Dikhianati Tapi Dicintai

Dikhianati Tapi Dicintai
Part.11 " Hati Wana terluka"


__ADS_3

"Sini bang , aku bantu bawakan lagi pula sudah dekat kok nih depan pintu kamar kita.," Ucap Wana dengan senyum bibir sedikit di miringkan serasa di buat-buat. Dan langsung mengambil sebagian belanjaan dari tangan Aidan, dan langsung menuju kamar.


"Mmm.. " Aidan pun tak sempat bicara dan langsung ikut ke dalam kamar.


Aidan langsung meletakkan semua belanjaan dan langsung memeluk Wana dari belakang, yang lagi mengemas semua baju-baju dan di masuk kan ke tas.


"Sayang maaf kan Abang ya, tadi betul-betul Abang hanya membetulkan pegangan belanjaan," Ucap Aidan masih berkilah, sambil mencium tengkuk istri nya, yang tiba-tiba melepaskan pelukan suami nya.


"Kenapa mesti marah sih bang kan kamu gak salah, aku mau beres-beres dulu ya kalau kamu capek kamu tidur aja atau kamu keluar lihat-lihat pemandangan di luar sekalian cuci mata." tutur Wana ketus.


'Waduh seperti nya Wana marah ini, aku tau banget kalau dia marah tidak pernah di keluarkan tapi dengan kata-kata yang menusuk hati, ha..hah kenapa mata ini gak bisa di tahan sih kenapa harus lihat yang bukan hak ku' Gumam Aidan sambil mengusap wajah nya.

__ADS_1


Aidan pun tetap ikut membantu membereskan barang-barang.


"Sayang yang ini di bungkus satu persatu atau seperti ini aja kah?" tanya Aidan memecah keheningan, sambil menunjukan kripik-kripik aneka buah.


Wana hanya melirik dan memberikan kantong plastik tanggung pada suami nya .


"Di pisah satu bungkus 3 macam." jawab Wana acuh sambil memberikan kantong plastik tanpa menoleh Aidan yang menatap nya penuh rasa bersalah.


"Sayang..jangan siksa aku seperti ini, lebih baik kamu marah aja pada ku itu lebih baik dari pada sikap mu yang seperti ini!? aku gak kuat sayang, ayolah katakan sesuatu."


Aidan langsung mencium kening istrinya walaupun istri nya hanya diam tak bergeming.

__ADS_1


'Ya..Allah maafkan aku , yang telah menyakiti hati Istri yang sangat aku sayangi dan cintai ' batin Aidan sambil meremas jemari Wana.


Tapi Wana hanya diam dan diam tak bersuara sama sekali. Tapi tiba-tiba Wana menangis sejadi-jadinya ia seperti sangat sakit hati dengan sikap Aidan. Syukur pintu di tutup rapat jadi tak terdengar dari luar.


"Aku malu bang, aku sebagai istri apa belum bisa memuaskan diri mu?, apa aku kurang seksi bang atau aku harus melakukan apa biar kau terpana menatap ku seperti tadi kau menatap perempuan lain huu..hu..!?" begitu banyak pertanyaan yang keluar dari mulut Wana yang seperti nya terluka.


Aidan menatap istrinya dengan rasa bersalah dan ikut menangis memeluk nya.


"Tidak sayang, tidak sama sekali kau adalah wanita sempurna yang menjadi istri ku, bahkan aku sangat beruntung memilikimu sayang, Aku yang salah , mata ini yang tak bisa menjaga iman ku, maafkan suami sayang aku terlalu terperdaya hingga melukai hati istriku yang sangat ku cintai." Sahut Aidan yang tak melepaskan pelukan nya pada istrinya.


Ia betul-betul merasa bersalah karena membuat istrinya terluka, bahkan istrinya sama sekali tak pernah menuntut ku yang berlebihan..

__ADS_1


'Aku memang laki-laki brengsek yang telah menyakiti hati wanita lembut yang baik seperti Wana' batin Aidan menyesal.


__ADS_2