
Setelah melakukan penyelidikan pada Riana, Tami pun segera menghubungi Rachel untuk menyampaikan apa yang ia dapat dari perbincangannya dengan Riana.
"Bagaimana? Apa yang kau dapat?"tanya Rachel sangat berantusias dan tidak sabar dengan berita yang akan disampaikan oleh Tami.
"Aku tidak bisa mendapatkan lebih banyak informasi tentang Riana, karena ia sangat sulit sekali untuk ditanya dan menjawab pertanyaan jika itu mengenai urusan pribadi dan keluarganya, tapi satu yang aku tahu karena Riana mengatakan secara langsung bahwa ia berasal dari
Desa Angan-angan.
Kelurahan Harap-harap Cemas.
Kecamatan Suka-suka.
Kabupaten XXX.
Kota XXX."
"Hanya itu saja? Apa dia tidak mengatakan siapa keluarga atau orangtuanya?"
Tami menggeleng.
"Tidak, hanya itu saja yang aku dapat dari Riana, selebihnya aku tidak bisa mengorek apapun tentangnya. Aku tidak tahu siapa orangtua dan keluarganya karena dia tidak mau menceritakannya padaku."
"Baiklah, terimakasih karena kau telah membantuku."
Tami mengangguk dan mengingatkan Rachel untuk tidak menceritakan tentang kejadian yang pernah meraka lihat tentang Riana.
"Aku berjanji, kau tenang saja aku orang yang pandai menepati janji jadi kau tidak perlu khawatir soal itu."
☠️☠️☠️
Setelah mendapatkan informasi dari mana Riana berasal, Rachel pun segera menemui Harun di kantor. Untuk menceritakan semuanya.
Dan disaat itu jugalah Rachel dan Harun baru menyadari bahwa tempat tinggal Riana adalah Desa di mana kasus pembantaian satu keluarga terjadi, dan kasus itu pernah ditangani oleh Harun dan juga Rachel. Di kasus itu mereka tidak menemukan siapa pembunuh sebenarnya.
"Kenapa aku baru menyadarinya, bahwa Riana berasal dari Kota bahkan Desa yang sama dengan Keluarga Bapak Suroto dan Ibu Melinda,"gumam Rachel, menyesali dirinya sendiri.
"Sudahlah kau tidak perlu menyesalinya. Lebih baik kita berangkat ke Desa itu sekarang?"ajak Harun dengan berantusias karena ia sudah tidak sabar ingin menemukan fakta yang sebenarnya.
__ADS_1
Ia juga sangat bernafsu dengan kasus pembantaian yang ada di Desa itu karena kasus itu benar-benar sulit dipecahkan hingga iyla dikeluarkan dari Timnya karena selalu salah menetapkan tersangka.
Dan kali ini Rachel dan Harun bertekad akan memecahkan dua kasus itu sekaligus.
Hari itu juga Rachel dan Harun segera meluncur ke Desa di mana Riana berasal dan Desa di mana kasus pembantaian satu keluarga yang beberapa bulan lalu terjadi.
☠️☠️☠️
Di Kos-kosan SURGA.
Tepatnya di malam hari.
Riana tidak senaja melihat Karim tengah membuka pintu Ruang bawah tanah dengan sepiring makanan di tangannya.
Karena penasaran Riana pun mengikuti Karim secara diam-diam untuk memasuki ruangan itu.
Setelah Karim masuk ke dalam Ruang bawah tanah, Riana pun ikut masuk dengan mengendap-ngendap dan tanpa menimbulkan suara sedikitpun.
Sesampainya di sana Riana sangat terkejut karena di ruang bawah tanah itu, memiliki Ruang rahasia yang berada di balik lemari besar.
Dan yang lebih membuat Riana terkejut lagi ternyata di ruangan itu ada Widya yang selama ini dicari-cari keberadaannya.
"Jadi Widya ditahan oleh Karim dan ibu Saidah,"gumam Riana dalam hatinya.
Di saat itu juga Widya menyadari keberadaan Riana namun dengan cepat Riana mengisyaratkan agar gadis itu diam agar Karim tidak mengetahui keberadaannya.
Riana bergegas keluar dari Ruang bawah tanah itu sebelum Karim menyadarinya.
Ia akan membantu Widya keluar setelah Karim keluar dari Ruang bawah tanah itu. Dan ia juga hendak meminta bantuan Tio untuk membobol pintu Ruang bawah tanah, karena setelah Karim keluar dari sana sudah pasti pintu Ruangan ini di Kunci.
☠️☠️☠️
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Riana dan Tio melihat Karim keluar dari sana dan kembali mengunci pintu itu.
Setelah mereka memastikan Karim masuk kembali ke dalam kamarnya dan tidak akan keluar lagi, Riana dan Tio pun masuk ke dalam Ruang bawah tanah dengan cara membobol Pintu Ruangan itu.
Widya yang melihat kedatangan Tio dan Riana seperti mendapatkan air di tengah-tengah gurun pasir yang tandus ia dapat bernafas dengan lega setelah sekian lama merasa takut, tegang dan putus asa, karena mengira jika tidak akan ada yang mengetahui keberadaanya di Ruangan gelap itu.
__ADS_1
Dengan cepat Tio melepaskan ikatan di tangan Widya dan kakinya.
Widya ingin menceritakan sesuatu tapi Tio segera menarik tangan Widya agar keluar dari sana jangan sampai Karim mengetahui keberadaan mereka.
Widya yang sempoyongan menyebabkannya ia kehilangan keseimbangan dan menabrak Rak piring yang ada di Dapur ketika mereka melintasi tempat itu.
PRANK! BRAK!
Dua paduan suara menggema memenuhi dapur dan sudah pasti sampai ke Kamar Karim dan Bu Saidah. Karena puluhan piring dan gelas yang ada di Rak itu berhamburan membentur lantai.
"Maaf! maafkan aku, aku kehilangan keseimbangan ku karena sudah lama terkurung di tempat gelap,"kata Widya dengan sangat menyesal.
"Sudah tidak apa-apa, sekarang kau pergilah bersama Riana, aku akan mengurus semua ini,"sahut Tio.
"Tapi...!"
"Sudah! cepat kalian pergi, sebentar lagi Karim atau Ibu Saidah pasti datang kerena mendengar suara gaduh dari sini."
Riana dan Widya mengangguk dan segera pergi menaiki anak tangga menuju lantai dua.
Benar saja!
Bu Saidah dan Karim datang dengan sedikit berlari tergesa-gesa.
"Ada apa?"
Bu Saidah dan Karim terkejut melihat pemandangan di Dapur yang sudah seperti kapal pecah!
Bersambung.......
☠️☠️☠️☠️☠️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini.
Minta dukungannya ya 🤗
Lope-Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️
__ADS_1