Dikhianati Tapi Dicintai

Dikhianati Tapi Dicintai
Part.21 pertemuan Mertua dan Menantu


__ADS_3

Air mata tak terasa mengalir deras di pipi Mama Marsyana yg sudah mulai terlihat pucat. Wajah nya tiba-tiba sendu dalam dekapan suami nya yang tak lain adalah Papa Bagaskoro. Papa Bagaskoro juga terkejut ternyata yang menolong istrinya adalah orang yang sangat di benci nya, bahkan dia tak pernah merestui pernikahan anak dan wanita yang telah menolong istrinya.


'Aku merasa tertampar dengan kejadian ini ternyata gadis itu sangat baik dan tulus, Ya..Allah maafkan hamba mu ini.' batin Papa Bagaskoro lirih, sambil mendekap tubuh istri nya yang menangis sedari tadi.


"Sudah ma..jangan menangis terus, Papa juga salah, sekarang kita perbaiki semuanya semoga cucu kita dan menantu kita baik-baik aja." Bujuk Papa Bagaskoro sambil mengusap rambut di pucuk kepala istrinya.


"Iya pa, tapi..tapi..hisk.. mama harus meminta maaf pada Wana Pa, kita salah,kita tidak seharusnya membuat anak kita Kakak sedih seperti ini, Papa juga ya karena Papa yang sangat kejam pada Kakak," ucap Mama Marsyana yang sudah mulai tenang.


"Ayo sayang kita temui Kakak, coba mama telpon Dede,kasih tahu kalau kita di rumah sakit biar dia tidak khawatir." Ujar Papa Bagaskoro sambil membimbing istrinya mendekati anak sulung nya yang sedang menangis.


"Kakak...maaffiin Mama kak, mama tidak tau kalau wanita itu istri mu, maafin Mama ya nak." Mama Marsyana memohon sambil duduk bersimpuh di hadapan Aidan yang sedang menangis, ia takut akan keadaan istrinya.


Tiba-tiba Dokter keluar dari ruang UGD dan disambut keluarga Wana.


"Bagaimana dok istri saya baik-baik saja kan?" tanya Aidan penuh harap...


Dokter menarik nafas...


Hhhuuuh..


"Alhamdulillah mereka baik-baik aja anak kalian sangat kuat, tadi kami hampir aja putus asa tiba-tiba istri Anda pendarahan." Jelas dokter kandungan itu.


"Tapi Alhamdulillah Bu Wana mau berjuang demi sang buah hati, dah stok darah golongan darah AB juga ada jadi semuanya bisa tertolong." lanjut dokter nya lagi.


"Sementara masih di ruang NICU nanti kita pindahkan setelah Bu Wana sudah enak kan."


"Dan satu lagi tolong bapak tebus obat Bu Wana ya dan pantau terus keadaan nya benturan di kepala nya buat dia hilang kesadaran tadi." Dokter kandungan menjelaskan semuanya.


'Andai aja dari awal aku merestui hubungan mereka mungkin menantu ku sekarang sudah tinggal di rumah kamu' batin Papa Bagaskoro.

__ADS_1


"Maafin Papa ya nak, semua ini karena Papa, kakak di sini aja biar Papa yang tebus obat istri kamu." Ujar Papa Bagaskoro, dan menarik resep obat yang ada di tangan Aidan.


"Tapi Pa...." Belum sempat Aidan bicara, Papa Bagaskoro sudah jalan, Aidan hanya bisa melihat punggung Papa nya yang bergetar seolah sedang menahan tangis yang tak bersuara.


"Ayo Ma, kita lihat Wana dulu kasihan istriku pasti dia kelaparan makanya dia keluar buat beli makanan, aku yang salah karena meninggalkan Wana terlalu lama." Kata Aidan sambil membimbing Mama nya yang sudah mulai tenang.


Aidan hanya diam terpaku pada saat masuk ke ruang NICU, ia melihat istrinya yang di pasang selang infus dan kantong darah yang masih mengalir, serta . Liquid Oxygen Tank alat yang berupa tabung yang berisi oksigen dalam bentuk cairan atau liquid, tak terasa air mata Aidan mengalir.


"Sayang...maafin Abang ya, pasti Asma kamu kambuh ya tadi, sekali lagi maafin Abang ya sayang," ucap Aidan Lirih sambil menciumi punggung tangan Wana dan pucuk kepala Istrinya.


Tak lama suster dan dokter datang mengecek keadaan Wana.


"Dok kenapa menantu ku saya belum siuman sari tadi." Tanya Mama Marsyana dengan mata berkaca-kaca ia tak sanggup melihat keadaan Wana.


"Sebentar lagi juga siuman kok Bu yang sabar ya, semua nya sudah normal Bu Wana sudah melewati masa kritisnya." Jawab Dokter kandungan.


1jam kemudian Wana pun sudah sadar kembali dan melihat suami nya ada di sampingnya Wana melempar senyum nya yang selalu membuat Aidan rindu.


"Sayang, kamu sudah sadar? maafin Abang ya! Abang khawatir banget tau." sahut Aidan dan langsung memeluk istrinya, dan menyentil hidung Wana manja.


Mama Marsyana melihat anak nya yang sangat mencintai istrinya jadi merasa bersalah. Ia pun mendekat sembari menarik tangan Wana dan mencium nya.


"Maafin Mama ya nak, kamu wanita yang baik pantas saja Aidan begitu mencintai mu nak," ucap Mama Marsyana sambil mengelus rambut Wana.


Wana mengerutkan keningnya, dan langsung duduk perlahan.


"Tunggu, maaf maksud Ibu apa ya? kok Ibu mengenal suami saya bu?, apa ibu yang menelpon Bang Aidan?" Bu Marsyana do brondong pertanyaan yang banyak.


"Sayang , kebiasaan deh kalau tanya pasti di borong gitu hehe."ledek Aidan pada Istrinya.

__ADS_1


"Ibu ini adalah Mama ku, sayang, dia adalah mertua mu jadi mulai hari ini kamu adalah menantu nya." Ujar Aidan mengenalkan Mama Marsyana dengan semangat.


Wana hanya terdiam ia melirik ke Mama Marsyana dan setelah itu ke suami nya lagi.


Ia berpikir 'Masa iya sih kok gak seberapa mirip ya, paling bang Aidan ngeprank aku."


Tak lama pintu ruang Wana berbunyi...


tok..


tok..


tok...


"Assalamualaikum... Kakak ini obat istri mu tadi Papa lama mengantri di ruang tunggu." kata Papa Bagaskoro sambil menghempaskan bokong nya di ruang rawat inap Wana.


Lagi-lagi Wana menaikan Alis nya ia tertegun mendengar laki-laki yang baru masuk itu.


'Papa , apakah ini benar Papa Bang Aidan? tapi kalau lihat wajah mereka sepertinya mirip banget'


Aidan yang dari tadi memperhatikan gestur tubuh istrinya dia tau kalau Wana lagi bingung.


"Saya Papa nya Aidan nak, maafin Papa! karena Papa kamu dan Aidan menderita, tapi mulai hari ini dan seterusnya kamu ada lah bagian dari keluarga kami keluarga Bagaskoro Perkasa", ucap Papa Bagaskoro sambil mengusap rambut Wana.


Tanpa terasa bulir bening jatuh di pipi Wana ia tak menyangka akhirnya mertua nya menerima suami dan dirinya.


"Pa, Ma terimakasih sudah mau menerima ku sebagai menantu,aku sangat bersyukur bisa bertemu dengan Mama dan Papa."


"Kami yang merasa bersyukur mempunyai menantu seperti kamu yg rela menolong orang yang kamu tidak kenal, terimakasih ya nak." Mama Marsyana langsung memeluk Wana.

__ADS_1


Bersambung..


maaf ya Readers Karena baru bisa nulis karena si kecil kurang enak badan jadi fokus ke si kecil,🙏🙏🙏


__ADS_2