
Aidan masih terpaku bak patung dengan mulut yang sedikit ternganga mata nya langsung mengedipkan berkali-kali seolah tak percaya yang datang kerumahnya pagi ini, jantung nya serasa mau lepas karena wanita yang tak di inginkan kan nya datang tiba-tiba, ya sebenarnya yg di takut kan Aidan adalah Wati adik dari istri tercintanya ia sangat takut tergoda dengan bujuk rayu perempuan itu yg jelas itu pastinya rayuan syaitan yang kadang menggoyahkan iman nya.
"Ya..Allah mimpi apa aku semalam kenapa wanita iblis ini datang secepat ini kerumah ku, Ya Allah lindungilah rumah tangga ku". kata batin Aidan.
"Bang..bang Aidan aku boleh masuk gak nih?" tanya Wati yg membuyarkan keterkejutan Aidan.
Ya Wati datang mengenakan baju kaos gantung tak berlengan dg jaket Levis yg terbuka tanpa di kancing hingga mempertontonkan belahan dada nya dan di padu celana legging yg pres membentuk bagian tengah bawa perut nya, waw..siapa ayo yg gak tergoda🤭
Aidan langsung gelagapan dan terbata-bata menjawab salam Wati dan berkali-kali menelan Saliva nya🤭.
" Ii- iya Wa'alaikumsalam, silahkan masuk!" ucap nya gugup dan langsung masuk kedalam meninggal kan Wati.
Aidan pun langsung ke kamar Wana dan menemui istrinya.
Sampai di kamar Wana Aida langsung menyugarkan wajah nya berkali-kali sambil istighfar.
"Astagfirullah.. ya Allah ampunilah mata hamba ini yang sudah berkhianat pada istri hamba." Prolog Aidan yg tanpa sengaja di dengar oleh Wana yg baru saja keluar dari kamar mandi. Tapi sayang Kalimat yg di dengar tidak semua.
" Maksudnya? Abang selingkuh gitu dg siapa bang? jahat banget Abang? apa karena aku hamil jd Abang selingkuh gitu? " tanya Wana bertubi-tubi sambil matanya melotot seperti akan keluar dan memukul manja dada Aidan.
Aidan pun bingung dan gelagapan karena istrinya tiba-tiba ada di depan nya karena posisi Aidan awal nya menunduk jadi dia tak sadar kalau Wana mendekat.
"Maaf maaf sayang bukan seperti itu maksud Abang, ayo sini Abang jelasin ya sayang," ucap Aidan dan merangkul Wana dalam pelukan nya dan membimbing nya duduk di tepian ranjang menghadap ke cermin.
__ADS_1
Wana pun patuh walaupun dengan wajah yang merengut dan bibir yang di majukan kedepan.
"Duh jadi pengen Abang gigit nih bibir sayang boleh gak? jangan marah sayang karena wanita yang paling Abang cintai itu hanya lah dirimu seorang, ada buah hati kita lho di sini, sayang percayakan?", ucap Aidan meyakin kan Wana dengan mengelus perut Wana yang sudah besar dan hampir waktu nya lahiran.
"Trus tadi apa coba? Abang bilang sudah mengkhianati ku terus yang datang siapa apa itu selingkuhan Abang, mana aku mau keluar aku mau lihat". tanya Wana lagi yg sudah siap berdiri dan menghempaskan tangan Aidan dari perut nya. Tapi sebelum beranjak dari tempat tidur tangan Aidan sudah langsung memeluk pinggang Wana.
"Sayang, itu bukan selingkuhan Abang dia adik mu Wati barusan datang tanpa memberi kabar seperti jelangkung aja, dah gitu baju nya itu menurutku kurang sopan sayang Abang laki-laki normal yg gampang tergoda jadi makanya tadi Abang bilang kalau yg berkhianat itu mata Abang sayangku cinta ku percaya ya sama Abang,"ucap Aidan dengan tulus sambil mengelus pipi istrinya dan mengecup singkat bibir istrinya yg masih manyun aja.
Wana langsung terkesiap mendengar jawaban suaminya dan mengerut kan kening nya seolah tak percaya dengan yang di katakan Aidan.
"Wati..? beneran Wati bang, pantesan tadi Ibu telpon koq agak putus-putus ternyata mau kasih tau kalau Wati udah berangkat dari sana, tapi masa iya Wati pake baju gak sopan?" Tanya Wana lagi pada suaminya.
"Ya sudah kalau kamu gak percaya ayo ikut Abang ke luar, pelan-pelan sekalian kita bawa perlengkapan untuk periksa." Ajak Aidan lagi langsung menyambar tas Wana dan buku kesehatan nya.
Sampai di ruang tamu Wana melihat adik nya sudah mengenakan baju rumahan, baju baby doll sebatas lutut bahkan tidak pake makeup layak nya gadis desa pada umumnya.
"Duh habis lah aku pasti Wana berpikir aku bohong tapi emang tadi baju nya gak sopan koq" batin Aidan.
Tangan Aidan sudah memohon maaf sama istrinya dan berbisik pada istrinya.
"Pasti sudah ganti baju donk sayang" ucap Aidan.
Wati langsung bangun dari tempat duduk nya dan langsung mendekati Wana.
__ADS_1
"Kak.. kak Wana apa kabar, kakak mankin cantik aja kalau pake baju hamil gini kayak nya anak nya cewek ya kak? " tanya Wati dan langsung berhambur memeluk Wati dengan senyum licik nya.
"Cepat lah lahiran ponakan ku biar aku akan menguasai rumah dan pasti nya Ayah mu hahaha.." batin Wati dengan senyum di sudut bibir nya.
Author juga bingung ada ternyata saudara kandung yang jahat banget gini ya🤭
"Alhamdulillah Wat, terimakasih kamu udah datang ya jadi kamu rencana mau kerja di mana biar nanti adik nya bang Aidan yang bantu temani cari kost-an di luar" Ucap Wana santai walaupun Wana agak kecewa kata-kata suami nya yang menjelekan adik nya tapi dia tetap menghargai suami nya yang canggung jika satu rumah dengan adik nya.
Wati langsung mengendurkan pelukan nya dan mundur selangkah kebelakang dg mulut ternganga seolah terkejut dengan ucapan kakak nya.
"Lho kaq aku di suruh ngekost sih kak buat apa ada saudara di Jakarta tapi harus ngekost pula, apa Kakak merasa keberatan aku disini?" tanya Wati dengan sinis bahkan dengan raut wajah yang tidak bersahabat.
"Bukan begitu Wati maksud kakak tunggu kamu dapat pekerjaan dulu lah nanti biar bang Aidan juga bantu carikan ya, yang sesuai dengan keahlian mu," Wana menjelaskan lagi ia tak mau adik nya tersinggung, walaupun sebenarnya ia memang menyuruh Wati keluar dari rumah nya.
"Halah bilang aja kakak cemburu kan, karena bang Aidan lebih tertarik pada ku, jangan khawatir kak kalau emang bang Aidan iman nya kuat gak bakal tergoda ya kan bang?" cerca Wati sambil mengedipkan mata nakalnya pada Aidan.
"Ya Allah Wati ternyata kamu memang benar-benar wanita penggoda aku akan menelpon ibu setelah aku pulang dari periksa." sarkas Wana pada Wati dengan dada yg bergemuruh seolah ingin menerkam pelakor yang jelas-jelas nampak di depan matanya.
Mendengar itu mata Wati membulat dengan sigap ia menjatuhkan Hp yang di pegang oleh Wana.
" Jangan kak, jangan kakak telpon Ibu, kakak mau penyakit jantung Ayah kumat dan menyebabkan Ayah sakit dan masuk rumah sakit," ucap Wati sambil tersenyum smirk
Wana menghela nafas dan pergi bersama Aidan meninggalkan Wati yang masih tersenyum bangga...
__ADS_1
Tapi sebelum sampai pintu Wana berucap.
"Hei tamu tak diundang pergi kau dari rumah ku cari kost-an di luar sana aku akan tetap menelpon Ibu karena kau sudah punya niat yang tak baik pada rumah tangga ku." Sarkas Wana dengan kilat mata yang tajam.