Dia Yang Berasal Dari Neraka!

Dia Yang Berasal Dari Neraka!
BAB 29. Keterangan Dari Saksi.


__ADS_3

Karim bingung dengan sikap aneh Riana, tapi tentu ia tak ingin memikirkan soal itu mungkin saja Gadis itu tengah terburu-buru, karena lapar hingga membuat ia aneh seperti itu.


Karim kembali masuk ke dalam Kos-kosan.


Dan kebetulan ia juga berpapasan dengan Tio.


"Kau mau ke mana?"


"Membeli makanan."


"Wah.. apa kau berjodoh dengan Riana! Baru saja dia keluar untuk membeli makan, sekarang kau juga melakukan hal yang sama dengannya,"kata Karim menggoda Tio.


"Jadi Riana keluar?"


Karim mengangguk.


"Tumben sekali ia keluar di jam segini."


"Mungkin karena dia lapar,"kata Karim.


"Ya sudah! Kalau begitu aku pergi dulu,"kata Tio dan langsung berlalu dari Kos-kosan, berharap jika ia akan bertemu dengan Riana di luar sana.


Anak-anak kos semuanya tengah pergi hanya ada Rian saja di sana.


Ia malas j untuk keluar di malam hari, apalagi ini sudah di atas jam 08.00 malam.


Pemuda itu lebih memilih untuk tidur daripada harus keluyuran di malam-malam seperti ini.


☠️☠️☠️☠️☠️


Pukul 23.00 malam.


Tami dan Tika baru kembali dari kencan buta nya.


Semenjak kematian Preman yang sering memalak mereka di Gang sempit, para penghuni Kos-kosan bebas pergi dan pulang di jam berapa pun sesuka hati mereka karena mereka sudah tidak khawatir lagi dengan Preman yang meresahkan itu.


Ada baiknya juga si pembunuh Misterius, melenyapkan Preman itu! begitupun kira-kira yang ada di hati para penghuni Kos SURGA.


Tidak ada siapa-siapa di depan Kos, mungkin saja Bu Saidah dan Karim sudah tidur.


Tika dan Tami berjalan menuju ke Kamar masing-masing.


Mereka melihat lubang Ventilasi Kamar Riana, dan di sana nampak gelap.


"Apa Riana tidak ada di kamarnya?"tanya Tika.


"Entahlah, tapi sepertinya tidak mungkin jika dia tidak ada di kamarnya. Dia bilang padaku jika dia ingin mengerjakan sesuatu di malam ini, jadi tidak mungkin jika dia keluar,"sahut Tami.


"Lalu kenapa Kamarnya nampak gelap?"


"Mungkin dia sudah tidur, Jadi lampunya di padamkan."


Apa yang dikatakan Tami memang ada benarnya, karena dua Gadis itu sendiri akan memadamkan lampu ketika mereka tertidur.

__ADS_1


Jadi hal itu tidak menimbulkan kecurigaan apapun pada mereka berdua tentang teman Kosnya itu.


☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️


Waktu terus bergulir hingga waktu pun kini menunjukkan pukul 00.00.


CKLEE....


Suara pintu terbuka dengan sangat hati-hati.


Tap.


Tap.


Tap.


Dan suara sepatu yang beradu dengan lantai terdengar nyaring setelah pintu itu terbuka.


Beberapa detik kemudian pintu kembali ditutup dan suara langkah kaki itu berkeliling di lantai Rumah yang beberapa hari lalu menjadi saksi bisu atas tragedi pembunuhan sadis yang menimpa Lestari.


Dia adalah sosok Misterius yang menghabisi Lestari malam itu.


Entah apa tujuannya kembali datang ke Rumah gadis yang sudah ia renggut nyawanya.


Seperti pemilik Rumah itu sendiri, sosok Misterius membuka setiap pintu Kamar yang ada di Rumah tersebut.


Dan ketika ia menemukan Kamar yang tengah ia cari, sosok itu masuk ke dalam Kamar.


Ia semakin masuk ke dalam dan memperhatikan setiap sudut dan barang-barang yang ada di Kamar itu.


Sosok hitam Misterius yang kejam itu memasuki kamar Almarhumah Gadis yang ia bunuh beberapa hari yang lalu.


Ia membuka setiap laci dan lemari yang ada di Kamar itu.


Lalu ia mengeluarkan sesuatu di balik pakaian hitamnya, dan ia letakkan di laci kamar Lestari.


Setelah selesai, ia juga memeriksa Ranjang Lestari lalu melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.


Selesai di area Kamar, sosok Misterius itu pindah ke area Ruang makan. Tempat ia menyiksa Lestari.


Entah apa yang sosok Misterius itu lakukan di sana yang jelas ia tengah mengatur sesuatu di sana.


Pekerjaannya usai, setelah memakan waktu satu jam lamanya.


Lalu sosok Misterius itu kembali keluar dari Rumah Lestari dengan Santai, tanpa meninggikan jejak apapun.


💀💀💀💀💀💀


Keesokan harinya.


Kebetulan hari ini adalah Weekend.


Jadi tidak ada anak-anak Kos yang berangkat bekerja, mereka masih di dalam kamar masing-masing padahal waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi.

__ADS_1


💀💀💀💀💀


Di tempat lain.


Harun baru saja mendapatkan kabar, jika ART dan Satpam Rumah Lestari sudah bisa dimintai keterangan, karena kondisinya sudah membaik dari Syok berat.


Tanpa membuang-buang waktu lagi, Harun segera meluncur ke Rumah Sakit tempat kedua orang itu dirawat.


☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️


Sesampainya di sana.


Harun tanpa basa-basi langsung menanyakan apa yang selama ini ingin ia tanyakan pada dua saksi itu.


"Bisa bapak dan ibu ceritakan apa yang terjadi malam itu?"


"Saya tidak bisa mengingatnya dengan jelas kejadian malam itu pak, yang saya ingat! Saat saya sedang berjaga di luar Rumah, ada seseorang yang memanggil saya dengan cara melambaikan tangan dari balik pagar Rumah, dan itu terjadi di pukul 00.00. Saya pikir itu pencuri karena orang itu menggunakan pakaian serba Hitam bahkan wajahnya tak terlihat sama sekali karena ia menutupinya dengan topi dan memakai masker. setelah saya dekati ternyata orang itu ingin menanyakan alamat pada saya, dan setelah saya menunjukkan alamat yang di bawa orang itu, saya kembali masuk! tapi tiba-tiba orang itu menyentuhkan benda yang bertegangan tinggi di pinggang saya, saya bisa meyakin jika benda itu adalah alat kejut bertegangan tinggi, dan setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi pak, saya sadar ketika saya berada di gudang bersama Bibi dengan posisi kaki dan tangan terikat dan mulut di Lakban. Tapi saya bisa mendengar dengan jelas teriakan Nona Lestari ketika malam itu,"kata Pak Satpam, menjelaskan kejadian kelam yang menimpa Nonanya malam itu.


Sama seperti Satpam penjaga Rumah Lestari.


ART nya pun hampir memberikan keterangan yang sama pada Harun.


Jika malam itu ia di lumpuhkan dengan si pembunuh dengan menggunakan alat kejut saat ia tengah mempersiapkan bahan makanan untuk sarapan Nonanya esok hari. Karena nonanya berkata akan berangkat ke Kantor pagi-pagi sekali.


Dan ia pun kembali tersadar dengan posisi Sudah terikat di gudang serta mulut di Lakban.


Mereka tidak bisa melihat bagaimana rupa sosok itu.


Karena sosok itu mengenakan pakaian serba Hitam yang sampai menutupi Rambutnya dan wajahnya juga di tutupi Topeng yang mengerikan.


Tapi kedua pekerja di Rumah Lestari bisa melihat secara langsung dari celah pintu yang tidak tertutup rapat, dan kebetulan pintu Gudang Rumah itu menghadap langsung ke meja makan.


Mereka mendengar dengan jelas teriakan dan jeritan Nona mereka, dan mereka juga berkata jika Lestari sempat memohon pada si Pembunuh, tapi Orang jahat itu tetap melenyapkan Nonanya.


Sama seperti Lestari mereka sempat mengira jika pembunuh itu adalah perampok.


Tapi dugaan mereka dipatahkan ketika Mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana cara si pembunuh menghilangkan nyawa Nonanya, seperti orang yang menyimpan dendam kesumat yang tidak akan pernah mereka lupakan sepanjang hidup mereka.


"Apa dia seorang perempuan?"tanya Harun, ketika selesai mendengar cerita kedua orang itu.


"Saya tidak tahu pak, karena tubuh orang itu benar-benar tertutup rapat dengan kain hitam dan wajahnya pun ditutup dengan Topeng yang mengerikan."


"Apa bapak bisa mengira, tinggi badan dan ciri-ciri si pembunuh?"


"Jika memang pembunuh itu adalah orang yang saya temui di depan pagar yang menanyakan alamat. Dia memiliki tinggi badan yang jauh di bawah saya Pak, mungkin tingginya kira-kira, sama seperti Nona Lestari. Sungguh saya tidak bisa mengira dia laki-laki atau perempuan ketika dia bertanya pun dia hanya menggunakan isyarat saya kira dia tidak bisa bicara atau bisu."


☘️☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️☘️


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya ya 🙏


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗

__ADS_1


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️


__ADS_2