Dikhianati Tapi Dicintai

Dikhianati Tapi Dicintai
Part.7 "Serangan Fajar"


__ADS_3

Selesai makan malam semua orang kembali ke kamar masing - masing, begitu juga pasangan pengantin.


Tapi ternyata ada orang yang sedang kecewa karena umpan nya malam ini tida termakan.


'Sialan ternyata iman bang Aidan kuat juga padahal aku sudah menyenggol tangan nya tadi tapi dia tidak menoleh ku sedikit pun' batin Wati kesal.


***


Shubuh nya Wana sudah bangun dan mandi hadas besar setelah Haid, dan sholat shubuh. Setelah itu dia pun langsung ke dapur menyiapkan sarapan buat suami dan keluarga nya. Setelah selesai masak Wana membawa segelas kopi susu ke kamar nya. Tapi Wana tak menemukan suami nya di tempat tidur.


"Lho bang Aidan kemana kok gak ada!? Apa sudah bangun?" Wana berpikir untuk mencari nya ke depan.


Belum sempat Wana memegang knop pintu.


"Ha...hehe kaget ya sayang, Abang di kamar mandi cuma lampu nya sengaja Abang matikan." Kata Aidan sambil memeluk Wana dari belakang dan mencium tengkuk istrinya itu.


"Ish.. Abang nakal deh , aku jd khawatir Abang kemana tadi! ku pikir di culik wanita cantik hehehe." Wana terkekeh sambil memukul tangan Aidan manja.

__ADS_1


"Bang!" Wana memanggil suami nya.


"Ya" Jawab Aidan yang sudah mengendong Wana ke tempat tidur. Aidan memangku Wana sambil tangannya yang berkelana kemana mana.


"Aku ingin bertanya sesuatu apakah Abang akan marah? kalau tidak jujur rasa nya aku tidak enak bang." Tanya Wana


" Boleh!?" jawab Aidan dan langsung menarik tangan nya dengan posisi normal. dan memeluk istri nya dari belakang sesekali dia mengecup kening Wana.


"Abangg.. aku serius lho ni, jangan nakal dulu." Wana menarik tangan suaminya dan menaruh nya ke depan. Tapi sayang Wana salah taroh malah pas di atas bumper depan Wana.


"Oh..udah ada yang sudah siap ni, bukti nya udah mancing -mancing. Seperti nya malam ini dapat hadiah ni." goda Aidan sambil meremas bumper depan Wana yang Aduhai membuat Aidan mankin tak tahan menahan hasrat nya.


"Sudah nanti aja pertanyaan nya, Aku gak akan pernah marah pada mu sayang karena aku sangat menyayangimu, I love you Wana."


Kata Aidan langsung membaringkan istri nya serta tangan nya yang mulai bergerilya.


Aidan ******* bibir Wana sampai Wana tak sempat menjawab nya. Aidan melepaskan pangutan nya sembari berkata

__ADS_1


"Sayang ijin kan suami mu ini mengambil hak nya di pagi ini ya, aku udah gak kuat menunggu malam pertama anggap aja hari ini menjadi serangan fajar." Aidan mengecup kening Wana dengan lembut serta Mendoakan nya.


Wana hanya mengisyaratkan dengan anggukan.


Aidan menggenggam tangan Wana, dan satu tangan nya lagi mulai mencium rambut, pipi, lehernya dan berakhir ke tengkuk Wana iya pun merasakan ada aliran yang belum pernah iya rasakan, dan akhirnya Aidan mencumbu istrinya.


Wana memejam kan mata membiarkan suami nya mengambil hak nya yang seharusnya nya sudah dari kemarin di berikan.


dan tak lama Aidan pun mengukung tubuh istri nya dan menggaulinya dalam penyatuan yang sangat hangat tiba tiba


"Aahh... sakit bang..pelan pelan aja." erangan Wana membuat Aidan mankin gemas dan bersemangat, hati nya berbunga bunga karena akan mendapatkan hadiah terindah dalam hidup nya.


"Gak apa apa sayang kita coba lagi ya nanti juga kamu ke enakan," Ucap Aidan sambil memainkan payudara Wana..


Dan .. Akhirnya benteng pertahanan Wana pun jebol.


"Aahh..."Wana sekali lagi merintih kesakitan tapi sebelum terdengar orang di luar Aidan sudah menutup mulut Wana lembut dengan memberi kode kedipan mata.

__ADS_1


Akhirnya mereka pun sudah sampai pada puncak ******* masing masing mengalami pelepasan dan Aidan pun menanam kan benih cinta mereka di rahim Wana.


Bersambung


__ADS_2