
Hari pun berlalu bulan pun berlalu kehidupan Wana berubah drastis sekarang seperti ratu di rumah keluarga Bagaskoro. Keluarga Aidan sangat menyayangi Wana karena dia gadis baik dan tidak matre bahkan Tasya adik nya Aidan sering curhat pada kakak ipar nya ini.
Tak terasa 8 bulan berlalu, perut Wana juga mankin membesar bahkan kelamin nya aja sudah tahu, tapi Wana dan Aidan tidak pernah menanyakan tentang jenis kelamin nya melainkan hanya kondisi kesehatan bayi yang ada di kandungan Istri nya.
"Sayang kata mama hari ini mau ajak kita ke ke toko perlengkapan bayi kamu mau kan?" tanya Aidan lembut sambil mengelus perut istrinya.
"Boleh dong bang, oh ya bang tadi Ibu nelpon katanya bulan depan Wati ada tes masuk kerja jadi mau nginap di sini boleh gak?" tanya Wana kembali
"Gimana ya bukan nya gak boleh tapi kamu kan tahu kalau Wati itu pakaian nya kurang sopan aku takut khilaf kalau dia lama di sini, lagi pula kan bulan depan itu sudah mendekati kamu lahiran." jawab Aidan yang blm bisa memberikan jawaban pasti.
Tak lama terdengar suara mesin mobil masuk ke halaman rumah Aidan.
" Itu pasti Mama, ayok sayang kita lihat." Ajak Aidan sambil mengandeng istrinya yang sudah kesulitan berjalan karena perutnya sudah besar.
"Kak Wana... aku udah gak sabar pengen jadi onty, nanti aku yang pilihkan bajunya ya, Kak Aidan sih gak mau tanya jenis kelamin dede bayi nya jadi biar enak kita belikan baju nya." Ujar Tasya sambil memeluk kakak ipar nya.
"Tasya kamu ini seperti anak kecil aja yang merengek minta belikan permen, sabar donk,Kakak aja yang Ayah nya masih sabar." ledek Aidan pada adik kesayangannya.
Tanpa menghiraukan ledekan Kakak nya dia langsung menggandeng Kakak ipar nya ke mobil, bahkan Tasya juga menyiapkan bantal penahan di belakang pinggang Wana.
"Sudah siap semua, kita jalan ya nanti di toko Wana pake kursi roda aja ya!" perintah Mama Marsyana.
Mobil pun langsung jalan menuju toko perlengkapan bayi.
Setelah sampai Aidan langsung menurunkan kursi roda dan Tasya memegangi Wana turun dari mobil.
' Ya.. Allah terimakasih telah mengirimkan orang-orang baik kepada ku' batin Wana.
"Ayo sayang kita lihat barang-barang dan kamu boleh pilih yang mana kamu suka!" kata Aidan yang mendorong kursi roda Wana dan mencium pucuk rambut Wana.
"Iya bang nanti kita beli seperlunya aja dulu ya, kita belum tau anak kita cewek apa cowok jadi jang terlalu banyak." Sahut Wana sambil mengelus tangan suami nya.
Tiba-tiba suara hp wana berbunyi dan ia pun mengambil hp nya dari tas dan membaca siapa yang menelpon.
"Wati, ada apa Wati menelpon??" Monolog Wana.
__ADS_1
P
"Siapa sayang yang nelpon kamu? Apakah Ibu yang nelpon?" tanya Aidan sambil mendorong Wana masuk ke bagian baju bayi.
"Dari Wati bang, aku ijin angkat sebentar ya, gak apa-apa kan?" tanya Wana pada suaminya.
"Iya angkat aja tapi loud speaker ya!" jawab Aidan
Wana hanya mengangguk dan mengedipkan mata nya.
"Hallo Assalamualaikum, maaf Wat baru Kakak angkat soal nya kakak lagi di toko baju bayi bersama keluarga bang Aidan." Salam Wana pertama kali pada Wati.
"Wa'alaikumsalam.. oh..ya gak apa-apa kak santai aja." jawab Wana terkesan cuek tapi...
' Huh... mentang-mentang sekarang sudah di akui keluarga Bagaskoro mau pamer sama aku bilang sama mertua segala, mana mungkin gak percaya aku' batin Wati.
"Ada apa kamu telp Kakak?" tanya Wana.
"Oh iya apa ibu sudah bilang kalau aku mau kerumah Kakak? soal nya seperti nya aku sampai sana kakak udah lahiran dech." Jawab Wati manja pada kakak nya.
"Emang berapa hari kamu nginap di rumah? soal nya kakak juga gak enak sama Abang ipar mu Wat, keluarga nya juga sering datang kerumah." Tanya Wana lagi sambil menjelaskan.
"Wan sini nak Mama sudah pilih kan beberapa ni coba kamu cek," ucap Mama Marsyana lembut pada menantu nya.
" I..iiya Ma sebentar ya." Sahut Wana.
Di balik telpon ada jiwa yang iri mendengarkan mertua Wana begitu baik hingga membuat hati nya penuh rencana jahat.
" ternyata benar kak Wana lagi bersama keluarga bang Aidan, suka sekali Kakak sekarang." monolog Wati.
"Wat..wat.. kamu dengar kakak gak, nanti kita sambung lagi ya maaf." Wana memutuskan sambungan secara sepihak.
"kak..kak..Aku belum selesai ngomong kak!?" Wati berteriak-teriak memanggil kakak nya ternyata sambungan sudah terputus.
"Iih...kak Wana ni kok di putus aku kan belum selesai ngomong kalau kesana nanti aku nginep 1 minggu an." monolog Wati
__ADS_1
Sementara di toko perlengkapan bayi, Wana begitu asyiknya memilih baju bayi dan lain-lain. Dan pada saat hendak melewati kasir Wana melihat box bayi yang bagus banget terbuat dari kayu jati dengan ukiran yang bagus serta ada aksesoris gantungan bayi di atas nya.
" Kenapa kak bagus ya box bayi nya?" Tanya Tasya tiba-tiba sampai membuat Wana terkejut.
"I..iya Sya, ukiran nya juga halus dan gantungan boneka nya lucu-lucu banget aku jadi pengen." Jawab Wana spontan.
" Kita beli ya aku bilang Mama ya, tunggu disini dulu sebentar," ucap Tasya
"Tapi..." Belum selesai Wana bicara Tasya sudah melenggang pergi.
"Ma, Kak, ayo ikut aku sebentar,aku tunjukan sesuatu!" Ajak Tasya pada Mama dan Kakak nya.
Aidan dan Mama Marsyana saling pandang dan bingung apa yang akan di perlihatkan.
Dan berjalan mengikuti Tasya.
Sampai di tempat di mana di sana ada Wana dan mereka melihat sebuah box Kayu jati yang unik banget.
"Beli ini ya buat ponak an ku, Kak Wana juga mau lho dan setuju." lanjut Tasya lagi.
"Kamu suka nak box bayi ini? kalau suka mama belikan buat kamu ya!" Mama Marsyana mengelus lembut tangan menantu nya.
"Tapi Ma, harga nya mahal banget tadi aku udah lihat, gak apa-apa lain kali aja tunggu gajian bang Aidan aja!" Sahut Wana lembut.
"Gak apa-apa sayang, buat cucu pertama Mama pasti Mama belikan donk." Ujar Mama Marsyana langsung memeluk Wana.
'Ya..Allah semoga kebahagiaan ini tetap bersama ku dan semoga Suami ku tetap setia dengan ku' batin Wana.
"Ayo kita ambil box itu nanti udah keduluan orang yang ambil." Ajak Mama Marsyana pada Wana.
Aidan pun mendorong kursi roda Wana menuju box itu dan membawanya ke kasir.
"Sayang jangan pernah berhenti mencintai ku ya karena aku juga sangat mencintaimu" Gombal Aidan pada Wana, sambil mencolek hidung Wana.
"idih gombal banget sih Kakak ku ini." Ledek Tasya sambil mengacak rambut Kakak nya.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia hari karena keinginan iu terpenuhi, terimakasih ya Ma,Sya udah ajak aku kesini dan terimakasih suami ku yang selalu setia menemani ku, jaga hati mu buat ku," Ucap Wana dengan tulus.
Bersambung...