
Setelah mendengar keterangan dari kedua saksi, Harun sedikit mendapat pencerahan.
Dan ia pun sudah bisa memastikan jika memang bukan Bayu pembunuhnya.
Karena dari segi fisik Bayu memiliki tinggi badan yang jauh dari Lestari.
Jika mungkin tinggi orang itu sama seperti Lestari, apa bisa dipastikan Jika dia benar seorang wanita?
Harun tanpa membuang-buang waktu mencari tau semua tentang Riana.
Ya! Karena yang ada di pikiran Harun saat ini adalah Riana.
Entah kenapa setelah Bayu menyebut nama Riana, dan Harun mendapati jika Riana berkaitan dengan keempat korban yang tewas di tangan pembunuh misterius itu, hingga membuat laki-laki itu mencurigai Riana.
Namun seperti apapun Harun mencari tau tentang Riana, dia tidak bisa mendapatkan data-data pribadi milik Riana, bahkan dia sangat sulit sekali menemukan asal-usul dan dari mana Riana berasal.
Harun benar-benar sangat penasaran dengan Gadis itu.
Setelah mendapatkan keterangan dari dua saksi.
Harun segera meluncur kembali ke Kantor mengatakan bukti yang ia dapatkan hari ini, jika Bayu bukanlah pembunuh yang sebenarnya.
Tapi lagi-lagi ketua Timnya tidak menggubris perkataan Harun.
"Kedua saksi itu dalam pengaruh obat bius dia tidak bisa melihat dan mendengar dengan jelas dan kesaksiannya tidak bisa dipercaya apalagi hanya dengan ukuran tinggi badan sungguh itu tidak bisa membuat Bayu lepas dari hukuman beratnya."
"Tapi Pak kita bisa menyelidiki kasus ini sekali lagi. Saya yakin kita bisa mengungkap siapa pembunuh sebenarnya,"kata Harun mencoba meyakinkan ketuanya itu.
"Sudahlah Harun! Sudah berapa kali saya bilang padamu stop untuk membesar-besarkan kasus ini, kita hanya perlu mencari bukti untuk memberatkan lelaki itu saja. Lalu setelah itu kita terbebas dari tuntutan, dan kau juga akan dikenal sebagai Detektif hebat karena berhasil memecahkan kasus pembunuhan ini,"kata ketua Timnya yang kembali tak setuju dengan dugaan Harun.
Harun benar-benar harus mendapatkan bukti yang lebih kuat lagi, ia sebenarnya tidaklah perduli dengan Bayu, karena lelaki itu pun sudah berselingkuh dari istrinya.
Yah mungkin ini hukuman untuk lelaki itu.
Tapi Harun tidak bisa jika Bayu dihukum atas tuduhan pembunuhan yang tidak ia lakukan.
Karena jika itu terjadi.
Sama saja seperti mereka memberikan peluang dan kebebasan bagi pembunuh yang sebenarnya, karena Harun sangat yakin,
jika pembunuh berantai itu tidak segera ditangkap akan ada korban-korban selanjutnya.
Sedetik kemudian Harun jadi teringat dengan hilangnya Widya, ia khawatir jika Gadis itu akan menjadi korban selanjutnya.
Tapi kali ini.
Entah kenapa Harun tidak mencurigai si pembunuh misterius.
Karena selama ini.
Ia mengamati jika pembunuh itu tidak pernah menyekap korbannya, ia akan langsung membunuh korbannya saat itu juga.
Sedangkan Widya hilang!
Harun sangat yakin hilangnya Widya tidak ada hubungannya dengan si pembunuh misterius.
ššš
Rekan satu Tim Harun pergi menuju TKP pembunuhan.
Mereka ingin kembali menelusuri tempat itu untuk menemukan bukti-bukti baru di sana karena ada beberapa tempat yang mungkin saja mereka lewati.
ā ļøā ļøā ļøā ļøā ļøā ļøā ļø
Sesampainya di TKP.
__ADS_1
Mereka mulai menggeledah untuk yang kedua kalinya.
Kali ini mereka menggeledah di setiap sudut tanpa dilewati sedikitpun karena mereka ingin menemukan barang bukti jejak keberadaan Bayu di rumah, di malam terjadinya pembunuhan.
Benar saja!
Ketika mereka memasuki kamar Lestari mereka menemukan helaian rambut di bantal, dan helaian rambut itu memiliki ukuran yang sangat pendek dan mereka bisa memastikan jika itu bukanlah rambut Lestari Karena Gadis itu memiliki rambut yang sangat panjang.
Mereka segera mengamankan penemuan pertama itu.
Dan ketika mereka membuka beberapa laci di kamar Lestari mereka menemukan foto-foto mesra pasangan itu.
Mereka juga menemukan kemeja pria di kamar mandi Lestari.
Di Rumah ini, Lestari hanya tinggal dengan ART dan Satpam.
Sedangkan Satpam tidak tinggal di dalam Rumah itu.
Karena Satpam di situ memiliki Kamar khusus yang berada di luar Rumah, jadi tidak mungkin jika kemeja dan rambut itu milik pak Satpam.
Dan mereka sudah bisa memastikan jika kemeja pria itu, milik kekasihnya yaitu Bayu.
Mereka kembali menggeledah dan menelusuri setiap sudut Rumah Lestari dan saat ini mereka berada di lokasi tempat di mana Lestari meregang nyawa yaitu di meja makan.
Lagi-lagi mereka menemukan bukti di sana yaitu. Satu helai rambut yang berada di kaki meja makan itu.
Setelah 2 jam lamanya mereka melakukan penyelidikan di rumah Lestari.
Mereka keluar dari sana dengan sangat puas karena sudah menemukan beberapa bukti yang mengarah pada lelaki itu.
Rambut yang mereka temukan segera dibawa untuk diperiksa dan dicocokkan, apakah rambut itu milik Bayu atau bukan.
ā ļøā ļøā ļøā ļøā ļøā ļøā ļø
Bu Saidah tengah menyunggingkan senyum bahagia karena hari itu ada seorang pemuda yang ingin tinggal Kos-kosan miliknya.
Pemuda itu tidak mengetahui desas-desus tentang horornya tempat Kos itu, bahkan sudah terjadi pembunuhan dua kali di sana. Tapi pemuda itu tak mengetahuinya.
Bu Saidah dengan senang memberikan kunci pada pemuda yang bernama Bastian.
Bastian berasal dari sebuah kampung.
Dia berangkat ke ibukota untuk mengadu nasib.
Ia ditempatkan di Kamar yang pernah di tempati Aldi.
Dan pemuda itu pun langsung beristirahat di sana.
ššš
Bu Saidah segera masuk ke dalam Kamarnya untuk menyimpan uang yang baru saja ia terima dari Bastian.
šššš
Tami tengah mengetuk pintu kamar Riana.
Karena sejak tadi Gadis itu belum keluar dari Kamarnya.
Biasanya dialah yang pertama bangun ketika Weekend seperti ini untuk mencuci pakaian.
"Ada apa?"tanya Riana setelah membuka pintu.
"Kau baik-baik saja? Aku melihat kamarmu dari semalam gelap sekali."
"Itu..! Aku tidak bisa tidur, mataku sedikit sakit melihat cahaya lampu jadi aku terpaksa memadamkannya agar aku bisa tertidur,"kata Riana.
__ADS_1
"Syukurlah jika kau tidak apa-apa! Aku hanya mengkhawatirkanmu setelah kau menceritakan tentang Gadis misterius yang sering menemuimu itu. Apa kau sudah melaporkannya ke Polisi?"
Riana terkejut!
Ia baru menyadari Jika ia sudah menceritakan tentang Gadis Misterius itu pada Tami.
"Oh aku lupa. Tapi kau jangan khawatir aku akan segera melaporkan kejadian itu pada pihak yang berwajib,"kata Riana cepat.
"Baiklah! Tapi ingat jangan ditunda-tunda lagi."
"Iya!"
Di saat yang bersamaan Tika datang.
Ia menyapa Riana dan Tami.
Tika memperhatikan Riana karena ia melihat gadis itu seperti tak tidur semalaman.
"Kau terlihat pucat Ri! Apa kau baik-baik saja?"tanya Tika.
Riana mengangguk.
"Aku baik-baik saja kalian tidak perlu khawatir."
Meskipun ia tengah berbicara dengan kedua temannya, tapi Riana tidak mau mengeluarkan tubuhnya dari kamar itu, ia hanya memunculkan kepalanya saja agar bisa berbicara dengan Tami dan Tika.
Tika yang heran dengan sikap Riana jadi bertanya kembali.
"Apa ada yang kau sembunyikan! Kenapa kau tidak keluar dari Kamarmu?"
"Aah .. itu, aku tidak memakai pakaian yang lengkap jadi aku malu untuk keluar aku harap kalian memahaminya,"kata Riana.
"Baiklah tidak masalah, kalau begitu kami ingin ke Rooftop apa kau mau ikut?"sahut Tami.
"Kalian pergilah dulu aku mau mandi, dan akan segera menyusul kalian,"kata Riana.
"Oke! Aku tunggu di Rooftop ya."
Tami dan Tika segera berlalu menuju Rooftop karena inilah kegiatan yang sering mereka lakukan ketika libur bekerja, mereka akan menghabiskan waktu di atas sambil mengobrol dan curhat tentang pekerjaan dan hal pribadi.
Sepertinya kedua Gadis itu sudah lupa tentang hilangnya Widya
Hingga tidak ada lagi yang menanyakan keberadaan gadis Malang itu.
ā ļøā ļøā ļøā ļøā ļøā ļø
Di dapur.
Bu Saidah tengah mengendap-ngendap sambil tengok kanan kiri untuk memastikan jika tidak ada orang yang memasuki dapur.
Setelah memastikan tidak ada orang di sana wanita itu segera membuka pintu ruang bawah tanah.
Ia membawa dua porsi makanan masuk ke dalam ruangan itu.
Setelah sudah berada di dalam ruangan, dengan cepat Bu Saidah kembali menutup pintu agar tidak ada siapapun yang memasuki ruang bawah tanah.
āļøššššššššššāļø
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Mohon dukungannya ššš
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya š
Love banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļøā¤ļø
__ADS_1