Dia Yang Berasal Dari Neraka!

Dia Yang Berasal Dari Neraka!
BAB 36. Ada Apa Dengan Riana?


__ADS_3

"Rachel, Apa yang kau lakukan di situ!"


Suara Tami yang muncul dari belakang punggung Rachel mengejutkannya, dan dengan gerakan cepat Rachel segera menarik Tami dan membekap mulutnya.


"Mmmph..!"Tami memberontak, ia mengira Rachel ingin berbuat macam-macam atau menyakitinya.


"Suuuuttt! Jangan berisik, Aku di sini karena aku mendengar sesuatu dari kamar Riana."


Tami berhenti memberontak dan Rachel pun melepaskan tangannya.


"Coba kau dengar baik-baik, dengan siapa Riana berdebat di dalam,"kata Rachel yang meminta Tami untuk menempelkan telinganya di pintu.


Tami yang ragu-ragu melakukan apa yang diminta Rachel, perlahan ia menempelkan telinganya di pintu namun ia tidak mendengar suara apapun di sana, ia melirik ke arah Rachel mengira jika Gadis itu tengah bermain-main atau berbohong padanya.


"Kau bersabarlah sebentar dan tajamkan indra pendengaranmu."


Setelah beberapa detik menguping akhirnya Tami menangkap satu suara dari dalam kamar Riana, suara itu seperti suara benda besar yang jatuh.


Tapi apa itu?


Tami yang khawatir ingin mengetuk pintu, namun hal itu tentu saja dicegah oleh Rachel.


"Kenapa, aku takut terjadi sesuatu pada Riana di dalam. Mungkin saja dia terjatuh dari kasur?"kata Tami yang mencoba melepaskan pegangan tangan Rachel.


"Riana di dalam baik-baik saja, aku sangat yakin itu. Bersabarlah sebentar dan Tolong dengarkan lagi suara Riana yang ada di dalam."


"DIAM!"


Tiba-tiba suara teriakan yang sangat nyaring terdengar dari kamar Riana dan hal itu mengejutkan Tami juga Rachel.


"Kau dengar itu kan?"


Tami yang penasaran kembali menempelkan telinganya di pintu, sama seperti Rachel Tami pun mendengar beberapa kata perdebatan dari Riana. Tapi ia sama sekali tidak mendengar lawan bicara Riana.


CKLEK!


Mendengar suara pintu yang hendak dibuka Tami dan Rahel panik, mereka segera bersembunyi agar tidak diketahui Riana bahwa mereka tengah menguping.

__ADS_1


"Masuk ke sini."Rachel segera menarik tangan Tami untuk memasuki kamarnya yang persis berada di sebelah kamar Riana.


Benar saja!


Riana membuka pintu kamarnya dan ia keluar, tapi Riana malah memposisikan diri dengan berdiri persis di depan pintu dan seperti tengah berbicara dengan seseorang.


Tami dan Rachel yang melihat pemandangan itu dari celah pintu yang sengaja tidak ditutup rapat menjadi semakin bingung.


"Cepat pergi dari sini! Dan jangan pernah menemui aku lagi."kata Riana sambil menggerakkan tangannya seperti tengah mengusir seseorang.


Rachel dan Tami semakin membelalakkan matanya, tidak ada siapapun di sana Lalu siapa yang Riana usir.


Apa Riana melihat sosok yang tak kasat mata?


Apa dia tengah berhalusinasi?


Itulah pertanyaan yang muncul di benak Rachel dan Tami.


Riana menatap ke arah tangga seperti sedang memperhatikan seseorang yang berjalan menuruni tangga, setelah itu ia kembali masuk ke dalam kamarnya dan menutup rapat pintunya.


Tami yang terkejut mendudukkan dirinya di lantai, ia benar-benar sangat syok dengan apa yang ia saksikan beberapa saat lalu.


Rachel mengganggu.


"Tentu aku melihatnya, dan itulah yang sejak tadi aku dengar dari dalam kamarnya dia tengah berdebat dengan sesuatu yang tidak bisa kita lihat."


"Apa menurutmu Riana dapat melihat makhluk halus?"


"Entahlah, tapi aku akan mencari tahunya."


**********


Keesokan harinya.


Dirasa Tami sudah mengetahui apa yang ia ketahui soal Riana, Rachel pun menceritakan pada Gadis itu tentang siapa ia sebenarnya.


"Jadi kau datang ke sini untuk memata-matai kita?"

__ADS_1


"Tidak! Bukan seperti itu maksudku. Aku hanya ingin mencari tahu siapa dalang dibalik peneroran dan pembunuhan berantai dari keempat korban."


"Lalu, Kau mencurigai Riana?"


"Aku tidak bilang seperti itu kan, tapi aku hanya merasa ada sesuatu yang aneh dengan dia. Bukankah kau yang selama ini lebih dekat dengan Riana."


"Benar! Lalu kau mau apa?"


"Aku hanya ingin meminta sedikit informasi darimu tentang Riana."


"Aku tidak bisa memberikan informasi apapun tentang dia, karena aku pun tidak pernah menanyakan dari mana dia, siapa dia, dan asal usulnya. Karena Riana pun tidak pernah menanyakan soal pribadi denganku."


"Tapi bisa kan kau melakukan itu untukku, ini demi terhentinya kasus pembunuhan berantai."


"Bukan Riana pelakunya, kau jangan sembarangan menuduh dia dia gadis baik-baik."


"Aku tidak menuduhnya Tami, Aku hanya ingin mencari tahu informasi Riana Lebih detail karena sangat sulit sekali mencari tahu tentang Riana berikut asal usulnya, aku pun sama sepertimu takut terjadi sesuatu pada Riana. Sepertinya ia sedang tertekan jadi kita harus membantu ia menyelesaikan masalah yang ia hadapi."


Mendengar perkataan Rachel yang mengira jika Riana tengah tertekan dan menghadapi banyak masalah, Tami pun menjadi iba dengan temannya itu.


"Baiklah aku akan membantumu untuk mencari informasi lebih detail tentang Riana, tapi aku tidak suka jika kau menuduhnya sebagai pelaku pembunuhan berantai yang terjadi akhir-akhir ini, apa lagi jika kau sampaikan menyebarkannya pada penghuni Kos yang lain."


Rachel mengangguk.


"Tentu saja aku tidak akan menuduh seseorang tanpa bukti yang jelas."


Dan akhirnya kedua gadis ini pun sepakat untuk menyelidiki Riana.


******


Dimulai dari Tami, karena ialah yang paling dekat dengan Riana jadi dialah yang mencari informasi asal usul Riana.


Bersambung..


☠️☠️☠️☠️☠️


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏

__ADS_1


Dukungan Ntor terus ya agar bisa menyelesaikan Buku ini.


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2