Dia Yang Berasal Dari Neraka!

Dia Yang Berasal Dari Neraka!
BAB 28. Riana Yang Aneh!


__ADS_3

Menyadari mungkin polisi akan datang sebentar lagi, Bu Saidah segera keluar dari Ruang bawah tanah.


Tapi tentu ia sudah menutup rapat lemari besar yang menjadi pintu di Kamar


rahasia itu.


Bu Saidah sudah memastikan jika Widya tentu tidak akan mengeluarkan suara apapun apalagi untuk bangun, karna ia sudah memberi gadis itu obat Bius.


Lalu ia kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa.


☠️☠️☠️☠️


Sore hari.


Harun dan beberapa rekan Polisi tiba di Kos-kosan.


Tentu untuk mencari Widya.


Memenuhi laporan yang dilakukan oleh Ayah Widya.


Polisi kembali memeriksa seisi Kamar sam Ruangan di Kos-kosan itu.


Tapi lagi-lagi mereka tidak menemukan apapun.


Begitupun ketika mereka memasuki Ruang bawah tanah semua nampak biasa-biasa saja tak ada sesuatu yang mencurigakan sedikitpun di sana.


Sungguh mereka tidak tahu jika lemari besar yang mereka perhatikan dan sempat mereka tanyakan juga pada Bu Saidah, adalah pintu menuju Kamar tersembunyi di mana Widya berada.


Setelah menggeledah seisi Kos-kosan Polisi pergi dari sana dan akan melakukan pencarian di lain tempat.


Polisi juga akan memeriksa beberapa teman dan rekan Widya.


Tio dan Rian memberikan rekaman CCTV pada Harun, dan Harun bersama beberapa Tim membawa rekaman itu ke Kantor sebagai barang bukti dan petunjuk.


☠️☠️☠️☠️☠️


Di tempat lain.


Orangtua Lestari mendatangi Kantor Polisi.


Mereka ingin bertemu secara langsung dengan pelaku pembunuh Putri mereka yaitu, Pak Bayu.


Pak Bayu bersumpah pada kedua Orangtua Lestari bahwa, bukan ia yang membunuh Gadis itu.


Tapi semua itu sama sekali tidak di dengar oleh Orangtua Lestari, mereka meminta Polisi untuk menghukum Pria itu seberat-beratnya, bahkan keluarga Lestari mengharapkan Hukum mati untuk Bayu.


Esok hari polisi akan kembali memeriksa TKP dan juga Rumah Pak Bayu untuk menemukan barang bukti yang akan membuat Pria itu di Hukum berat.


☠️☠️☠️☠️☠️


Riana dan Tami sudah pulang dari bekerja.


Mereka Jalan beriringan melewati Gang sempit.


Entah sengaja atau tidak.


Tampa sadar.


Riana mengatakan Jika ia selalu didatangi oleh seorang Gadis Misterius pada Tami.


Tami terkejut dengan pengakuan Riana.


Karna merasa Khawatir dengan temannya,


Tami menyarankan Riana untuk segera melapor kepada Polisi, takut jika Gadis itu bukan orang baik-baik.


Riana memang tidak menceritakan secara detail tentang apa saja yang dilakukan Gadis itu termasuk, jika Gadis itu sering menghubunginya dengan berbagai pesan yang mengerikan.


Riana hanya mengatakan Jika ia sering ditemui seorang Gadis Misterius.

__ADS_1


Bahkan ketika Tami menanyakan ciri-ciri Gadis itu, Riana enggan untuk menyebut secata detailnya, ia hanya mengatakan jika Gadis itu selalu menggunakan pakaian Hitam.


"Apa aku perlu menemanimu untuk lapor polisi?"ujar Tami.


"Tidak! Terimakasih, biar aku yang akan melaporkannya,"sahut Riana.


"Baiklah! Tapi harus segera di laporkan agar Gadis itu bisa segera di


tangkap, jangan sampai menunggu ia berbuat sesuatu yang buruk padamu."


"Baik! Terimakasih."


☠️☠️☠️☠️


Sesampainya di Kos-kosan mereka berpisah di lantai 2 menuju Kamar masing-masing.


Tapi sebelum Tami membuka pintu Kamarnya ia melirik dan bicara pada Riana terlebih dahulu.


"Apa malam ini kau ingin ikut denganku?"


"Ke mana?"


"Menghadiri kencan buta,"kata Tami.


Malam ini Gadis itu kembali melakukan kencan buta, karena pada malam sebelumnya Tami merasa tidak cocok dengan lelaki yang ia temui, lalu malam ini ia ingin kembali mencari lelaki yang sesuai kriterianya, tapi lelaki yang akan di temui Tami mengajak teman lelakinya, dan Tami pun ingin mengajak teman wanitanya.


Tapi sepertinya tidak bisa, karena Riana tidak tertarik dengan kencan seperti itu, lalu ia menolaknya dengan secara halus.


"Maaf, aku tidak bisa! Malam ini ada beberapa hal yang harus aku kerjakan,"tolak Riana.


"Oke! Tidak apa-apa, Aku akan mencoba mengajak Tika untuk menemaniku,"


Riana mengangguk.


Dan di situ mereka kembali masuk ke Kamar masing-masing.


Pukul 08.00 malam.


Tami dan Tika keluar Kos-kosan untuk untuk melakukan kencan buta.


"Apa kalian akan pulang tengah malam?"tanya Bu Saidah.


"Tidak Bu! Mungkin sekitar pukul 22: 00 kami sudah pulang,"sahut Tami.


"Apa kalian hanya pergi berdua saja! Bagaimana dengan Riana? Apa dia tidak ikut?"


"Tidak! Ada sesuatu yang harus ia kerjakan malam ini,"kata Tami.


Setelah berpamitan pada Bu Saidah, dua gadis itu meluncur ke tempat yang sudah mereka janjikan.


☠️☠️☠️


Di Kamar.


Riana tengah sibuk menulis sesuatu di bukunya.


Entah apa yang ia tulis, yang jelas setiap malam Riana akan melakukan hal yang sama.


KRING.....


KRING....


KRING......


Suara dering ponsel memecahkan konsentrasi Riana yang tengah menorehkan tinta di kertas putih.


Ia melirik sejenak pada benda pipih yang tengah berkedip-kedip itu.


Gadis itu enggan untuk mengangkat telepon.

__ADS_1


Ia mengabaikannya begitu saja lalu kembali fokus dalam tulisannya.


KRING....


KRING....


Namun ponsel itu kembali berdering.


Hingga membuat Riana kesal.


BRAK!


Gadis itu menggebrak meja dengan sangat kuat dengan kedua tangannya.


Tanpa Riana sadari.


Bu Saidah yang tengah melintas tepat di depan pintu kamarnya mendengar suara gebrakan itu.


Wanita itu terkejut dengan suara gaduh yang ada di Kamar Riana.


Bu Saidah berniat mengetuk pintu kamar dan menanyakan apa yang terjadi!


Tapi Bu Saidah menghentikan hal itu, karena ia mendengar suara Riana yang tengah berbicara dengan seseorang dengan nada yang sangat tinggi, sepertinya Gadis itu tengah memaki seseorang.


Karena terhalang oleh pintu, membuat Bu Saidah tidak mendengar dengan jelas apa yang Riana bicarakan, Bu Saidah menduga jika Riana tengah berbicara dengan seseorang lewat sambungan telepon.


Tapi ia sangat terkejut sekaligus heran karena tidak biasanya gadis yang di kenal baik dan ramah itu bisa berbicara dengan nada setinggi itu.


Bu Saidah tak ingin ikut campur, mungkin saja Gadis itu tengah bermasalah dengan kerabatnya hingga membuat dia marah-marah seperti itu.


Namun ketika Bu Saidah ingin meninggalkan tempat itu ia berhenti karena mendengar ucapan dari Riana.


"Apa kau yang melakukannya! Katakan jika kau memang yang melakukannya! Kau yang telah membunuhnya kan!"


Itulah kata-kata yang Bu Saidah dengar dari balik pintu kamar Riana.


Meskipun tidak terdengar sangat jelas, tapi Bu Saidah sangat yakin jika kata-kata itulah yang Gadis itu ucapkan.


Seketika tubuh Bu Saidah bergetar, ketika mendengar kata membunuh yang terucap dari bibir Gadis itu.


"Membunuh! Apa maksudnya! Siapa yang dibunuh,"gumam bu Saidah.


Seketika membuat tubuh wanita itu merinding.


Dan dengan cepat ia melarikan diri dari tempat itu ketika mendengar Riana membuka kunci pintu Kamar, sepertinya Gadis itu ingin keluar.


Bu Saidah segera turun ke lantai bawah tanpa diketahui oleh Riana jika ia baru saja menguping percakapannya lewat telepon.


Riana dengan tergesa-gesa keluar dari Kamarnya dengan menggunakan jaket berwarna hitam.


Ia menuruni tangga lalu keluar Kos-kosan.


Tapi saat berada di pintu pagar ia berpapasan dengan Karim.


"Kau mau ke mana? Ini sudah malam!"


Riana menundukkan wajahnya.


"Aku ingin membeli makan! Permisi!"kata Riana singkat, dan dengan tergesa-gesa gadis itu melanjutkan langkahnya keluar dari pagar Kos-kosan, tidak memperdulikan kehadiran Karim yang ingin kembali bertanya padanya.


☘️☘️☘️☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️☘️☘️☘️


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya ya 🙏


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗🤗


Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2