Dia Yang Berasal Dari Neraka!

Dia Yang Berasal Dari Neraka!
BAB 38. Siapa Pria Yang Di Sekap Karim Dan Bu Saidah.


__ADS_3

Bu Saidah dan Karim sungguh terkejut melihat piring yang berhamburan di lantai dan ada Tio yang tengah terduduk di lantai juga.


"Ada apa ini! Kau kenapa?"


Karim segera menghampiri Tio dan membantu lelaki itu untuk bangun.


"Maafkan saya Bu Saidah, Karim. Tadi aku terpeleset lalu menabrak Rak piring ini. Aku sangat menyesal tidak berhati-hati hingga menyebabkan kekacauan di dapur ini dan membuat rusak semua benda-benda milik Ibu Saidah, sekali lagi. Maafkan saya bu."


Bu Saidah masih tidak percaya melihat perabot Rumah tangganya yang berhamburan, ia memijat pelipisnya mungkin merasakan pening di kepala.


"Astaga Tio!"hanya itulah kata yang mampu Bu Saidah ucapkan ketika melihat peralatan makan miliknya pecah.


"Maafkan saya bu, tapi saya berjanji akan mengganti semua barang-barang yang saya pecahkan ini, Ibu jangan khawatir."


"Sudahlah Bu. Tio kan sudah meminta maaf."Sahut Karim.


"Baiklah, tapi kau harus berjanji untuk mengganti semua kerugian ini?"


"Iya Bu saya berjanji akan mengganti semuanya."


***

__ADS_1


Sementara itu. Riana tengah membawa Widya ke dalam Kamarnya, karena ia bingung harus membawa gadis itu ke mana lagi sedangkan Tami tidak ada di dalam kamarnya jadi mau tidak mau ia membawa Widya masuk ke dalam Kamarnya.


Sebenarnya Riana sangat tidak nyaman dan tidak rela jika ada seseorang yang memasuki Kamarnya seperti ini, tapi ia tidak ada pilihan lain karena memang harus menyembunyikan Widya dari Karim dan Bu Saidah di dalam Kamarnya.


"Terimakasih Ri kau telah menyelamatkanku, aku tidak tahu harus bagaimana lagi jika kau tidak datang ke Ruang bawah tanah itu."


Riana mengangguk.


"Iya, sebenarnya aku sudah sangat lama mencurigai Karim dan Bu Saidah, ternyata memang benar jika merekalah yang menahan mu di Ruang bawah tanah itu."


"Ri, sebenarnya di Ruang bawah tanah itu bukan hanya ada aku, tapi ada seorang pria tua dengan penampilan yang sangat kusut dan lusuh tinggal di sana."


Riana sangat terkejut mendengar cerita dari Widya jika ada orang lain di Ruang bawah tanah sana.


"Aku sangat yakin Ri, dan itu pun alasan kenapa aku bisa masuk ke Ruang bawah tanah. Aku tidak sengaja membuntuti Karim yang masuk ke Ruang bawah tanah dengan membawa makanan. Tapi naas, Karim mengetahui pergerakanku terlebih dahulu, hingga membuatku menjadi tawanannya di sana, mungkin ia takut jika aku menceritakan semuanya pada orang lain jika ia dan Ibunya menyekap seorang Pria di sana."


"Lalu siapa pria tua itu?"


"Aku tidak tahu, tapi setiap hari Karim atau Bu Saidah datang ke Ruang bawah tanah itu untuk memberi makan dan memberi obat-obatan pada pria tua itu. Pria tua itu tidak mau berbicara apapun ketika aku bertanya padanya, sepertinya Pria itu sudah kehilangan kewarasannya."


Riana semakin penasaran dengan Pria yang disembunyikan oleh Bu Saidah dan Karim. siapa Pria itu dan kenapa mereka menyembunyikannya di ruang bawah tanah!

__ADS_1


"Ri, bisakah kau hubungi polisi atau detektif Harun?"


Riana yang mengangguk.


Tapi sebelum ia meraih ponselnya,


Tio terlebih dahulu mengetuk pintu Kamarnya dan tentu saja hal itu mengalihkan fokus Riana dan lebih memilih membuka pintu Kamarnya terlebih dahulu.


"Tio, bagaimana! Bu Saidah dan Karim tidak mencurigaimu kan?"


"Kau tenang saja, semuanya beres!"


"Lalu kita harus bagaimana, apa kita harus menelpon polisi?"


"Tentu saja. Aku sudah menghubungi Detektif Harun, tapi ia sedang tidak ada di Kantor katanya ia tengah pergi ke suatu tempat, tapi aku sudah meminta Polisi untuk datang ke sini dan kau jangan khawatir, sebentar lagi para Polisi datang."


Riana dan Widya merasa lega mendengar penjelasan dari Tio.


☠️☠️☠️☠️☠️


Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏

__ADS_1


Minta dukungannya agar Ntor bisa menyelesaikan Novel ini.


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️


__ADS_2