
Matahari sudah hampir keperaduan nya.. sedang Aidan hanya termenung duduk di pinggir trotoar menatap kosong ke depan.
'Kenapa aku harus jadi Anak orang terpandang? kenapa orang tua ku harus Bagaskoro Perkasa?
Astagfirullah.. kenapa aku seperti ini maafkan aku ya Allah' batin Aidan sambil tangan nya meremas botol air mineral yang habis dia minum.' batin Aidan lirih.
Dia bangkit dari duduknya dan berjalan gontai bagai orang yang tak bertujuan.
Tiba-tiba.. ada sebuah mobil mewah Nissan Serena putih berhenti di samping nya. Karena tidak fokus Aidan tidak sadar bahwa ada seorang wanita sekitar umur 50th tapi sangat awet muda dengan baju setelan blazers nya seperti orang kantoran sedang memperhatikan nya sedari dia duduk di pinggir trotoar.. hingga dia berjalan dengan murung. Dia adalah ibu kandung Aidan Perkasa nama nya Mama Marsyana.
Tak lama mobil Nissan Serena itu membunyikan klakson nya, hingga Aidan terkejut dan melompat ke bahu jalan.
"Astagfirullah...mama" mata Aidan membulat sempurna ia seakan mimpi melihat Ibu kandung nya sudah berdiri di depan nya, ibu yang ia tinggalkan beberapa bulan lalu demi wanita yang di cintai nya.
"Abang... kamu sehat nak?" tanya wanita itu serak menahan bulir bening yang tak mampu ia bendung dan seketika saja ia langsung memeluk putra nya ya ia sayangi.
__ADS_1
"Maafin kakak ma, maafin kakak terpaksa meninggalkan rumah karena papa tidak setuju kakak menikah dengan wanita yang sangat kakak cintai," Ucap Aidan sedih dengan derai air mata yang tak henti.
"Sudah lah nak semua sudah berlalu, lagi pula sekarang kamu sudah menikah toh dengan perempuan yang kau cintai siapa nama nya lupa mama?" tanya mama nya Aidan dengan keningnya berkerut.
"Nama nya Wana ma, dia wanita yang sangat sederhana dan baik hati serta lembut , sekarang dia sedang mengandung anak Aidan ma, cucu mama, apa mama tak mau ketemu menantu mama?" tanya Aidan balik bertubi-tubi.
"Huuuh" Mama Aidan menarik nafas panjang, dan berjalan duduk di samping Aidan.
"Sebenarnya mama kasihan pada mu nak, ingin rasanya Mama menentang Papa mu tapi Mama tak berdaya, tapi percayalah nak Mama sudah merestui pernikahan mu." jawab Mama Aidan dengan wajah yang sendu..
"Ya sudah sekarang Ayo kita kerumah mu, Mama pengen kenalan sama istri mu nak," ucap Mama Aidan sambil merangkul anak nya ke mobil.
Belum sempat Aidan masuk ke mobil Mama nya tiba-tiba sebuah mobil Pajero sports hitam langsung berhenti di depan mobil Mama Aidan.
Seorang laki-laki bertubuh tegap sekitar 56th turun dari mobil tersebut.
__ADS_1
Seketika Mama Marsyana dan Aidan terkejut ternyata yang keluar dari mobil itu adalah Papa nya Pa Bagaskoro Perkasa seorang pengusaha ternama di kota tersebut.
Papa Aidan turun dan langsung menampar putranya tanpa kata-kata.
Plak..
Plak..
Dua kali tamparan bersarang di pipi Aidan, hampir saja Aidan tersungkur namun di tarik Mama nya.
"Sudah..sudah Pa, kenapa harus kasar seperti ini sih, apa gak bisa di bicarakan baik-baik?" protes Mama Marsyana sambil memeluk anak nya yang pasrah.
"Dasar anak tak tau di untung sudah di sekolah kan tinggi-tinggi agar bisa Mengganti kan Aku bila aku tiada tapi malah menikah dengan gadis desa yang miskin!!?," Ucap pak Bagas geram... dengan napas yang memburu dan mata ber api-api.
'Aku yakin kalau perempuan itu hanya mengincar harta ku aja karna Aidan anak sulung ku dan pasti Aidan lebih banyak mendapat bagian di banding Tasya adik nya'
__ADS_1
batin pak Bagas menilai Wana.