
Setelah bercengkrama selama beberapa menit. Rachel pamit untuk kembali ke kamarnya.
Begitupun dengan yang lainnya.
Mereka semua kembali ke kamar masing-masing.
"Siapa Riana! Apa dia gadis yang aku temui di dapur?"tanya Bastian pada Rian, sebelum ke dua lelaki itu memasuki kamar mereka.
"Sepertinya benar, karna wanita yang ngekos di sini hanya Riana, Tami, Tika dan Widya. Tapi sayang Widya menghilang dan tidak di temukan kabarnya sampai saat ini."Kata Rian dengan memasang wajah sedih.
"Menghilang!"Kejut Bastian.
Rian mengangguk.
"Iya, dan dia menghilang di Kos-kosan ini."
"Menghilang di Kos-kosan ini?"Bastian semakin terkejut!
Sekali lagi Rian mengangguk.
Dan pada akhirnya kedua lelaki itu melanjutkan obrolan mereka karna Rian dengan antusias menceritakan peristiwa hilangnya Widya dengan harapan Bastian bersedia membantunya mencari Widya.
Dan Rian juga menceritakan tentang kejadian teror dan pembunuh yang terjadi di Kos-kosan dengan seorang pelaku misterius yang belum di tangkap sampai sekarang.
Bastian merinding mendengar cerita dari Rian.
Ia jadi teringat dengan pembantaian satu keluarga di kampung halamannya.
Dan sepertinya Rian merasa telah salah memilih untuk tinggal di Kos-kosan SURGA.
Tapi Rian mengatakan jika yang sudah masuk ke Kos-kosan SURGA, tidak akan bisa keluar lagi dari sini, kalaupun mereka bisa keluar sudah pasti hanya tinggal nama saja.
"Astaga! Kenapa aku baru mengetahuinya sekarang,"gumam Bastian,"Lalu bagaimana dengan gadis yang bernama Rachel tadi, apa dia juga tidak mengetahui betapa mengerikannya tempat ini?"
"Sepertinya tidak, karena jika ia tahu pasti dia tidak akan mau untuk tinggal di sini, karna pada kenyataannya akupun sudah tidak mau tinggal di sini jika bukan karena pesan ancaman itu."
"Apa kau percaya dengan pesan itu?"
Rian menatap Bastian.
__ADS_1
"Iya, tentu saja aku percaya."
Bastian mengangguk tapi wajahnya terlihat tidak yakin.
"Kenapa? Apa kau menganggap jika itu hanya pesan ancaman kaleng saja?"
"Tidak! Akupun pasti akan ketakutan seperti kalian jika mendapatkan pesan serem seperti itu, tapi aku tidak akan terlalu mempercayai sebagai ancaman, jika memang itu di tunjukkan untuk penghuni Kos, lalau bagaimana dengan wanita korban terakhir pembunuh misterius itu, bukankah dia tidak ada hubungannya dengan Kos-kosan ini, dan tidak pernah tinggal di sini!"
Rian terdiam.
Memang benar apa yang di katakan Bastian, tapi ia sangat yakin jika pesan itu bukan hanya sekedar ancaman belaka.
Karna Ranum pun harus tewas karna berani meninggalkan Kos-kosan ini.
☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️
Riana yang sudah seharian berada di dalam kamar, akhirnya keluar juga.
Ia berjalan menuruni tangga.
Dan kebetulan ia berpapasan dengan Rachel di sana.
Dua gadis itu diam untuk sesaat dan mereka saling pandang.
Meskipun ia sudah tau jika itu Riana tapi Rachel tetep berpura-pura tidak mengenali gadis itu.
Rachel memasang senyum terbaiknya dan mengulurkan tangan pada Riana.
"Selamat! Siang, perkenalkan aku Rachel?"
Riana menatap tangan Rachel yang terulur di hadapannya.
Gadis itu ragu untuk menyambut uluran tangan dari Rachel.
Rachel yang masih menggantungkan tangannya menjadi bingung.
"Kenapa tidak sesuai ekspektasi ku, Kenapa dia terlihat seperti menjaga jarak, dan tidak terlihat akrab dengan seseorang, berbeda sekali dengan apa yang di katakan Harun!"gumam Rachel dalam hatinya.
Ehem...
__ADS_1
Rachel berdehem menyadarkan Riana yang masih terdiam tanpa menyambut uluran tangannya.
"Apa kau tidak menerima teman baru?"tanya Rachel.
Ia harus bisa dekat dan akrab dengan gadis itu, karna menurut Rachel itulah cara satu-satunya agar ia bisa mengetahui siapa Riana.
Riana tersadar dan mengulas senyum ramah seperti biasanya.
Cepat sekali ekspresinya berubah.
Ia menyambut uluran tangan Rachel dan tersenyum ramah sambil menyebutnya namanya.
"Aku Riana, senang berkenalan dengan mu."
Rachel tersenyum.
"Semoga kita bisa berteman dengan baik."
Riana tidak menjawab ia hanya mengangguk.
Dan secara bersamaan Rian dan Bastian juga melewati tangga dan berpapasan dengan kedua gadis itu.
Riana yang melihat Bastian segera menundukkan kepalanya. Dan secepat kilat ia memutar arah, yang tadinya ingin turun ke lantai dua kini ia memilih kembali ke kamarnya.
Dan hal itu membuat Rachel heran.
Begitu juga dengan Rian dan Bastian.
Rian sempat memanggil gadis itu, tapi Riana tidak mengindahkan panggilan itu.
Ia tetep berjalan dengan sedikit berlari, sambil berkata.
"Maaf, ada yang harus aku kerjakan di kamar."
☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☠️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏🤗
Mohon dukungannya 🙏🙏
__ADS_1
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️❤️