Dikhianati Tapi Dicintai

Dikhianati Tapi Dicintai
Part.10 Mata Keranjang


__ADS_3

Sang Surya mulai bersembunyi di balik langit jingga kemerahan saat itu sepasang suami istri sedang asyik makan bersama dan bersenda gurau di bawah pohon jambu di halaman belakang rumah sang Istri.


"Sayang, aku serius lho dengan perkataan ku tadi, aku masih ingin kita nikmati hidup berdua sayang." Pinta Aidan pada Wana serius.


"Tapi bang Ibu minta Wati tinggal dengan kita dulu sebelum dia dapat pekerjaan." jelas Wana pada Aidan


"Maaf sayang aku hanya ingin menjaga rumah tangga kita sayang" sahut Aidan dan langsung memeluk Wana dengan erat.


Wana pun tak bisa menjawab lagi ia hanya bisa mengangguk saja


" Ya udah Sekarang kita ke toko oleh-oleh dulu yuk" Ajak Aidan yang langsung berdiri dan siap membantu membereskan bekas mereka makan.


"Baik lah kalau gitu, tapi aku pamit Ibu dulu ya." jawab Wana yang langsung membantu Aidan.


'Sebenarnya aku hanya takut gak bisa menjaga iman ku Wana jika satu rumah dengan adik mu terlalu lama' gumam Aidan dalam hati.


"Bang..bang tolong bawa yang ini." Wana menyenggol tangan suami nya yang dari tadi melamun, dan menyodorkan mangkok.

__ADS_1


"I..iya sayang, mana sini aku bantu." Jawab Aidan gugup.


Setelah belanja semua perlengkapan dan oleh-oleh buat teman-teman nya Aidan dan Wana pun kembali kerumah nya.


Pas memasuki rumah nya Aidan dan Wana melihat sebuah mobil Jeep tipe Jeep Cherokee berwarna hitam dan gagah, di sana dua laki-laki dan dua orang wanita. Mereka adalah teman-teman nya Wati yang super kaya.


Wana mendekati mereka semua.. dan melemparkan senyum khas nya.


"Hai Mutia, Ruri, Adnan dan...ini siapa seperti nya Kakak baru lihat." Tanya Wana pada mereka.


"Oh.. kenal kan saya Ratan kak, teman Wati juga saya pindahan kak dari semester akhir kemarin." Jawab lelaki itu dengan sopan, sambil mengulurkan tangan nya.


"Oh..gak kok kak kita cuma acara perpisahan sekolah yang dia adakan di gedung aja kak, aman kok kak tenang aja ada kita." Jelas Mutia sambil main mata dengan teman nya.


"Ya sudah kalau begitu, hati-hati ya." sahut Wana dan berjalan menjauh.


Aidan hanya mengangguk kan kepalanya sambil melangkah duluan ke dalam rumah.

__ADS_1


Di dalam rumah Aidan di kejutkan dengan pemandangan yang sangat indah di tiap mata laki-laki normal.


"Hai Bang, baru pulang kah? sore amat sih lama tau aku menunggu." goda Wati sambil memainkan mata nya dan mendekati Aidan yang masih terpana melihat Wati.


Jelas terpana jika melihat wanita mengenakan dress hitam yang panjang dengan belahan samping tepat di bawah paha serta belahan baju berbentuk segitiga hingga nampak payudara Wati yang bulan dan padat dan dress yang hanya sejari itu membuat Wati tambah anggun dengan rambu panjang yang di buat kriting gantung, serta bibi yang merah merona.


Tiba-tiba Wana masuk dan memerhatikan kan tingkah suami nya yang hanya terdiam di depan pintu kamar nya seolah tak mau masuk, dan melihat apa yang dia lihat.


'Hah! ternyata suami ku terpesona dengan penampilan adik ku sendiri ' batin Wana dengan perasan yang sedih, cemburu tapi dia tetap biasa saja dia tak mau terlihat sedih di depan orang.


"Bang.. kenapa cantik ya? apa mau aku panggilkan?" panggil wana sinis


'Dasar mata keranjang lihat yang lebih seksi aja sudah jelalatan tu mata' gumam Wana.


Aidan langsung salah tingkah dan merasa bersalah pada istri nya dan pura-pura memperbaiki bawaan nya.


"Oh... tidaklah.. aku tadi pagi betulin belanjaan ini lho sayang berat." jawab Aidan gugup.

__ADS_1


'Semoga saja dia tidak marah , kalau marah bisa-bisa aku gak dapat jatah'..batin Aidan


__ADS_2