
Selamat! Membaca š¤
Dengan memgu Bus dan mengajak serta Karim, Saidah bergegas menuju Kos SURGA.
Seperti apa yang dikatakan Jalal lewat telepon, ia melihat Hakim tergeletak tidak sadarkan diri.
Setelah memastikan jika Hakim tidak mati, Saidah berencana membuang lelaki itu dan merekayasa sebuah perampok, karena Saidah tentu tidak rela jika Suaminya masuk penjara karena kejadian ini.
Namun Jalal menolak usul dari istrinya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan! Jika kita membiarkan dia keluar sudah pasti Hakim akan mengadukan perbuatanmu pada polisi."
"Kita akan mengurungnya di sini."Ujar Jalal memberi keputusan.
Dan sejak saat itu Hakim dikurung di ruang bawah tanah kos-kosan miliknya sendiri hingga beberapa tahun lamanya.
Jalal mengarang sebuah cerita pada keluarga Hakim, jika Hakim sudah menjual kos-kosan kepada dirinya, dengan menunjukkan sertifikat dan bukti transaksi palsu, keluarga Hakim percaya dengan skenario yang Jalal buat.
Tapi ketika keluarga Hakim menanyakan keberadaan Hakim, Jalal menjawabnya tidak tahu karena setelah menerima uang pembayaran Hakim tidak menemuinya lagi.
Keluarga Hakim menganggap jika Hakim pergi dengan sendirinya membawa uang hasil penjualan kos-kosan hingga keluarganya pun berhenti melakukan pencarian pada pria itu.
__ADS_1
Saidah dan Jalal mengelola tempat Kos itu dengan sangat baik, dan ia menyembunyikan Hakim dengan sangat baik pula tanpa diketahui oleh siapapun. Bahkan sampai Jalal meninggal dunia Saidah tetap melakukan kejahatannya menyembunyikan Hakim dibantu oleh Karim putranya.
Hingga rahasia itu terbongkar akibat ulahnya sendiri yang menyembunyikan Widya di sana.
Flash Back Of.
Setelah mendengar cerita dari Karim, penyebab ia dan ibunya mengurung Hakim. Polisi mulai menanyakan keterlibatannya dengan kasus pembunuhan yang terjadi akhir-akhir ini.
Dengan tegas, Karim mengatakan jika ia dan ibunya sama sekali tidak terlibat dengan pembunuhan berantai itu. Karim juga menegaskan bahwa ia tidak mengenali pelaku, bahkan ia sendiri pun ketakutan dengan teror itu.
Tapi para polisi tidak serta merta mempercayai pengakuan Karim dan Saidah, mereka tetap melakukan penyelidikan dan mencurigai jika kedua orang ini mengenal dan ikut membantu si pembunuh yang akhir-akhir meresahkan.
Karim dan Saidah dijebloskan ke dalam sel penjara.
Di tempat lain.
Rachel dan Harun usai menelusuri rumah korban pembantaian satu keluarga.
Mereka mengambil beberapa benda dari sana termasuk foto-foto para korban itu sendiri, seperti keinginannya Rachel dan Harun segera menuju rumah Nenek Lestari.
Di sana mereka disambut dengan wanita yang sudah sangat tua bahkan untuk berjalan saja kesusahan.
__ADS_1
ketika mengatakan maksud kedatangannya nenek itu merasa sedih karena ia harus kembali mengingat cucu kesayangannya Lestari yang meninggal dengan cara yang mengenaskan.
Harun dan Rachel tidak bisa melakukan apapun selain mendengarkan curhatan nenek yang nampak sangat terpukul itu, nenek itu bercerita masa kecil Lestari ketika masih bersamanya sampai anak itu dewasa dan memutuskan untuk merantau ke kota.
Harun sedikit jengah dan kesal, karena niatannya yang datang ke sini untuk mencari barang bukti dan petunjuk malah harus mendengarkan curhatan nenek Lestari.
Namun dia harus tetap bersabar!
Di saat kupingnya masih mendengar cerita dari nenek Lestari tapi hatinya sudah mulai memberontak, mata Harun mulai berkeliling menelusuri ruangan yang sepertinya jarang di bersihkan itu.
Tiba-tiba pandangan Harun terhenti ketika menatap sebuah bingkai foto yang di pajang di lemari yang nampak usang.
Bersambung...
ššššš
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini š
Minta dukungannya ya š¤
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini š
__ADS_1
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ā¤ļøā¤ļøā¤ļø