
"Sudahlah Bu, Bu Saidah tidak perlu berpura-pura lagi, Bu Saidah dan Karim yang selama ini menyekap Widya di ruang bawah tanah kan!"
Mulut Saidah seketika terbungkam.
"Me.. Menyekap Widya!"dan ia terbata-bata.
"Pak, silahkan Bapak periksa ruang bawah tanah, selain mereka menyekap teman saya, mereka juga mengurung pria tua di sana."
Bu Saidah dan Karim semakin panik!
Dan kepanikan mereka semakin membuat polisi membenarkan dugaan Tio.
4 Polisi yang mendatangi Kos SURGA, segera memasuki ruang bawah tanah tanpa di cegah sedikitpun oleh Karim dan Bu Saidah, sepertinya mereka berdua sudah pasrah jika rahasianya selama bertahun-tahun ini terbongkar.
Seorang pria tua dengan rambut gimbal, yang tentu tidak terawat, di keluarkan dari ruang bawah tanah, kondisi pria itu sangat memilukan, badannya kurus kering dan membungkuk, dia juga tidak dapat berjalan, mungkin karena terlalu lama di kurung di tempat yang sempit seperti kandang ayam.
Hal itu tentu menarik perhatian para warga yang tinggal di sekitar Kos SURGA, mereka tidak menyangka jika selama ini kos-kosan itu telah menyandra seseorang sampai separah itu. Baik Bu Saidah atau Karim, mereka terkenal baik dan ramah jadi hal ini yang membuat mereka tidak menyangka jika Saidah dan Karim pelakunya.
Ada satu warga yang sudah puluhan tahun tinggal di lingkungan itu mengenali Pria yang menjadi Sandra Saidah dan Karim.
"Bukankah, dia Pak Hakim. Yang dulu pemilik Kos-kosan ini!"
"Anda mengenalinya?" Tanya Polisi.
"Benar! Saya sangat tau jika dia pak Hakim."
__ADS_1
Tanpa membuang waktu, para Polisi membawa Bu Saidah, Karim dan tetangga yang mengenali korban sandra, para penghuni Kos lainnya pun turut di bawa guna menjadi saksi.
Sedangkan Widya dan pak Tua yang bernama Hakim, di bawa ke Rumah Sakit, untuk mendapatkan perawatan.
Rasa senang menyelimuti hati Ayah Widya yang sudah sangat lama mencarinya, ia sangat bersyukur kembali di pertemukan dengan putrinya dalam keadaan selamat.
☠️☠️☠️☠️☠️
Di ruang interogasi.
Polisi melayang beberapa pertanyaan pada Saidah dan Karim, di tempat yang berbeda.
Berbeda-beda dengan Karim, Bu Saidah hanya diam tidak mengeluarkan sepatah katapun ketika polisi bertanya padanya.
Dan polisi menduga jika mereka terlibat dalam kasus pembunuhan yang membuat heboh masyarakat.
~Flash Back~
10 tahun yang lalu.
Hakim adalah sahabat ayah Karim yang bernama Jalal, persahabatan mereka sangat intens,
bukan hanya dekat dengan Jalal, Hakim juga sangat mengenal baik Saidah dan menganggap Karim seperti putranya sendiri.
Mereka tinggal di kota yang berada, namun mereka sering bertemu karena Hakim rutin mengunjungi kediaman Jalal.
__ADS_1
Berbeda dengan Jalal yang hidup dengan serba pas-pasan, Hakim justru memiliki segalanya, namun mereka tetap bersahabat dengan sangat baik.
Hingga pada suatu hari.
Hakim mengajak Jalal untuk melihat Kos-kosannya (Kos SURGA) ia mengutarakan maksudnya pada Jalal yang ingin merenovasi Kos-kosan yang sudah mulai tidak enak untuk di pandang mata, karena kos-kosan itu merupakan bangunan jadul,
karena Jalal pandai di bidang pembuatan seni dari kayu. Hakim ingin mengganti semua pintu kamar Kos dengan karya unik, yang di disain oleh sahabatnya.
Namun!
Di balik, keakraban persahabatan mereka. Ternyata Hakim selalu mengolok-olok Jalal di pada teman-temannya, ia mengatakan jika Jalal tidak lebih dari seorang pecundang yang miskin, tidak memiliki apapun selain gergaji dan alat pahat.
Tentu Jalal sangat terluka dengan perkataan Hakim yang ia dengar secara tidak senaja, ketika Hakim tengah berbicara dengan teman-temannya.
Bersambung..
💀💀💀💀
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Minta dukungannya ya🙏
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini 🙏
__ADS_1
Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️