
Kabar kematian Lestari menjadi topik berita hangat di berbagai Televisi dan Media sosial.
Banyak publik yang menyampaikan pendapat sesuai apa yang ada di pikiran mereka masing-masing, tapi lebih banyak dugaan yang mengatakan jika ini adalah pembunuhan berantai.
Dan hal itu sontak membuat seisi Kota merasa takut dan khawatir jika pembunuh berantai itu akan semakin menjadi-jadi.
*
*
Harun sudah mendapat semua data pribadi korban ke-4 ini , dan menurut penyelidikan, korban keempat ini tidak mengenal dan mempunyai hubungan apapun dengan korban lainnya.
Tapi tentu Harun sangat yakin jika korban ini sangat mengenal pelaku, dan pelaku dari korban sebelumnya adalah sama.
Harun masih terus mendalami Siapa saja orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengan korban.
***
Tidak ada jejak apapun yang ditinggalkan pelaku di TKP, semua bersih tidak ada jejak atau tanda-tanda manusia lain di sana selain korban itu sendiri, seolah menandakan jika korban dibunuh dengan sosok yang tak kasat mata dan tak memiliki sidik jari.
Polisi benar-benar sangat kesulitan mengungkap kasus ini sedangkan keluarga korban dan Masyarakat terus saja mendesak Polisi untuk segera memecahkan dan menangkap siapa pelaku dari pembunuhan berantai ini.
Harun belum bisa menginterogasi Satpam dan ART Rumah itu. Karena kedua korban masih Trauma berat, meskipun mereka tidak lukai tapi kejadian itu mampu membuat mereka mengalami Trauma.
*
*
*
Dan berita pembunuhan itu sudah sampai di telinga para penghuni Kos SURGA, dan itu semakin membuat mereka takut.
"Tapi bukankah korban keempat ini tidak ada hubungannya dengan Kos-kosan SURGA?"
"Berarti pembunuh itu memilih korbannya secara acak!"
"Tapi kan kita tidak tahu, bisa jadi si pelaku sangat mengenali korban dan pelaku itu memang benar berasal dari Kos-kosan ini!"
Beberapa dugaan mulai mewarnai kasus ini, dan itulah beberapa pertanyaan yang hadir dari pembicaraan Tika, Widya dan Rian
"Jika pelaku memilih korbannya secara Random, berarti kita tidak perlu takut untuk pergi dari Kos-kosan ini, karna siapapun bisa menjadi korbannya, bukan hanya yang berkaitan dengan Kos-kosan ini saja,"kata Widya menyimpulkan apa yang ia pikirkan.
"Apa mungkin bisa seperti itu! tapi aku masih sangat yakin jika si pembunuh itu ada di sekitar sini,"sahut Tika.
"Tapi aku sangat yakin, dan aku akan memutuskan untuk pindah dari Kos-kosan ini,"ucap Widya dengan sangat yakin.
Sedangkan Rian, ia tenggelam dengan pikirannya sendiri.
Ia membenarkan perkataan Widya tapi ia juga membenarkan apa yang dikatakan Tika.
*
*
☘️☠️☠️☠️☠️☘️
Di tengah kasus pembunuhan yang menggemparkan seluruh Kota.
Keberuntungan justru tengah berpihak pada Riana.
Gadis itu diterima bekerja di Swalayan tempat Tami bekerja, dan ia ditugaskan di bagian Gudang untuk memeriksa semua barang yang masuk dan keluar dan hari ini juga Riana mulai bekerja.
*
*
"Riana!"
Tami berjalan dengan sedikit berlari menghampiri Riana yang telah mencatat barang di Gudang.
"Ada apa! Kenapa kau berlari seperti itu!"kata Riana.
"Kau lihat ini Ri!"Tami menunjukkan ponselnya tepat di wajah Riana.
"Apa ini?"tanyanya bingung melihat layar di ponsel Tami.
"Itu korban ke 4 dari pembunuhan yang di lakukan sosok misterius atau peneror yang selama ini menghantui ketenangan kita, dan korban pembunuhan itu bekerja di sebuah Perusahaan XXX, bukankah itu Kantor tempatmu bekerja! Lalu apa kau mengenalnya?"Tanya Tami.
Riana terkejut dan ia segera meraih ponsel dari tangan Tami untuk memastikan berita itu.
Riana semakin membelalakkan matanya ketika melihat nama korban adalah (Lestari putri)
DEG!
Riana lemas, merasakan tulang di persendian tangannya di lepas secara paksa hingga membuatnya hampir menjatuhkan ponselnya yang ada di tangannya.
Beruntung Tami segera meraih ponsel itu hingga ia terhindar dari kesialan yang menimpanya, jika ponselnya yang mahal itu sampai terjatuh dan membentur lantai.
"Kau tidak apa-apa Ri! Kau baik-baik saja kan?"Tami membantu Riana yang nampak terkejut dan Syok kala melihat berita di ponselnya itu.
Setelah beberapa detik.
__ADS_1
Riana sudah bisa menguasai emosinya dan Tami pun kembali bertanya untuk memastikan jika temannya itu baik-baik saja.
"Ri, kau baik-baik saja kan! Apa ada sesuatu yang mengganggumu dengan berita ini?"
"Aku baik, dan aku tidak apa-apa, Terimakasih!"sahut Riana tapi masih dengan ekspresi wajah terkejut dan bingung.
"Apakah mengenali korban?"
Riana mengangguk.
"Iya, dia atasanku di Kantor,"jawab Riana dengan wajah yang berubah menjadi pucat.
Menyadari jika temannya Syok berat, Tami segera memeluk untuk menenangkannya.
"Sudah! Kau jangan sedih seperti itu, itu semua sudah takdir!"ucap Tami menenangkan.
"Lestari Mati! Apa mungkin dia yang melakukannya! tapi kenapa harus Lestari! dia temanku," Gumam Riana dalam hatinya.
"Aku baik-baik saja!"Riana menguraikan pelukan Tami,
dan seperti tak terjadi apa-apa ia kembali melanjutkan pekerjaannya seperti semula.
"Kau yakin!"
"Iya, kau tidak perlu khawatir."
*
*
*
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Di tempat lain.
Harun mendatangi Kantor tempat Lestari bekerja, ia mengintrogasi semua rekan kerjanya termasuk Bosnya yaitu Pak Bayu.
Menurut keterangan yang Harun dapat, Pak Bayu memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Lestari.
Bahkan banyak rumor yang mengatakan jika kedua orang itu memiliki hubungan yang lebih dari sekedar atasan dan bawahan.
Banyak orang juga yang menduga jika mungkin yang melakukan aksi sadis itu adalah istri Pak Bayu, karena menyimpan dendam pada Lestari yang sudah menjalin hubungan dengan suaminya.
Atau mungkin! justru Pak Bayu sendiri, yang takut jika hubungan gelapnya diketahui banyak orang jadi ia terpaksa menghabisi Lestari.
Itulah beberapa dugaan dari rekan kerja mereka.
Tapi Pak Bayu menepis keras rumor yang mengatakan jika ia memiliki hubungan gelap dengan Lestari,
Tapi setelah polisi mengecek beberapa CCTV yang ada di kantor, di situ sangat jelas menangkap momen mereka berdua bahkan ada satu video ketika mereka berdua sedang berpelukan mesra di Ruang Pak Bayu sendiri.
Pak Bayu tidak bisa berbuat apa-apa dengan tuduhan hubungan gelapnya dengan Lestari, tapi pria itu kembali bersumpah jika bukan dia yang membunuh Lestari.
Polisi juga mengintrogasi istri Pak Bayu yang berada di tempat berbeda, namun wanita itu dengan tegas mengatakan ia tidak tahu apa-apa bahkan ia hanya baru tiga kali bertemu dengan Lestari, dan ia juga baru mengetahui sekarang jika suaminya berselingkuh dengan bawahannya itu.
*
☘️
Saat ini fokus Polisi adalah Pak Bayu!
Tapi tentu Harun tak mempercayai itu, ia sangat yakin jika pelaku bukanlah Pak Bayu atau istrinya. Karena jika itu memang perbuatan Pak Bayu yang sengaja membunuh Lestari Karena takut perselingkuhannya terbongkar, untuk apa dia mencabut kuku Gadis itu, sama seperti apa yang Psikopat itu lakukan pada tiga korban sebelumnya!
Tapi lagi-lagi dugaan Harun di tepis jauh-jauh oleh rekan kerjanya, yang tak mau ambil pusing memecahkan kasus yang begitu rumit.
Mungkin saja ia menggunakan cara pembunuh misterius untuk menghabisi gadis itu, untuk mengelabuhi kita, itulah yang dikatakan rekan kerjanya.
☘️
Di tengah keterdesakan nya.
Pak Bayu tiba-tiba menyebut nama Riana.
Hal itu sontak membuat Harun terkejut!
Ia langsung mengeluarkan foto Riana yang ada di ponselnya, tentu Riana yang tinggal di Kos-kosan SURGA yang dimaksud Harun.
"Apa Gadis ini yang bernama Riana itu?"tanya Harun dengan penuh harap.
Pak Bayu langsung mengangguk dengan mantap.
"Iya dia orangnya, satu hari sebelum kejadian naas itu, Lestari terlibat cekcok dengan Riana yang dipecat dari Kantor ini, mungkin saja Gadis itu menyimpan dendam pada Lestari,"kata Pak Bayu, ia senaja menggunakan nama Riana, sebenarnya ia tidak yakin jika Riana pelakunya. Tapi demi ia terbebas dari tuduhan itu apa salahnya jika dia mengorbankan Gadis itu.
Harun yang mendengar nama Riana, yang mengenal korban keempat ini seperti mendapat sedikit petunjuk, dan ia tentu akan memeriksa Gadis yang tinggal di Kos-kosan SURGA itu.
*
*
*
__ADS_1
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Di Kos-kosan.
Bu Saidah tengah sibuk memasak daging yang aromanya sampai ke setiap sudut ruangan Kos, hingga membuat Widya yang tengah berada di lantai bawah menghampiri wanita itu.
Ia bermaksud, ingin membantu ibu Saidah dengan harapan akan mendapat makan siang gratis hari ini.
Namun baru saja Widya menapakkan kaki di Dapur dan belum sempat menyapa wanita itu, Bu Saidah sudah terlebih dahulu selesai dan ia tengah menata makanan di atas piring.
Dan satu hal yang membuat Widya Terkejut!
Bu Saidah membawa makanan itu ke pintu yang menuju Ruang bawah tanah.
Widya menghentikan langkahnya untuk lebih mendekat, dan ia lebih memilih untuk memastikan jika Bu Saidah benar-benar membawa makanan itu ke Ruang bawah tanah.
"Bukankah di Ruang bawah tanah sana tidak ada yang tinggal! Lalu kenapa Bu Saidah membawa makanan di sana? Apa ada Karim di bawah sana, Tidak! Baru 15 menit yang lalu aku melihat Karim pamit untuk pergi ke pasar,"gumam Widya yang terus memperhatikan Bu Saidah yang sudah tak terlihat lagi.
Karena jiwa penasaran yang sangat tinggi dan menggebu-gebu di dadanya, membuat Widya memberanikan diri untuk mengikuti Bu Saidah.
Tap.
Tap.
Tap.
Perlahan Widya mendekati pintu ruang bawah tanah,
dan ia membuka pintu itu lalu menuruni tangga secara perlahan, sambil mengedarkan pandangan mencari sosok wanita yang membawa makanan itu.
Setelah menapakkan kaki di lantai.
Widya tidak menemukan apapun bahkan ia tak melihat keberadaan Bu Saidah di sana.
"Ke mana Bu Saidah!"Gumam Widya dengan suara sangat pelan.
TENG!
TENG!
Tiba-tiba Widya mendengar suara dentuman sendok yang beradu dengan piring seperti orang yang sedang makan, dengan cepat ia mengarahkan pandangannya ke sumber suara.
*
*
*
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Sore hari.
Semua anak-anak Kos sudah kembali.
Begitupun dengan Riana dan Tami.
Tami segera melakukan rutinitas pasca pulang bekerja, yaitu membersihkan diri di Kamar mandi yang ada di ujung lantai 2.
Setelah selesai melakukan ritual itu, Tami kembali ke Kamar dan bergegas berganti pakaian terbaiknya.
Karena malam ini ia akan menghadiri kencan buta dengan seorang Lelaki yang ia kenal lewat Media sosial.
Sementara Riana.
Dengan tergesa-gesa tapi seluruh tangan bergetar hebat,
Gadis itu membuka lemari pakaiannya, dan membongkar tumpukan baju untuk menemukan kotak yang selalu ia simpan di sana.
Dengan tangan yang sangat gemetar dan keringat yang membanjiri wajahnya.
Riana perlahan membuka kotak tersebut.
Setelah kotak terbuka.
Mata Riana membelalak sempurna,
ia terdiam sejenak memperhatikan isi yang ada di dalam kotak itu.
Setelah beberapa detik mengamati.
Riana langsung terlonjak hingga membuat kotak itu jatuh dan membuat isi di dalamnya berhamburan di lantai.
Riana panik! dan takut.
Ia langsung naik ke atas Ranjangnya dan menutup kedua mata serta telinganya.
☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏🤗
Mohon dukungannya ya 🙏
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️