Dia Yang Berasal Dari Neraka!

Dia Yang Berasal Dari Neraka!
BAB 24. Menetapkan Pak Bayu Sebagai Tersangka.


__ADS_3

Seperti apa yang dikatakan olehnya, setelah selesai mandi dan mengganti pakaiannya Riana pergi ke kamar Tika.


Tok.


Tok.


Setelah mengetuk pintu sebanyak 2 kali Tika dengan cepat membuka pintu kamarnya.


"Masuklah Ri, oya aku tadi benar-benar minta maaf, sungguh aku tidak bermaksud lancang dengan membuka pintu lemari pakaianmu,"kata Tika.


"Tidak apa-apa! hanya saja, aku merasa tidak nyaman jika barang-barang pribadiku dilihat dengan orang lain,"sahut Riana yang berterus terang.


Riana duduk di kursi sedangkan Tika duduk di atas kasurnya.


"Apa yang ingin kau obrolkan?"tanya Riana.


"Apa kau sudah mendengar tentang pembunuhan seorang wanita, yang kemungkinan besar dilakukan oleh pembunuh misterius yang sering meneror kita dan juga membunuh Aldi dan Ranum?"


Riana mengangguk.


"Sudah!"


"Apa menurutmu itu benar-benar dilakukan oleh pembunuh yang sama?"


"Entahlah, mungkin seperti itu!"sahut Riana singkat, sepertinya ia tidak mau membahas tentang pembunuhan Lestari.


Karena ketika ia membicarakan Lestari Riana jadi teringat dengan Gadis Misterius yang sering mendatanginya.


"Tapi 30 menit yang lalu aku mendapatkan berita jika Pembunuhan itu dilakukan oleh Bos sekaligus selingkuhan si wanita itu sendiri!"


Riana terbelalak mendengar penjelasan dari Tika.


"Atasannya sendiri?"


"Jadi bukan dia yang melakukanya!"


"Iya! Polisi menduga jika ialah yang membunuh wanita itu karena takut hubungan gelapnya diketahui Istri dan beberapa orang di kantornya, karena itu pasti akan mempengaruhi jabatannya di Kantor, dan polisi juga sudah menemukan beberapa barang bukti yang mengarah pada selingkuhannya itu, termasuk CCTV kemesraan mereka berdua. Tapi aku tidak yakin jika pria itu yang membunuh wanita itu, mana mungkin hanya berbekal rekaman CCTV kemesraan mereka bisa menjadi barang bukti kan! Aku masih sangat yakin jika pembunuh misterius itulah yang membunuh wanita itu,"kata Tika.


Riana terdiam seperti mendengarkan apa yang dijelaskan oleh Tika, tapi sesungguhnya pikirannya tengah terbang ke mana-mana.


Terutama pada Gadis Misterius yang beberapa menit lalu mengirim pesan padanya.


Riana sangat tahu maksud pesan dari Gadis Misterius itu, dan itu tentu sangat berhubungan dengan kematian Lestari.


"Ri, bagaimana menurutmu? Apa kau juga berpikiran sama denganku, jika pembunuh wanita itu adalah orang yang sama dengan pembunuh Ranum dan Aldi?"


"Aku tidak tahu! Tapi sepertinya kau benar, jika pembunuh itu adalah orang yang sama."

__ADS_1


Tika sangat bersemangat ketika mendengar pendapat Riana yang sama dengan dirinya.


Dan di malam itu mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol tentang dugaan siapa sosok hitam misterius yang menjadi pembunuh keempat korban itu.


☠️


☠️


☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️


Keesokan harinya.


Harun tengah marah-marah di Kantor karena rekan dan ketua Timnya, yang mengambil keputusan sepihak tanpa persetujuan dan pendapat dari Harun.


Mereka sudah mengklaim bahwa pembunuh Lestari dan tiga korban lainnya adalah orang yang berbeda.


Dan tersangka untuk korban keempat ini adalah atasan wanita itu sendiri, yaitu Pak Bayu.


"Kenapa kalian bisa memutuskan jika pria itu pembunuhnya? Kita belum melakukan penyelidikan menyeluruh kan?"kata Harun tak terima, karena dia sangat yakin bukan Pak Bayu pelakunya.


"Sudahlah Harun kau ikut saja apa kata saya! Apa kau tidak lihat! Keluarga korban mendesak kita untuk segera memecahkan kasus ini, waktu kita sudah tersita habis oleh kasus pembunuh misterius yang tidak diketahui identitasnya itu, dan di kasus keempat ini kita sudah dapat keringanan karena Masyarakat yang beropini jika pembunuh kemungkinan adalah kekasih si wanita, jadi apa salahnya kita manfaatkan saja itu, agar kita bisa memecahkan kasus ini dan tidak selalu didesak oleh keluarga Korban, Soal pembunuh misterius itu, biar nanti kita tangani di lain waktu, kita selesaikan dulu kasus yang ini agar tidak menambah beban kita,"kata atasan Harun dengan suara meninggi.


"Memecahkan kasus ini! Apa bapak pikir kita sudah menyelesaikan kasus ini! Kita justru mengorbankan seseorang yang tidak bersalah di sini, sedangkan pelakunya masih berkeliaran bebas di sana,"


"Harun sudahlah kau ini hanya seorang Detektif amatiran, ikuti saja apa kata saya yang jauh lebih berpengalaman darimu, kau juga tidak yakin kan jika pria itu bukan pembunuhnya karena kau tidak menemukan bukti yang kuat jika pria itu bukan pembunuhnya."


"Dengan apa kau mau membuktikannya? Apa hanya mengandalkan jari manis korban yang kukunya hilang, seperti para korban sebelumnya."


Harun terdiam karena memang itulah yang menjadi patokannya saat ini.


"Harun! Gadis itu meninggal dengan cara yang berbeda dari ketiga korban lainnya, kondisi jenazah korban sangat baik dan diperlakukan dengan baik pula, seolah menunjukkan jika si pelaku sangat menyayangi korban, dan siapa lagi jika bukan kekasihnya! Soal kuku korban yang hilang itu bisa saja si pelaku meniru cara si pembunuh berantai menghabisi para korbannya, dengan tujuan mengalihkan perhatian polisi dari dirinya."


Harun semakin kesal dengan atasannya itu, tapi ia juga sedikit membenarkan dugaan mereka.


Tapi tentu Harun tak tinggal diam ia harus benar-benar membuktikan jika memang pria itu pelakunya atau bukan.


Riana!


Nama itulah yang tiba-tiba muncul di kepala Harun, karena Riana mengenali korban, dan Gadis itu juga mengenali korban sebelumnya.


Setelah melakukan perdebatan dengan kepala Tim yang hanya menyudutkan dan meragukan kehebatannya.


Harun memutuskan pergi dari kantor dan menuju ke Kos-kosan SURGA tentu untuk menemui Riana.


Ia hanya pergi seorang diri tanpa ditemani oleh dua rekannya, karena dua rekannya pun sudah tidak mau mengembangkan kasus ini lagi, mereka setuju dengan kepala Tim yang menyebut dan menduga jika pelakunya adalah Pak Bayu kekasih Gadis itu sendiri.


Mereka hanya tinggal mengumpulkan bukti-bukti untuk memberatkan Pak Bayu.

__ADS_1


☘️☠️☠️☠️☠️☘️


Sementara di Kos-kosan SURGA.


Mereka tengah panik karena Widya tidak terlihat dari kemarin sore.


Tika menduga jika Widya pulang ke Rumah orangtuanya, karena kemarin Gadis itu menyampaikan keinginannya untuk pergi dari Kos-kosan SURGA.


Tapi Rian meragukan dugaan Tika, karena tidak mungkin Widya pergi tanpa pamit apalagi jika dia memang sudah tidak tinggal di Kos-kosan itu.


Apa mungkin Widya hilang?


Karim yang didesak oleh Rian, Tio dan yang lainnya, membuka paksa pintu kamar Widya dengan kunci cadangan.


Mereka terkejut!


karena ternyata, Widya pergi tanpa membawa apapun bahkan ponselnya saja masih tergeletak di atas kasur.


Sangat tidak mungkin bukan jika Gadis itu pergi apalagi pindah dari Kos-kosan tanpa membawa barang pribadi miliknya terutama ponsel barang yang sangat berharga di kebanyakan orang.


"Apa mungkin Widya diculik?"kata Riana tiba-tiba.


"Diculik! Tapi setahuku kemarin Widya tidak pergi kemanapun, dia bilang padaku seharian ini ingin di Kos-kosan saja, tapi ketika sore hari aku tidak melihatnya bahkan sampai malam pun ia tidak kembali,"kata Rian.


"Berarti Widya hilang di Kos-kosan ini!"sahut Tio.


Yang sontak membuat mereka semua terkejut.


"Hilang di Kos-kosan ini! Apa mungkin pelakunya peneror misterius itu?"sahut Tami.


"Kalau begitu kita harus segera hubungi polisi,"sambung Tika.


Sementara Karim dan Bu Saidah hanya diam saja, tanpa memberikan pendapat dan suara apapun.


"Bagaimana Bu? Ibu setujukan jika kita langsung memanggil Polisi saja!"kata Tika pada wanita yang tengah diam kebingungan itu.


☠️


☠️


☘️☠️☠️☠️☠️☠️☠️☘️


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya 🙏


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini agar Ntor bisa segera memperbaikinya 🙏

__ADS_1


Love Banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️


__ADS_2