulu jangan sampai kita bertindak gegabah dan merugikan beberapa pihak."Sahut Rachel.
"Aku setuju denganmu, tapi aku tidak habis pikir kenapa keluarga korban pembantaian harus menutupi kejadian ini. Jika memang itu hanya sebuah fitnah seharusnya mereka tidak perlu ragu-ragu untuk menceritakannya kepada kita kan! tapi ini, mereka malah terkesan seperti senaja menutupi kasus yang terjadi pada mendiang putra Pak Suroto dan gadis yang bernama Nadia itu, bahkan aku juga curiga dengan perangkat Desa yang mengatakan tidak mengenali Riana saat kita menunjukkan fotonya, aku sangat yakin jika sebenarnya mereka mengenal gadis itu, hanya saja mereka menutup-nutupinya,"ujar Harun mengungkapkan apa yang ada di pikirannya.
ššššš
Di tempat lain, tepatnya di kos-kosan SURGA.
Setelah Karim dan Bu Saidah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penyanderaan terhadap Widya dan Pak Husein.
Para penghuni Kos berkemas untuk meninggalkan tempat itu.
"Kau mau pergi ke mana Ri, maksudku kau akan tinggal di mana, apa kau sudah menemukan tempat Kos yang baru?"tanya Tami yang sudah selesai dengan barang-barangnya dan saat ini dia sedang berada di kamar Riana.
"Aku tidak tahu, karena aku belum terlalu mengenal kota ini, tapi aku akan tetap keluar sambil mencari-cari Kos-kosan sekitar sini."Sahut Riana, yang masih fokus mengemasi barang-barangnya.
"Bagaimana kalau kau ikut tinggal bersamaku saja, aku sudah menghubungi rekan kerjaku untuk mencarikan tempat Kos yang baru, dan kebetulan di tempat Kos yang mereka tinggali masih ada satu kamar yang kosong, untuk sementara waktu kita bisa tinggal bersama sampai kau menemukan tempat Kos yang baru. Dan kita juga masih bisa berangkat kerja bersama jika kita tinggal di Kos-kosan yang sama,"ujar Tami.
__ADS_1
"Baik, terima kasih atas tawaran baikmu, aku tentu tidak bisa menolaknya tapi aku berjanji tidak akan lama merepotkanmu karena aku akan segera mencari tempat tinggal yang baru."
"Tidak! Aku justru senang bisa berteman dan bersama denganmu."
**
Ketika Riana sudah memasukkan semua bajunya ke dalam tas, gadis itu melirik laci di meja yang berada di sudut kamar.
"Tami, maaf, apa kau bisa keluar sebentar,"pinta Riana.
"Kenapa, apa aku mengganggumu?"
"Tidak! bukan seperti itu, aku hanya ingin membersihkan kamar ini dan tentunya akan banyak debu yang berterbangan. Aku tidak mau kesehatanmu terganggu karena debu-debu ini,"kata Riana memberi alasan.
Selepas keluarnya Tami, Riana segera mengunci pintu kamarnya.
dan secara perlahan gadis itu membuka laci dan mengambil sesuatu yang ada di sana, yaitu sebuah kotak misterius yang selama ini ia sembunyikan dari teman-temannya.
Riana memasukkan kotak itu ke dalam tasnya dan setelah itu ia bergegas keluar untuk menemui Tami.
**
Para penghuni kos-kosan di sana saling berpamitan dan mengucapkan perpisahan.
__ADS_1
Rian memutuskan untuk ikut dengan Tio mencari kos-kosan yang baru agar mereka bisa tinggal bersama.
Dan Bastian mengutarakan keinginannya yang ingin ikut bersama Tami dan Riana.
karena lelaki itu masih penasaran dengan sosok Riana yang sepertinya ia kenali, dan Bastian ingin mencari tahu dan mengenal lebih jauh siapa itu Riana.
šššš
Malam hari, Rachel dan Harun sampai di kantor, tak ingin membuang-buang waktu. Mereka segera melanjutkan penyelidikannya dengan menuju kos-kosan SURGA dengan maksud ingin menemui Riana.
Kenapa ingin menemui Riana?
Karena foto yang ia lihat di rumah neneknya Lestari adalah foto Riana, dengan nama lain yaitu Nadira.
Bersambung....
ššš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Minta dukungannya š¤
Tolong koreksi jika ada keslahan dalam tulisan ini š
__ADS_1
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø