
Malam hari.
Rian menaiki tangga untuk menuju ke lantai 2. Ia bermaksud ingin bertemu dengan Widya.
Tok.
Tok.
Tok.
Rian mengetuk pintu kamar Tika.
"Ada apa?"tanya Tika setelah membuka pintu Kamarnya.
"Di mana Widia? Apa kau melihatnya! Aku sudah mengetuk pintu kamarnya berulang-ulang namun tidak dibuka apa dia tengah pergi?"tanya Rian.
"Aku tidak tahu, aku tidak melihatnya sejak siang tadi. Mungkin dia sedang keluar, ada apa kau mencarinya?"
"Aku ingin mengambil Charger ponsel ku yang ia pinjam tadi pagi,"kata Rian yang mengutarakan maksudnya ingin bertemu dengan Widya.
"Kenapa kau tidak coba menghubunginya saja!"
"Sudah! Tapi tidak diangkat."
"Kalau begitu kau pakailah dulu punyaku, nanti jika Widya sudah kembali aku akan sampaikan padanya untuk mengembalikan Charger ponselmu."
"Baiklah! Terimakasih!"
Rian kembali turun dengan meminjam Charger ponsel milik Tika.
Dan secara bersamaan ia berpapasan dengan Bu Saidah di tangga.
"Selamat malam Bu!"sapa Rian, pada Bu Saidah yang tengah terlihat bingung dan tidak fokus menjadi terkejut dengan sapaan dari Rian.
"Malam Widya, eh, maksud ibu Rian,"sahut Bu Saidah yang salah menyebut nama.
"Bu Saidah baik-baik saja?"tanya Rian yang melihat wajah Bu Saidah nampak berbeda dari biasanya, dia terlihat pucat dan seperti ketakutan.
"Iya, tentu saja ibu harus tetap baik-baik saja kan,"kata Bu Saidah sambil mengulas senyum yang ia paksakan.
"Oh, ya Bu, apa Bu Saidah melihat Widya?"
"Tidak-tidak,"sahut Bu Saidah dengan sangat cepat, bahkan sebelum Rian selesai menuntaskan pertanyaannya.
"Ibu tidak melihatnya, dan ibu juga tidak tahu di mana Widya berada,"kata Bu Saidah menyambung jawabannya yang tadi.
"Iya Bu tidak apa-apa , mungkin Widya sedang keluar Kos-kosan, karena ada urusan yang penting hingga malam seperti ini ia belum kembali."
Bu Saidah mengangguk dan ia segera berpamitan pada Rian.
Ia beralasan ingin membersihkan Rooftop.
"Di malam-malam seperti ini! Kenapa tidak besok pagi saja Bu!"bingung Rian, karena biasanya Bu Saidah membersihkan Rooftop di pagi atau siang hari, itupun ia mengerjakannya bersama Karim.
"Lebih baik dilakukan sekarang , biar besok pagi Rooftop terlihat bersih,"kata Bu Saidah.
Rian mengangguk, dan membiarkan Bu Saidah menuju Rooftop.
*
*
☘️☠️☠️☠️☠️☘️
__ADS_1
Riana perlahan membuka matanya.
Dan ketika ia kembali sadar Gadis itu langsung terlonjak kaget!
"Apa aku ketiduran,"gumam Riana.
Lalu ia bergegas bangun dan langsung merapikan benda yang ada yang berserakan di lantai.
Di waktu yang bersamaan.
Ting!
Sebuah Notif pesan masuk di ponsel Riana dan itu tentu membuatnya menghentikan pergerakan tangan yang tengah merapikan sesuatu.
Dengan cepat ia membuka pesan yang ternyata dari Gadis misterius yang sering menemuinya dan menghubunginya secara tiba-tiba.
Riana sejenak menutup matanya ia tak mau membaca pesan itu, namun apa daya pesan itu sudah terbuka dan dengan sekuat hati Riana membacanya.
(Aku sudah membereskannya! Apa kau senang)
Begitulah bunyi satu pesan yang masuk di ponsel Riana.
Jantung Riana berdegup dengan kencang, keringat dingin kembali membanjiri wajahnya.
Dengan tangan yang bergetar Riana membalas pesan itu.
(Apa maksudmu!)
(Hahaha.. apa kau benar-benar tidak mengerti dengan apa yang aku maksud, atau kau memang berpura-pura bodoh! Untuk menutupi kesenangan hatimu itu dengan apa yang telah aku lakukan untuk mu)
Nafas Riana naik turun!
Ia tahu apa yang dimaksud oleh Gadis misterius itu, Riana pun memutuskan untuk tidak meneladani pesan dari si gadis, dengan cepat Riana menonaktifkan ponselnya agar tidak dapat dihubungi lagi.
🍂
Setelah selesai dengan semua urusannya dan memastikan semua itu rapi dan benda itu tertutup dengan aman, Riana keluar dari kamarnya untuk mandi.
CKLEK!
Baru saja Riana membuka pintu kamar,
ia sudah dikejutkan dengan Tika yang tengah berdiri di depan pintu kamarnya.
"Tika! Apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku ingin mengobrol denganmu,"kata Tika.
"Apa Tami ada di kamarnya?"
"Tidak ada! Sore tadi ia keluar, katanya ingin menghadiri kencan butanya dengan seorang lelaki."
Riana mengangguk.
"Kalau begitu tunggulah sebentar, aku mau mandi dulu,"kata Riana.
"Apa aku boleh menunggu di kamarmu?"
"Tentu saja boleh! Masuklah,"Riana mempersilakan temannya itu untuk menunggu dirinya di dalam kamar.
🍂
Selepas Riana berlalu menuju kamar mandi, tanpa sungkan Tika masuk ke dalam Kamar.
__ADS_1
Tika duduk di bangku yang ada di kamar Riana.
Dia menatap sekeliling di kamar, dan Entah kenapa Gadis itu merasakan ada sesuatu yang aneh di kamar itu.
Dia seperti merasakan aura-aura yang negatif, sehingga membuat bulu kuduknya merinding.
"Kenapa di kamar Riana mengerikan sekali,"gumam Tika.
.*
*
*
Riana yang baru saja menapakkan kaki ke kamar mandi tiba-tiba menghentikan langkahnya karena ia menyadari sesuatu.
Dengan cepat Riana berbalik arah dan berlari menuju kamarnya.
Sementara itu pandangannya Tika menuju pada lemari pakaian milik Riana.
Entah kenapa Gadis itu tiba-tiba penasaran sekali dengan isi di lemari pakaian milik Riana, padahal dia sendiri sudah menduga jika di dalam lemari itu isinya hanyalah beberapa pakaian sama seperti yang ada di kamarnya.
Jiwa Tika yang kepo dan penasaran, terus berbisik pada Gadis itu untuk membuka isi lemari.
Perlahan-lahan Tika bangun dari duduknya dan saat ini ia sudah tepat berada di depan lemari pakaian milik.
Tangan Tika terangkat dan sudah memegang gagang pintu lemari, dan ia sudah sangat siap untuk menariknya.
*
*
BRAK!
Pergerakan tangan Tika sontak terhenti karena tiba-tiba pintu dibuka dengan sangat kuat.
"Riana!"Tika terkejut setengah mati.
Riana panik, setelah melihat Tika yang ingin membuka Lemarinya,
dengan wajah yang sangat pucat.
Ia segera menghampiri Tika yang hendak membuka pintu lemarinya.
"Tolong jangan sentuh barang-barang ku,"kata Riana yang menarik tangan Tika yang sudah berada di gagang pintu lemari.
"Ah! Maafkan aku Ri, tadi aku hanya penasaran saja dengan koleksi pakaianmu di lemari ini,"kata Tika yang merasa tidak enak pada Riana.
Riana mengangguk.
Tapi tentu di dalam hatinya sangat kesal pada gadis itu.
"Kau bisa keluar dari kamarku, kau tunggu saja di kamarmu, nanti setelah aku selesai mandi, aku akan menemui mu,"kata Riana yang mengusir Tika secara halus.
"Apa dia marah pada ku!" batin Tika.
Tika pun terpaksa keluar dari kamar Riana, dan menunggu.
Dan Riana kembali ke kamar mandi, tapi sebelum itu Riana sudah mengunci.
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
mohon dukungannya ya.
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️